Memuat tanggal... Kirim Rilis
Langsung ke konten
Selasa, 22 Sep 2026
Trending
Beranda » Ekonomi » Haji Isam Beli Sebesar 30 Persen Bayan Resources, Kesepakatan Saham Low Tuck Kwong Masih Bersyarat

Haji Isam Beli Sebesar 30 Persen Bayan Resources, Kesepakatan Saham Low Tuck Kwong Masih Bersyarat

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month
  • visibility 15
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. Perubahan struktur kepemilikan tersebut masih berupa transaksi bersyarat sampai seluruh kondisi pendahuluan dipenuhi.

  2. Kesepakatan melibatkan Low Tuck Kwong dan Elaine Low sebagai pihak yang mengalihkan 10.000.000.500 saham BYAN.

  3. Haji Isam kini berencana memiliki sekitar 30 persen BYAN melalui PT Jhonlin Baratama setelah CSPA dengan pemegang saham utama.

EKSPRESPOST.COM – Mengapa 10 miliar saham BYAN kini menjadi perhatian besar pasar modal?

Bagaimana posisi Low Tuck Kwong setelah melepas blok saham tersebut?

Dan apa arti transaksi ini bagi struktur kepemilikan Bayan Resources ketika kesepakatan belum sepenuhnya rampung?

Transaksi Muncul Setelah Gejolak Rumor Akuisisi

Kesepakatan terbaru tersebut mengikuti rangkaian rumor mengenai kemungkinan masuknya kelompok usaha Jhonlin ke BYAN.

Pada Selasa, 18/08/2026, saham BYAN melonjak 19,97 persen menjadi Rp17.275 setelah rumor akuisisi sekitar 62,2 persen beredar.

Manajemen Bayan kemudian menyatakan tidak mengetahui rencana, pihak, struktur, porsi saham, maupun nilai transaksi sebagaimana disebut dalam rumor tersebut.

CSPA 16 September menjadi perkembangan formal pertama yang menghubungkan PT Jhonlin Baratama dengan pengalihan saham BYAN dari Low Tuck Kwong dan Elaine Low.

Dengan struktur tersebut, fakta terbaru menunjukkan transaksi 30 persen, bukan pengambilalihan 62 persen seperti yang sebelumnya beredar di pasar.

Sepuluh Miliar Saham BYAN Berpindah Melalui CSPA

PT Jhonlin Baratama, bagian dari kelompok usaha Jhonlin milik Pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, menandatangani CSPA dengan Low Tuck Kwong dan Elaine Low.

Kesepakatan tersebut ditandatangani pada Rabu, 16/09/2026, dan mencakup 10.000.000.500 saham biasa BYAN.

Jumlah itu mewakili sekitar 30 persen dari total saham Bayan Resources yang beredar sebanyak 33.333.335.000 saham.

Direktur BYAN Jenny Quantero menegaskan bahwa transaksi belum otomatis selesai setelah CSPA ditandatangani.

“Penyelesaian transaksi tunduk pada pemenuhan beberapa kondisi-kondisi pendahuluan,” ujar Jenny Quantero.

Dengan demikian, posisi PT Jhonlin Baratama sebagai pemegang 30 persen baru berlaku setelah seluruh persyaratan transaksi terpenuhi.

Low Tuck Kwong dan Elaine Low Sebelumnya Pegang Mayoritas

Low Tuck Kwong tercatat menguasai sekitar 13,42 miliar saham BYAN atau 40,25 persen hingga akhir Agustus 2026.

Elaine Low pada periode yang sama tercatat memiliki sekitar 7,33 miliar saham atau 22 persen BYAN.

Jika digabung, kepemilikan Low Tuck Kwong dan Elaine Low mencapai sekitar 60,25 persen dari saham BYAN.

Pengalihan 10.000.000.500 saham tersebut karena itu merupakan perubahan penting dalam komposisi kepemilikan pemegang saham utama Bayan Resources.

Jenny mengatakan manajemen tidak melihat dampak material negatif dari rencana transaksi tersebut terhadap kegiatan usaha perseroan.

