Memuat tanggal... Kirim Rilis
Jumat, 23 Okt 2026
Trending
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Hukum » KPK Geledah Kantor ATR/BPN Dalam Kasus HGB Bogor, Ruang Nusron Wahid Masih Belum Disentuh

KPK Geledah Kantor ATR/BPN Dalam Kasus HGB Bogor, Ruang Nusron Wahid Masih Belum Disentuh

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
  • visibility 47
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. Tahapan berikutnya akan ditentukan berdasarkan analisis barang bukti dan perkembangan penyidikan KPK.

  2. Fokus penyidik mencakup dokumen, bukti elektronik, mekanisme layanan pertanahan, dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.

  3. Penggeledahan terbaru menjadi bagian penting dalam upaya KPK memperjelas alur pengurusan HGB Summarecon di Kabupaten Bogor.

EKSPRESPOST.COM – Apa yang sebenarnya dicari KPK dari tiga ruang direktur jenderal ATR/BPN setelah OTT HGB Summarecon?

Mengapa ruang Nusron Wahid belum digeledah meski empat tersangka disebut sebagai orang kepercayaannya?

Dan sejauh mana dokumen serta barang bukti elektronik terbaru dapat memperjelas dugaan penerimaan dalam perkara tersebut?

Ruang Kerja Nusron Belum Masuk Lokasi Penggeledahan

Ruang Menteri ATR/BPN Nusron Wahid belum digeledah KPK dalam kegiatan penyidikan pada Kamis tersebut.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo menyatakan penyidik masih menyesuaikan lokasi penggeledahan dengan kebutuhan pembuktian perkara.

“Ya, nanti kita tunggu perkembangan dari kebutuhan penyidikan,” kata Budi Prasetyo

Pernyataan tersebut menempatkan penggeledahan sebagai bagian dari proses pencarian bukti yang masih berlangsung.

Presiden Prabowo Serahkan Penanganan Perkara Kepada Penegak Hukum

Istana menyatakan Presiden Prabowo Subianto tidak akan mencampuri proses hukum terhadap pejabat yang tersangkut perkara.

“Bapak Presiden tidak akan mau ikut campur soal begitu-begitu,” ujar Bambang Eko Suhariyanto, Wakil Menteri Sekretaris Negara.

Dengan penggeledahan terbaru, KPK kini memiliki tambahan dokumen dan bukti elektronik untuk dianalisis sebelum menentukan langkah penyidikan berikutnya.

Penggeledahan Menjadi Tahap Baru Penyidikan Perkara HGB

KPK melakukan penggeledahan di Kementerian ATR/BPN pada Kamis, (17/September/2026), setelah menetapkan delapan tersangka perkara HGB Summarecon.

Penggeledahan menyasar ruang tiga direktur jenderal dan sejumlah ruangan direktorat yang berkaitan dengan layanan pertanahan.

Tiga dirjen tersebut ialah Lampri, Virgo Eresta Jaya, dan Asnaedi, dengan Lampri telah berstatus tersangka dalam perkara.

Barang Bukti Digital dan Dokumen Akan Diuji Penyidik KPK

KPK mengamankan dokumen serta barang bukti elektronik yang berkaitan dengan proses dan mekanisme layanan di Kementerian ATR/BPN.

Bukti tersebut menjadi bahan penyidik untuk menelusuri hubungan antara proses administrasi pertanahan dan dugaan tindak pidana yang disidik.

Budi menyebut pencarian dilakukan untuk melengkapi alat bukti dan memperjelas konstruksi perkara yang bermula dari OTT.

Delapan Tersangka dan Rp106,3 Miliar Menguatkan Konteks Perkara

Perkara tersebut telah menyeret delapan tersangka, termasuk pejabat ATR/BPN, pihak swasta, serta empat orang yang disebut diduga sebagai orang kepercayaan Nusron.

Empat nama tersebut adalah Arif Sugiyanto, Fahd El Fouz, Erwin, dan Muhammad Fakhry.

KPK juga menyita uang sekitar Rp106,3 miliar dalam rangkaian OTT yang berkaitan dengan dugaan pengurusan HGB tersebut.****

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “KPK Geledah Kantor ATR/BPN Dalam Kasus HGB Bogor, Ruang Nusron Wahid Masih Belum Disentuh”?

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo menyatakan penyidik masih menyesuaikan lokasi penggeledahan dengan kebutuhan pembuktian perkara. “Ya, nanti kita tunggu perkembangan dari kebutuhan penyidikan,” kata Budi Prasetyo Pernyataan tersebut menempatkan penggeledahan sebagai bagian dari proses pencarian bukti yang masih berlangsung.

02Siapa pihak utama yang disebut dalam “KPK Geledah Kantor ATR/BPN Dalam Kasus HGB Bogor, Ruang Nusron Wahid Masih Belum Disentuh”?

Ruang Kerja Nusron Belum Masuk Lokasi Penggeledahan Ruang Menteri ATR/BPN Nusron Wahid belum digeledah KPK dalam kegiatan penyidikan pada Kamis tersebut.

03Kapan peristiwa dalam “KPK Geledah Kantor ATR/BPN Dalam Kasus HGB Bogor, Ruang Nusron Wahid Masih Belum Disentuh” terjadi?

Penggeledahan Menjadi Tahap Baru Penyidikan Perkara HGB KPK melakukan penggeledahan di Kementerian ATR/BPN pada Kamis, (17/September/2026), setelah menetapkan delapan tersangka perkara HGB Summarecon.

