Memuat tanggal... Kirim Rilis
Minggu, 8 Nov 2026
Trending
Beranda » Ekonomi » Haji Isam Beli Sebesar 30 Persen Bayan Resources, Kesepakatan Saham Low Tuck Kwong Masih Bersyarat

Haji Isam Beli Sebesar 30 Persen Bayan Resources, Kesepakatan Saham Low Tuck Kwong Masih Bersyarat

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
  • visibility 70
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. Perubahan struktur kepemilikan tersebut masih berupa transaksi bersyarat sampai seluruh kondisi pendahuluan dipenuhi.

  2. Kesepakatan melibatkan Low Tuck Kwong dan Elaine Low sebagai pihak yang mengalihkan 10.000.000.500 saham BYAN.

  3. Haji Isam kini berencana memiliki sekitar 30 persen BYAN melalui PT Jhonlin Baratama setelah CSPA dengan pemegang saham utama.

EKSPRESPOST.COM – Mengapa 10 miliar saham BYAN kini menjadi perhatian besar pasar modal?

Bagaimana posisi Low Tuck Kwong setelah melepas blok saham tersebut?

Dan apa arti transaksi ini bagi struktur kepemilikan Bayan Resources ketika kesepakatan belum sepenuhnya rampung?

Transaksi Muncul Setelah Gejolak Rumor Akuisisi

Kesepakatan terbaru tersebut mengikuti rangkaian rumor mengenai kemungkinan masuknya kelompok usaha Jhonlin ke BYAN.

Pada Selasa, 18/08/2026, saham BYAN melonjak 19,97 persen menjadi Rp17.275 setelah rumor akuisisi sekitar 62,2 persen beredar.

Manajemen Bayan kemudian menyatakan tidak mengetahui rencana, pihak, struktur, porsi saham, maupun nilai transaksi sebagaimana disebut dalam rumor tersebut.

CSPA 16 September menjadi perkembangan formal pertama yang menghubungkan PT Jhonlin Baratama dengan pengalihan saham BYAN dari Low Tuck Kwong dan Elaine Low.

Dengan struktur tersebut, fakta terbaru menunjukkan transaksi 30 persen, bukan pengambilalihan 62 persen seperti yang sebelumnya beredar di pasar.

Sepuluh Miliar Saham BYAN Berpindah Melalui CSPA

PT Jhonlin Baratama, bagian dari kelompok usaha Jhonlin milik Pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, menandatangani CSPA dengan Low Tuck Kwong dan Elaine Low.

Kesepakatan tersebut ditandatangani pada Rabu, 16/09/2026, dan mencakup 10.000.000.500 saham biasa BYAN.

Jumlah itu mewakili sekitar 30 persen dari total saham Bayan Resources yang beredar sebanyak 33.333.335.000 saham.

Direktur BYAN Jenny Quantero menegaskan bahwa transaksi belum otomatis selesai setelah CSPA ditandatangani.

“Penyelesaian transaksi tunduk pada pemenuhan beberapa kondisi-kondisi pendahuluan,” ujar Jenny Quantero.

Dengan demikian, posisi PT Jhonlin Baratama sebagai pemegang 30 persen baru berlaku setelah seluruh persyaratan transaksi terpenuhi.

Low Tuck Kwong dan Elaine Low Sebelumnya Pegang Mayoritas

Low Tuck Kwong tercatat menguasai sekitar 13,42 miliar saham BYAN atau 40,25 persen hingga akhir Agustus 2026.

Elaine Low pada periode yang sama tercatat memiliki sekitar 7,33 miliar saham atau 22 persen BYAN.

Jika digabung, kepemilikan Low Tuck Kwong dan Elaine Low mencapai sekitar 60,25 persen dari saham BYAN.

Pengalihan 10.000.000.500 saham tersebut karena itu merupakan perubahan penting dalam komposisi kepemilikan pemegang saham utama Bayan Resources.

Jenny mengatakan manajemen tidak melihat dampak material negatif dari rencana transaksi tersebut terhadap kegiatan usaha perseroan.

“Tidak menimbulkan dampak material negatif yang dapat mengganggu kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha perseroan,” kata Jenny Quantero.

Harga BYAN Menjadi Acuan Nilai Pasar Sementara

Saham BYAN ditutup pada Rp11.525 per saham pada perdagangan Kamis, 17/09/2026.

Berdasarkan harga tersebut, 10.000.000.500 saham memiliki nilai pasar sekitar Rp115,25 triliun.

Angka itu merupakan perhitungan berdasarkan harga pasar, bukan harga jual yang disepakati dalam transaksi antara para pihak.

Bayan Resources belum mengungkap harga pelaksanaan maupun nilai transaksi dalam keterbukaan informasi yang tersedia.

Karena itu, investor belum dapat menggunakan angka Rp115,25 triliun sebagai nilai akuisisi resmi PT Jhonlin Baratama.****

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “Haji Isam Beli Sebesar 30 Persen Bayan Resources, Kesepakatan Saham Low Tuck Kwong Masih…”?

Transaksi Muncul Setelah Gejolak Rumor Akuisisi Kesepakatan terbaru tersebut mengikuti rangkaian rumor mengenai kemungkinan masuknya kelompok usaha Jhonlin ke BYAN.

02Siapa pihak utama yang disebut dalam “Haji Isam Beli Sebesar 30 Persen Bayan Resources, Kesepakatan Saham Low Tuck Kwong Masih…”?

Direktur BYAN Jenny Quantero menegaskan bahwa transaksi belum otomatis selesai setelah CSPA ditandatangani. “Penyelesaian transaksi tunduk pada pemenuhan beberapa kondisi-kondisi pendahuluan,” ujar Jenny Quantero.