“Tidak menimbulkan dampak material negatif yang dapat mengganggu kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha perseroan,” kata Jenny Quantero.

Harga BYAN Menjadi Acuan Nilai Pasar Sementara

Saham BYAN ditutup pada Rp11.525 per saham pada perdagangan Kamis, 17/09/2026.

Berdasarkan harga tersebut, 10.000.000.500 saham memiliki nilai pasar sekitar Rp115,25 triliun.

Angka itu merupakan perhitungan berdasarkan harga pasar, bukan harga jual yang disepakati dalam transaksi antara para pihak.

Bayan Resources belum mengungkap harga pelaksanaan maupun nilai transaksi dalam keterbukaan informasi yang tersedia.

Karena itu, investor belum dapat menggunakan angka Rp115,25 triliun sebagai nilai akuisisi resmi PT Jhonlin Baratama.****

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “Haji Isam Beli Sebesar 30 Persen Bayan Resources, Kesepakatan Saham Low Tuck Kwong Masih…”?

Transaksi Muncul Setelah Gejolak Rumor Akuisisi Kesepakatan terbaru tersebut mengikuti rangkaian rumor mengenai kemungkinan masuknya kelompok usaha Jhonlin ke BYAN.

02Siapa pihak utama yang disebut dalam “Haji Isam Beli Sebesar 30 Persen Bayan Resources, Kesepakatan Saham Low Tuck Kwong Masih…”?

Direktur BYAN Jenny Quantero menegaskan bahwa transaksi belum otomatis selesai setelah CSPA ditandatangani. “Penyelesaian transaksi tunduk pada pemenuhan beberapa kondisi-kondisi pendahuluan,” ujar Jenny Quantero.

03Kapan peristiwa dalam “Haji Isam Beli Sebesar 30 Persen Bayan Resources, Kesepakatan Saham Low Tuck Kwong Masih…” terjadi?

Pada Selasa, 18/08/2026, saham BYAN melonjak 19,97 persen menjadi Rp17.275 setelah rumor akuisisi sekitar 62,2 persen beredar.

04Mengapa perkembangan dalam “Haji Isam Beli Sebesar 30 Persen Bayan Resources, Kesepakatan Saham Low Tuck Kwong Masih…” terjadi?

Pengalihan 10.000.000.500 saham tersebut karena itu merupakan perubahan penting dalam komposisi kepemilikan pemegang saham utama Bayan Resources.

05Bagaimana proses atau peristiwa dalam “Haji Isam Beli Sebesar 30 Persen Bayan Resources, Kesepakatan Saham Low Tuck Kwong Masih…” berlangsung?

Sepuluh Miliar Saham BYAN Berpindah Melalui CSPA PT Jhonlin Baratama, bagian dari kelompok usaha Jhonlin milik Pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, menandatangani CSPA dengan Low Tuck Kwong dan Elaine Low.

06Apa dampak yang disebutkan dalam “Haji Isam Beli Sebesar 30 Persen Bayan Resources, Kesepakatan Saham Low Tuck Kwong Masih…”?

Jenny mengatakan manajemen tidak melihat dampak material negatif dari rencana transaksi tersebut terhadap kegiatan usaha perseroan. "Tidak menimbulkan dampak material negatif yang dapat mengganggu kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha perseroan,” kata Jenny Quantero.

07Angka penting apa yang disebut dalam “Haji Isam Beli Sebesar 30 Persen Bayan Resources, Kesepakatan Saham Low Tuck Kwong Masih…”?

