Haji Isam Beli Sebesar 30 Persen Bayan Resources, Kesepakatan Saham Low Tuck Kwong Masih Bersyarat
- account_circle Tim EkspresPost
- calendar_month
- visibility 15
- print Cetak

Sebanyak 10.000.000.500 saham BYAN akan dialihkan kepada PT Jhonlin Baratama. Berdasarkan harga Rp11.525, nilai pasarnya sekitar Rp115,25 triliun, tetapi bukan nilai transaksi resmi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
-
Perubahan struktur kepemilikan tersebut masih berupa transaksi bersyarat sampai seluruh kondisi pendahuluan dipenuhi.
-
Kesepakatan melibatkan Low Tuck Kwong dan Elaine Low sebagai pihak yang mengalihkan 10.000.000.500 saham BYAN.
-
Haji Isam kini berencana memiliki sekitar 30 persen BYAN melalui PT Jhonlin Baratama setelah CSPA dengan pemegang saham utama.
EKSPRESPOST.COM – Mengapa 10 miliar saham BYAN kini menjadi perhatian besar pasar modal?
Bagaimana posisi Low Tuck Kwong setelah melepas blok saham tersebut?
Dan apa arti transaksi ini bagi struktur kepemilikan Bayan Resources ketika kesepakatan belum sepenuhnya rampung?
Transaksi Muncul Setelah Gejolak Rumor Akuisisi
Kesepakatan terbaru tersebut mengikuti rangkaian rumor mengenai kemungkinan masuknya kelompok usaha Jhonlin ke BYAN.
Pada Selasa, 18/08/2026, saham BYAN melonjak 19,97 persen menjadi Rp17.275 setelah rumor akuisisi sekitar 62,2 persen beredar.
Manajemen Bayan kemudian menyatakan tidak mengetahui rencana, pihak, struktur, porsi saham, maupun nilai transaksi sebagaimana disebut dalam rumor tersebut.
CSPA 16 September menjadi perkembangan formal pertama yang menghubungkan PT Jhonlin Baratama dengan pengalihan saham BYAN dari Low Tuck Kwong dan Elaine Low.
Dengan struktur tersebut, fakta terbaru menunjukkan transaksi 30 persen, bukan pengambilalihan 62 persen seperti yang sebelumnya beredar di pasar.
Sepuluh Miliar Saham BYAN Berpindah Melalui CSPA
PT Jhonlin Baratama, bagian dari kelompok usaha Jhonlin milik Pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, menandatangani CSPA dengan Low Tuck Kwong dan Elaine Low.
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada Rabu, 16/09/2026, dan mencakup 10.000.000.500 saham biasa BYAN.
Jumlah itu mewakili sekitar 30 persen dari total saham Bayan Resources yang beredar sebanyak 33.333.335.000 saham.
Direktur BYAN Jenny Quantero menegaskan bahwa transaksi belum otomatis selesai setelah CSPA ditandatangani.
“Penyelesaian transaksi tunduk pada pemenuhan beberapa kondisi-kondisi pendahuluan,” ujar Jenny Quantero.
Dengan demikian, posisi PT Jhonlin Baratama sebagai pemegang 30 persen baru berlaku setelah seluruh persyaratan transaksi terpenuhi.
Low Tuck Kwong dan Elaine Low Sebelumnya Pegang Mayoritas
Low Tuck Kwong tercatat menguasai sekitar 13,42 miliar saham BYAN atau 40,25 persen hingga akhir Agustus 2026.
Elaine Low pada periode yang sama tercatat memiliki sekitar 7,33 miliar saham atau 22 persen BYAN.
Jika digabung, kepemilikan Low Tuck Kwong dan Elaine Low mencapai sekitar 60,25 persen dari saham BYAN.
Pengalihan 10.000.000.500 saham tersebut karena itu merupakan perubahan penting dalam komposisi kepemilikan pemegang saham utama Bayan Resources.
