Memuat tanggal... Kirim Rilis
Sabtu, 24 Okt 2026
Trending
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Nasional » Mengapa Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Bahaya bagi Mesin Jet dan Penerbangan Komersial di Udara?

Mengapa Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Bahaya bagi Mesin Jet dan Penerbangan Komersial di Udara?

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
  • visibility 49
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. Erupsi gunung berapi seperti Anak Krakatau baru-baru ini selalu menyajikan pemandangan spektakuler sekaligus mencekam.

  2. Ketika kolom abu membumbung puluhan kilometer ke stratosfer, ancaman tak kasat mata mulai mengintai koridor penerbangan internasional.

  3. Dampak debu vulkanik terhadap mesin jet pesawat komersial dapat dipahami melalui proses mekanis yang mematikan di dalam turbin.

  4. Pemasangan saringan halus pada hisapan mesin hanya akan menghambat aliran udara, mengurangi efisiensi pembakaran, dan berisiko tersumbat oleh material lain.

  5. Debu vulkanik kaya akan kandungan silika yang memiliki titik leleh sekitar 1.100°C.

EKSPRESPOST.COM – Erupsi gunung berapi seperti Anak Krakatau baru-baru ini selalu menyajikan pemandangan spektakuler sekaligus mencekam.

Ketika kolom abu membumbung puluhan kilometer ke stratosfer, ancaman tak kasat mata mulai mengintai koridor penerbangan internasional.

Bagi pesawat penumpang modern yang terbang di ketinggian jelajah, debu vulkanik bukanlah jelaga kayu lembut yang tidak berbahaya.

Melainkan ribuan ton pecahan kaca, kristal mineral, dan batuan mikro yang melayang di udara.

Dampak debu vulkanik terhadap mesin jet pesawat komersial dapat dipahami melalui proses mekanis yang mematikan di dalam turbin.

Mesin jet bekerja dengan mengisap udara dalam jumlah masif, memampatkannya, lalu mencampurnya dengan bahan bakar untuk dibakar di ruang bakar (combustion chamber).

Suhu di dalam ruang bakar mesin jet modern dapat mencapai lebih dari 1.400°C.

Di sinilah bencana bermula. Debu vulkanik kaya akan kandungan silika yang memiliki titik leleh sekitar 1.100°C.

Ketika abu terisap ke dalam mesin, partikel kaca halus dan mineral tersebut seketika meleleh menjadi cairan lengket karena suhu mesin yang jauh melebihi titik leleh silika.

Saat lelehan kaca ini terdorong mengalir ke bagian turbin yang suhunya sedikit lebih dingin, cairan tersebut membeku kembali dan menempel padat pada bilah-bilah turbin.

Lapisan kaca keras ini menyumbat aliran udara dan merusak aerodinamika internal mesin.

Akibatnya, mesin mengalami “flameout” atau mati mendadak di udara karena kehabisan pasokan udara.

Selain merusak mesin, sifat debu vulkanik yang sangat abrasif sanggup mengikis kaca kokpit hingga menjadi buram (sandblasting effect).

Serta menyumbat tabung pitot yang berfungsi mengukur kecepatan pesawat.

Hingga saat ini, pesawat komersial tidak memiliki filter fisik khusus di mulut mesin untuk menyaring debu vulkanik.

Mesin turbofan membutuhkan pasokan udara dalam volume raksasa setiap detiknya agar bisa menghasilkan gaya dorong.

Pemasangan saringan halus pada hisapan mesin hanya akan menghambat aliran udara, mengurangi efisiensi pembakaran, dan berisiko tersumbat oleh material lain.

Mekanisme pertahanan utama pesawat saat ini bertumpu pada protokol penyelamatan diri dan teknologi deteksi dini.

Jika pesawat tak sengaja menerobos awan abu, tindakan darurat pertama pilot adalah memutar balik arah pesawat dan segera menurunkan daya mesin (idle).

Menurunkan daya akan menekan suhu di dalam mesin hingga di bawah titik leleh silika, sehingga partikel debu yang terisap tidak mencair dan hanya melewati mesin sebagai debu kering tanpa menempel.

Tingkat toleransi penerbangan terhadap debu vulkanik sangat mendekati nol (zero tolerance).

Radar cuaca standar di dalam kokpit pesawat dirancang untuk mengendus butiran air dan es, sehingga radar sering kali tidak mampu mendeteksi keberadaan awan debu vulkanik yang kering.

Karena tingginya risiko kerugian fatal, ketimbang mempertaruhkan keselamatan pesawat di tengah awan abu.

Maka otoritas penerbangan global lebih memilih menutup total ruang udara yang terpapar debu berdasarkan pemantauan satelit Volcanic Ash Advisory Center (VAAC).

Oleh: Satrio Arismunandar, Lulusan Fakultas Teknik UI, Wartawan Senior.**

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “Mengapa Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Bahaya bagi Mesin Jet dan Penerbangan Komersial di…”?

Erupsi gunung berapi seperti Anak Krakatau baru-baru ini selalu menyajikan pemandangan spektakuler sekaligus mencekam.