CSPA 16 September menjadi perkembangan formal pertama yang menghubungkan PT Jhonlin Baratama dengan pengalihan saham BYAN dari Low Tuck Kwong dan Elaine Low.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Independensi Media dan Demonstrasi: Mengapa Kepentingan Bisnis Bisa Memengaruhi Pemberitaan Pers

    Independensi Media dan Demonstrasi: Mengapa Kepentingan Bisnis Bisa Memengaruhi Pemberitaan Pers

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Satrio Arismunandar, Mantan Jurnalis Harian KOMPAS dan Divisi News TRANS TV.
    • visibility 51
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Setiap kali terjadi demonstrasi besar, terutama jika melibatkan ribuan orang dan berpotensi menimbulkan kerusuhan, selalu muncul pertanyaan: mengapa media tidak memberitakannya lebih besar? 02 Media Butuh Berita, Tetapi Tidak Butuh Kekacauan Ada sesuatu yang agak paradoks dalam hubungan media dengan demonstrasi. […]

  • KPK Geledah Kantor ATR/BPN Dalam Kasus HGB Bogor, Ruang Nusron Wahid Masih Belum Disentuh

    KPK Geledah Kantor ATR/BPN Dalam Kasus HGB Bogor, Ruang Nusron Wahid Masih Belum Disentuh

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 12
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Tahapan berikutnya akan ditentukan berdasarkan analisis barang bukti dan perkembangan penyidikan KPK. 02 Fokus penyidik mencakup dokumen, bukti elektronik, mekanisme layanan pertanahan, dan kemungkinan keterlibatan pihak lain. 03 Penggeledahan terbaru menjadi bagian penting dalam upaya KPK memperjelas alur pengurusan HGB Summarecon […]

  • Bank BSN Cetak Laba Rp643,6 Miliar, Pembiayaan Tumbuh 25,7 Persen hingga Juli 2026

    Bank BSN Cetak Laba Rp643,6 Miliar, Pembiayaan Tumbuh 25,7 Persen hingga Juli 2026

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 33
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) membukukan kinerja positif pada tahun pertama transformasi dengan mencetak laba kotor Rp643,6 miliar atau tumbuh 40% YoY hingga Juli 2026. Pertumbuhan laba tersebut disokong oleh aset yang mencapai Rp81,1 triliun, pembiayaan yang tumbuh 25,7% YoY […]

  • Dugaan Isi SDB Hilang di MNC Bank, DPR dan CBA Dorong OJK Ungkap Fakta Melalui Pemeriksaan Menyeluruh

    Dugaan Isi SDB Hilang di MNC Bank, DPR dan CBA Dorong OJK Ungkap Fakta Melalui Pemeriksaan Menyeluruh

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 24
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Komisi XI DPR meminta OJK memeriksa MNC Bank terkait dugaan hilangnya surat berharga dalam Safe Deposit Box. 02 Harris Turino menilai dugaan tersebut menyangkut kepentingan konsumen dan kepercayaan nasabah terhadap keamanan perbankan. 03 Pemeriksaan diminta mencakup akses SDB, CCTV, kunci, sistem […]

  • BRI Salurkan Kredit UMKM Rp1.235 Triliun hingga Triwulan II 2026, Apa Dampaknya bagi Ekonomi Kerakyatan Indonesia?

    BRI Salurkan Kredit UMKM Rp1.235 Triliun hingga Triwulan II 2026, Apa Dampaknya bagi Ekonomi Kerakyatan Indonesia?

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 36
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Dalam paparan Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan II 2026 di Jakarta, Senin (31/8), tercatat bahwa portofolio kredit UMKM BRI tumbuh 8,6% secara year-on-year (YoY) mEkonomi Kerakyatan menjadi Rp1.235,4 triliun. 02 Hingga Triwulan II 2026, total aset BRI Group mencapai Rp2.352 […]

  • Tony Fernandes Ungkap Kondisi Terbaru AirAsia: Avtur Mahal, Utang Tinggi, Namun Permintaan Tetap Bertahan

    Tony Fernandes Ungkap Kondisi Terbaru AirAsia: Avtur Mahal, Utang Tinggi, Namun Permintaan Tetap Bertahan

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 13
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Tantangan utama AirAsia mencakup harga avtur, biaya operasional, pengelolaan utang, serta pemulihan kapasitas penerbangan. 02 Permintaan kuartal III dan pemesanan kuartal IV menjadi indikator penting bagi kinerja AirAsia hingga akhir 2026. 03 Kondisi AirAsia saat ini berbeda dengan pandemi karena pembatasan […]

expand_less