04Di mana peristiwa dalam “KPK Geledah Kantor ATR/BPN Dalam Kasus HGB Bogor, Ruang Nusron Wahid Masih Belum Disentuh” berlangsung?

Barang Bukti Digital dan Dokumen Akan Diuji Penyidik KPK KPK mengamankan dokumen serta barang bukti elektronik yang berkaitan dengan proses dan mekanisme layanan di Kementerian ATR/BPN.

05Bagaimana proses atau peristiwa dalam “KPK Geledah Kantor ATR/BPN Dalam Kasus HGB Bogor, Ruang Nusron Wahid Masih Belum Disentuh” berlangsung?

Presiden Prabowo Serahkan Penanganan Perkara Kepada Penegak Hukum Istana menyatakan Presiden Prabowo Subianto tidak akan mencampuri proses hukum terhadap pejabat yang tersangkut perkara. “Bapak Presiden tidak akan mau ikut campur soal begitu-begitu,” ujar Bambang Eko Suhariyanto, Wakil Menteri Sekretaris Negara.

06Angka penting apa yang disebut dalam “KPK Geledah Kantor ATR/BPN Dalam Kasus HGB Bogor, Ruang Nusron Wahid Masih Belum Disentuh”?

KPK juga menyita uang sekitar Rp106,3 miliar dalam rangkaian OTT yang berkaitan dengan dugaan pengurusan HGB tersebut.****.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korporasi Tambang Berpiutang Tifak Bisa Urus RKAB, ESDM Perketat Persetujuan Produksi Minerba 2026

    Korporasi Tambang Berpiutang Tifak Bisa Urus RKAB, ESDM Perketat Persetujuan Produksi Minerba 2026

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 44
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Bahlil mengatakan distribusi kesempatan produksi ingin dibuat lebih merata agar tidak terjadi monopoli pengelolaan sumber daya mineral. 02 Kebijakan tersebut disebut sebagai implementasi amanat Pasal 33 UUD 1945 tentang kemakmuran rakyat. 03 Pemerintah mengakui kebijakan pemerataan dapat menimbulkan keberatan dari sebagian […]

  • Bank BSN Cetak Laba Rp643,6 Miliar, Pembiayaan Tumbuh 25,7 Persen hingga Juli 2026

    Bank BSN Cetak Laba Rp643,6 Miliar, Pembiayaan Tumbuh 25,7 Persen hingga Juli 2026

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 51
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) membukukan kinerja positif pada tahun pertama transformasi dengan mencetak laba kotor Rp643,6 miliar atau tumbuh 40% YoY hingga Juli 2026. Pertumbuhan laba tersebut disokong oleh aset yang mencapai Rp81,1 triliun, pembiayaan yang tumbuh 25,7% YoY […]

  • Nusron dan Raja Juli Menjadi Sorotan, Ini Fakta Perkara KPK dan Ruang Evaluasi Presiden Prabowo Terbaru

    Nusron dan Raja Juli Menjadi Sorotan, Ini Fakta Perkara KPK dan Ruang Evaluasi Presiden Prabowo Terbaru

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 50
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Transparansi dan konsistensi akuntabilitas menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan terhadap pemerintahan. 02 Proses hukum tetap menjadi kewenangan KPK, sedangkan evaluasi menteri berada dalam ranah keputusan Presiden. 03 Perhatian publik kini tertuju pada bagaimana Presiden Prabowo merespons perkembangan perkara yang menyentuh […]

  • Pasar Modal Indonesia: Ketika Pertumbuhan Belum Cukup

    Pasar Modal Indonesia: Ketika Pertumbuhan Belum Cukup

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 40
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Seminar bertema “Masa Depan Pasar Modal Indonesia: Sinergi Kebijakan, Industri, dan Profesi untuk Pertumbuhan Berkelanjutan” tersebut mempertemukan pelaku profesi pasar modal, Bursa Efek Indonesia (BEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), legislator, lembaga penjaminan, dan akademisi. 02 Sebab pasar modal bukan hanya tempat […]

  • Hampir Satu Ton Merkuri Ilegal Disita Polres Bogor, Empat Tersangka Terancam Denda Rp10 Miliar

    Hampir Satu Ton Merkuri Ilegal Disita Polres Bogor, Empat Tersangka Terancam Denda Rp10 Miliar

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 53
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Polres Bogor mengamankan hampir satu ton merkuri ilegal yang diduga menjadi pasokan pengolahan emas tanpa izin. 02 Total barang bukti mencapai 998,825 kilogram dengan estimasi nilai sekitar Rp2,9 miliar. 03 Penyelidikan masih berlangsung guna mengungkap tujuan pasokan dan jaringan perdagangan merkuri […]

  • Purbaya Setelah Dicopot Jadi Menteri Keuangan: Pilih Pensiun, Mancing, dan Tak Cari Jabatan Baru

    Purbaya Setelah Dicopot Jadi Menteri Keuangan: Pilih Pensiun, Mancing, dan Tak Cari Jabatan Baru

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 24
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Perhatian publik selanjutnya tertuju pada arah APBN, perpajakan, likuiditas perbankan dan kepercayaan investor. 02 Ia memilih pensiun, beristirahat dan memancing, sementara Suahasil menghadapi tugas menjaga kesinambungan kebijakan fiskal. 03 Purbaya kini memasuki fase baru setelah sekitar satu tahun menjalankan tugas sebagai […]

expand_less