03Kapan peristiwa dalam “Haji Isam Beli Sebesar 30 Persen Bayan Resources, Kesepakatan Saham Low Tuck Kwong Masih…” terjadi?

Pada Selasa, 18/08/2026, saham BYAN melonjak 19,97 persen menjadi Rp17.275 setelah rumor akuisisi sekitar 62,2 persen beredar.

04Mengapa perkembangan dalam “Haji Isam Beli Sebesar 30 Persen Bayan Resources, Kesepakatan Saham Low Tuck Kwong Masih…” terjadi?

Pengalihan 10.000.000.500 saham tersebut karena itu merupakan perubahan penting dalam komposisi kepemilikan pemegang saham utama Bayan Resources.

05Bagaimana proses atau peristiwa dalam “Haji Isam Beli Sebesar 30 Persen Bayan Resources, Kesepakatan Saham Low Tuck Kwong Masih…” berlangsung?

Sepuluh Miliar Saham BYAN Berpindah Melalui CSPA PT Jhonlin Baratama, bagian dari kelompok usaha Jhonlin milik Pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, menandatangani CSPA dengan Low Tuck Kwong dan Elaine Low.

06Apa dampak yang disebutkan dalam “Haji Isam Beli Sebesar 30 Persen Bayan Resources, Kesepakatan Saham Low Tuck Kwong Masih…”?

Jenny mengatakan manajemen tidak melihat dampak material negatif dari rencana transaksi tersebut terhadap kegiatan usaha perseroan. "Tidak menimbulkan dampak material negatif yang dapat mengganggu kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha perseroan,” kata Jenny Quantero.

07Angka penting apa yang disebut dalam “Haji Isam Beli Sebesar 30 Persen Bayan Resources, Kesepakatan Saham Low Tuck Kwong Masih…”?

CSPA 16 September menjadi perkembangan formal pertama yang menghubungkan PT Jhonlin Baratama dengan pengalihan saham BYAN dari Low Tuck Kwong dan Elaine Low.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Literasi Keuangan Indonesia Naik Jadi 69,57%, Inklusi Tembus 93,61% Lampaui Target RPJMN

    Literasi Keuangan Indonesia Naik Jadi 69,57%, Inklusi Tembus 93,61% Lampaui Target RPJMN

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Telegraf– Tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia kembali mencatatkan peningkatan pada 2026. Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 menunjukkan indeks literasi keuangan mencapai 69,57 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 93,61 persen, melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang ditetapkan untuk 2029. Hasil survei tersebut diumumkan bersama oleh […]

  • Warsh Tegaskan Perang Melawan Inflasi, Wall Street Ditutup Melemah

    Warsh Tegaskan Perang Melawan Inflasi, Wall Street Ditutup Melemah

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 59
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada Jumat (28/8/2026) setelah Ketua Federal Reserve Kevin Warsh menegaskan komitmen The Fed untuk mengembalikan inflasi ke target 2 persen dalam simposium di Jackson Hole. Pernyataan tersebut memperkuat spekulasi pasar bahwa suku bunga dapat kembali […]

  • Sentimen Negatif Bank Mandiri Menguat, Rekening Rp80,9 Juta Dibuka Kembali Setelah Klarifikasi Polisi

    Sentimen Negatif Bank Mandiri Menguat, Rekening Rp80,9 Juta Dibuka Kembali Setelah Klarifikasi Polisi

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 68
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Sentimen negatif terhadap Bank Mandiri menguat setelah rekening milik Supriyono alias Botok, Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), tidak dapat digunakan menjelang rencana aksi masyarakat di depan Gedung DPR RI. 02 Polda Metro Jaya memastikan penundaan transaksi telah dibuka, sementara Bank […]

  • Prabowo Buka Muktamar Ke-35 NU, Tokoh Nasional hingga Pimpinan Ormas Hadir di Jombang

    Prabowo Buka Muktamar Ke-35 NU, Tokoh Nasional hingga Pimpinan Ormas Hadir di Jombang

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Idris Daulat
    • visibility 107
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). 02 Dalam prosesi pembukaan, Prabowo didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Rais Aam Pengurus […]

  • Tony Fernandes Ungkap Kondisi Terbaru AirAsia: Avtur Mahal, Utang Tinggi, Namun Permintaan Tetap Bertahan

    Tony Fernandes Ungkap Kondisi Terbaru AirAsia: Avtur Mahal, Utang Tinggi, Namun Permintaan Tetap Bertahan

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 57
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Tantangan utama AirAsia mencakup harga avtur, biaya operasional, pengelolaan utang, serta pemulihan kapasitas penerbangan. 02 Permintaan kuartal III dan pemesanan kuartal IV menjadi indikator penting bagi kinerja AirAsia hingga akhir 2026. 03 Kondisi AirAsia saat ini berbeda dengan pandemi karena pembatasan […]

  • Jejak Kasus INRU Selama 17 Tahun, Dari Dugaan Under-Invoicing Hingga Jadu Tersangka Korporasi Kejaksaan Agung

    Jejak Kasus INRU Selama 17 Tahun, Dari Dugaan Under-Invoicing Hingga Jadu Tersangka Korporasi Kejaksaan Agung

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 55
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Kejagung menetapkan PT Toba Pulp Lestari Tbk atau INRU sebagai tersangka korporasi dalam dugaan korupsi ekspor periode 2008-2025. 02 Penyidik menduga transfer pricing dan under-invoicing dilakukan melalui manipulasi transaksi pulp, dengan estimasi kerugian negara sekitar Rp2 triliun. 03 INRU menyatakan menghormati […]

expand_less