Jenny mengatakan manajemen tidak melihat dampak material negatif dari rencana transaksi tersebut terhadap kegiatan usaha perseroan.
“Tidak menimbulkan dampak material negatif yang dapat mengganggu kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha perseroan,” kata Jenny Quantero.
Harga BYAN Menjadi Acuan Nilai Pasar Sementara
Saham BYAN ditutup pada Rp11.525 per saham pada perdagangan Kamis, 17/09/2026.
Berdasarkan harga tersebut, 10.000.000.500 saham memiliki nilai pasar sekitar Rp115,25 triliun.
Angka itu merupakan perhitungan berdasarkan harga pasar, bukan harga jual yang disepakati dalam transaksi antara para pihak.
Bayan Resources belum mengungkap harga pelaksanaan maupun nilai transaksi dalam keterbukaan informasi yang tersedia.
Karena itu, investor belum dapat menggunakan angka Rp115,25 triliun sebagai nilai akuisisi resmi PT Jhonlin Baratama.****
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.
01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “Haji Isam Beli Sebesar 30 Persen Bayan Resources, Kesepakatan Saham Low Tuck Kwong Masih…”?
Transaksi Muncul Setelah Gejolak Rumor Akuisisi Kesepakatan terbaru tersebut mengikuti rangkaian rumor mengenai kemungkinan masuknya kelompok usaha Jhonlin ke BYAN.
02Siapa pihak utama yang disebut dalam “Haji Isam Beli Sebesar 30 Persen Bayan Resources, Kesepakatan Saham Low Tuck Kwong Masih…”?
Direktur BYAN Jenny Quantero menegaskan bahwa transaksi belum otomatis selesai setelah CSPA ditandatangani. “Penyelesaian transaksi tunduk pada pemenuhan beberapa kondisi-kondisi pendahuluan,” ujar Jenny Quantero.
03Kapan peristiwa dalam “Haji Isam Beli Sebesar 30 Persen Bayan Resources, Kesepakatan Saham Low Tuck Kwong Masih…” terjadi?
Pada Selasa, 18/08/2026, saham BYAN melonjak 19,97 persen menjadi Rp17.275 setelah rumor akuisisi sekitar 62,2 persen beredar.
04Mengapa perkembangan dalam “Haji Isam Beli Sebesar 30 Persen Bayan Resources, Kesepakatan Saham Low Tuck Kwong Masih…” terjadi?
Pengalihan 10.000.000.500 saham tersebut karena itu merupakan perubahan penting dalam komposisi kepemilikan pemegang saham utama Bayan Resources.
05Bagaimana proses atau peristiwa dalam “Haji Isam Beli Sebesar 30 Persen Bayan Resources, Kesepakatan Saham Low Tuck Kwong Masih…” berlangsung?
Sepuluh Miliar Saham BYAN Berpindah Melalui CSPA PT Jhonlin Baratama, bagian dari kelompok usaha Jhonlin milik Pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, menandatangani CSPA dengan Low Tuck Kwong dan Elaine Low.
06Apa dampak yang disebutkan dalam “Haji Isam Beli Sebesar 30 Persen Bayan Resources, Kesepakatan Saham Low Tuck Kwong Masih…”?
Jenny mengatakan manajemen tidak melihat dampak material negatif dari rencana transaksi tersebut terhadap kegiatan usaha perseroan. "Tidak menimbulkan dampak material negatif yang dapat mengganggu kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha perseroan,” kata Jenny Quantero.
07Angka penting apa yang disebut dalam “Haji Isam Beli Sebesar 30 Persen Bayan Resources, Kesepakatan Saham Low Tuck Kwong Masih…”?
CSPA 16 September menjadi perkembangan formal pertama yang menghubungkan PT Jhonlin Baratama dengan pengalihan saham BYAN dari Low Tuck Kwong dan Elaine Low.
Penulis Tim EkspresPost
Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.