02Siapa pihak utama yang disebut dalam “Mengapa Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Bahaya bagi Mesin Jet dan Penerbangan Komersial di…”?

Oleh: Satrio Arismunandar, Lulusan Fakultas Teknik UI, Wartawan Senior.**.

03Mengapa perkembangan dalam “Mengapa Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Bahaya bagi Mesin Jet dan Penerbangan Komersial di…” terjadi?

Ketika abu terisap ke dalam mesin, partikel kaca halus dan mineral tersebut seketika meleleh menjadi cairan lengket karena suhu mesin yang jauh melebihi titik leleh silika.

04Bagaimana proses atau peristiwa dalam “Mengapa Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Bahaya bagi Mesin Jet dan Penerbangan Komersial di…” berlangsung?

Dampak debu vulkanik terhadap mesin jet pesawat komersial dapat dipahami melalui proses mekanis yang mematikan di dalam turbin.

05Angka penting apa yang disebut dalam “Mengapa Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Bahaya bagi Mesin Jet dan Penerbangan Komersial di…”?

Suhu di dalam ruang bakar mesin jet modern dapat mencapai lebih dari 1.400°C.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aset Keuangan Syariah RI Tembus Rp3.131 Triliun, Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

    Aset Keuangan Syariah RI Tembus Rp3.131 Triliun, Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Idris Daulat
    • visibility 43
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK yang juga Ketua Komite Pengembangan Keuangan Syariah (KPKS), Dian Ediana Rae, menegaskan OJK akan terus memperkuat… EKSPRESPOST.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menerbitkan Laporan Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia (LPKSI) 2025 yang menggambarkan perkembangan industri keuangan […]

  • 5 Izin Korporasi Dibekukan Akibat Karhutla Kalimantan Barat, Pemerintah Buka Kemungkinan Proses Pidana

    5 Izin Korporasi Dibekukan Akibat Karhutla Kalimantan Barat, Pemerintah Buka Kemungkinan Proses Pidana

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 32
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Pemerintah membuka ruang proses pidana apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya indikasi pelanggaran hukum. 02 Penegakan hukum kini dipadukan dengan pemulihan lingkungan untuk menangani dampak kebakaran di kawasan konsesi. 03 Pembekuan izin lima korporasi mempertegas pengawasan pemerintah terhadap kewajiban pemegang konsesi menangani […]

  • Pasar Modal Indonesia: Ketika Pertumbuhan Belum Cukup

    Pasar Modal Indonesia: Ketika Pertumbuhan Belum Cukup

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 40
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Seminar bertema “Masa Depan Pasar Modal Indonesia: Sinergi Kebijakan, Industri, dan Profesi untuk Pertumbuhan Berkelanjutan” tersebut mempertemukan pelaku profesi pasar modal, Bursa Efek Indonesia (BEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), legislator, lembaga penjaminan, dan akademisi. 02 Sebab pasar modal bukan hanya tempat […]

  • Willgo Zainar Jadi Dirut Krakatau Steel, Penjualan Naik dan Laba Berbalik Positif Jadi Modal Kepemimpinan Baru

    Willgo Zainar Jadi Dirut Krakatau Steel, Penjualan Naik dan Laba Berbalik Positif Jadi Modal Kepemimpinan Baru

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 51
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Rekam jejak Willgo mencakup pengalaman politik, pengawasan keuangan negara, pemasaran, dan manajemen BUMN. 02 Willgo pernah menjadi anggota Komisi XI DPR RI periode 2014-2019 dari Fraksi Gerindra. 03 Ia juga pernah dipercaya sebagai Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara DPR RI. […]

  • Hyundai-Plan Indonesia Libatkan 69 Relawan Muda, Perkuat Hubungan Indonesia-Korea Lewat Aksi Sosial

    Hyundai-Plan Indonesia Libatkan 69 Relawan Muda, Perkuat Hubungan Indonesia-Korea Lewat Aksi Sosial

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Idris Daulat
    • visibility 98
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Melalui Happy Move Global Youth Volunteer, Hyundai Motor Group bersama Plan Indonesia dan Plan Korea berharap kolaborasi lintas negara semacam ini dapat terus diperluas untuk melahirkan generasi muda yang memiliki kepedulian sosial, kemampuan kepemimpinan, serta daya saing global, sekaligus memperkuat hubungan […]

  • OJK Bentuk Working Group Pembiayaan UMKM, Total Penyaluran Tembus Rp1.948,72 Triliun

    OJK Bentuk Working Group Pembiayaan UMKM, Total Penyaluran Tembus Rp1.948,72 Triliun

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Telegraf – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan membentuk Working Group Akselerasi dan Peningkatan Efektivitas Pembiayaan UMKM bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian UMKM, serta kementerian/lembaga dan industri jasa keuangan untuk mempercepat penyaluran pembiayaan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah tersebut diumumkan dalam pembukaan UMKM Finance Summit 2026 di Jakarta, Selasa (11/8/2026), sebagai […]

expand_less