Memuat tanggal... Kirim Rilis
Langsung ke konten
Selasa, 22 Sep 2026
Trending
Beranda » Ekonomi » MBG Capai Realisasi Anggaran Rp139,77 Triliun, BGN Jelaskan Target Penerima dan Pembenahan Tata Kelola

MBG Capai Realisasi Anggaran Rp139,77 Triliun, BGN Jelaskan Target Penerima dan Pembenahan Tata Kelola

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month
  • visibility 14
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. Perkembangan berikutnya akan menunjukkan bagaimana sisa anggaran digunakan dalam keberlanjutan program MBG.

  2. Sisa anggaran tersebut berada di tengah proses perluasan penerima, pemutakhiran data, dan pengetatan standar SPPG.

  3. Program MBG masih memiliki sekitar Rp79 triliun anggaran belum terealisasi hingga 16 September 2026.

EKSPRESPOST.COM – Mengapa BGN mencoret 1.653 satuan pendidikan ketika program MBG masih memiliki target jutaan penerima yang belum tercapai?

Apakah perubahan sasaran tersebut berkaitan dengan upaya mengalihkan layanan kepada kelompok yang dinilai lebih membutuhkan?

Dan bagaimana langkah tersebut berjalan ketika anggaran MBG telah mencapai Rp139,77 triliun serta ribuan dapur masih menjalani pengetatan standar higiene dan sanitasi?

Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mengubah peta sasaran Program Makan Bergizi Gratis ketika penyerapan anggaran telah mencapai Rp139,77 triliun.

Data tersebut mencerminkan 63,89 persen dari total pagu MBG sebesar Rp218,77 triliun hingga 16 September 2026.

Kepala BGN Sudaryono menyampaikan perkembangan tersebut dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, (17/9/2026).

“Sampai dengan 16 September 2026 berdasarkan data aplikasi SAKTI, penyerapan anggaran program MBG tahun 2026 mencapai 63,89% atau sebesar Rp139,77 triliun dari total pagu Rp218,77 triliun, dengan sisa yang belum terealisasi sebesar Rp79 triliun,” kata Sudaryono.

Pemutakhiran Sasaran Mengubah Peta Penerima Program MBG

Dalam pemutakhiran data, BGN mengeluarkan 1.653 satuan pendidikan dari daftar penerima manfaat MBG di seluruh Indonesia.

BGN menjelaskan mayoritas satuan pendidikan tersebut merupakan sekolah swasta bertaraf internasional dan sekolah yang telah mandiri secara finansial.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya BGN memastikan sasaran MBG sesuai kriteria dan kebutuhan penerima manfaat.

“Mayoritas dari 1.653 yang kami exclude atau kami keluarkan dari daftar penerima manfaat tadi adalah sekolah-sekolah swasta bertaraf internasional.”

“Sekolah atau satuan pendidikan yang berkerjasama dengan institusi internasional maupun nasional dan sekolah-sekolah yang sudah mandiri secara finansialnya, tanpa bergantung pada bantuan operasional sekolah atau dana bos,” ujar Sudaryono.

BGN kemudian menyiapkan perluasan layanan ke wilayah 3T dan daerah dengan angka stunting tinggi.

Perluasan dilakukan bertahap berdasarkan prioritas wilayah serta pemetaan satuan pendidikan yang belum mendapatkan layanan MBG.

Target Penerima Belum Tercapai Meski Anggaran Sudah Besar

Hingga 31 Agustus 2026, penerima manfaat MBG tercatat 56,99 juta orang dari target 74,56 juta penerima.

Realisasi tersebut mencapai sekitar 76,45 persen, dengan selisih sekitar 17,56 juta penerima dari target tahunan.

“Hal ini sejalan dengan realisasi penerima manfaat per 31 Agustus 2026 yang telah mencapai 76,46% atau sebanyak 56,99 juta dari target 74,56 juta penerima manfaat, dengan selisih 17,56 juta penerima manfaat,” tutur Sudaryono.

BGN menyatakan capaian penerima manfaat tersebut masih sementara karena proses penyesuaian data dan penguatan tata kelola masih berlangsung.

Karena periode pengukuran berbeda, angka anggaran 16 September tidak dapat dibaca sebagai capaian penerima pada tanggal yang sama.

BGN menyebut selisih penerima tersebut merupakan konsekuensi proses penguatan tata kelola, bukan tanda program MBG dihentikan.

Pengetatan SPPG Menyertai Perubahan Sasaran Penerima

Pada sisi layanan, BGN juga memperketat persyaratan bagi SPPG sebagai unit pelaksana penyedia makanan bergizi.

Sebanyak 1.276 SPPG dihentikan sementara pada 16 September karena belum memenuhi persyaratan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi atau SLHS.

Rinciannya mencakup 821 SPPG yang masih mendaftar, 447 SPPG yang telah mendaftar tetapi belum memenuhi syarat, dan delapan SPPG yang statusnya belum terkonfirmasi.

Langkah tersebut melanjutkan penutupan sementara 1.999 dapur SPPG yang belum mendaftarkan SLHS pada 7 September 2026.

Dengan demikian, perluasan cakupan MBG berlangsung bersamaan dengan evaluasi terhadap kualitas dan kelayakan unit pelayanan.

BGN Memperkuat Pengawasan Melalui Penilaian dari Sekolah

BGN juga menyiapkan aplikasi rating untuk memperoleh masukan langsung dari sekolah mengenai layanan SPPG.

Melalui mekanisme tersebut, kepala sekolah nantinya dapat memberikan penilaian serta catatan terkait kualitas menu dan ketepatan waktu pengiriman.

“Nantinya kami akan memberikan semacam aplikasi kepada Bapak-Ibu kepala sekolah, seperti di Ojek Online, seperti di GoFood, yang kemudian Bapak-Ibu guru itu bisa ngasih bintang, bisa ngasih catatan terhadap si dapur itu,” ujar Sudaryono.

Penguatan pengawasan tersebut melengkapi langkah BGN dalam memperbaiki produksi, distribusi, konsumsi makanan, higiene, sanitasi, dan edukasi gizi.

Sementara itu, sekitar Rp79 triliun dari pagu MBG masih belum terealisasi hingga 16 September 2026.

Posisi tersebut membuat periode berikutnya menjadi bagian penting untuk melihat bagaimana sisa anggaran diterjemahkan menjadi perluasan layanan dan perbaikan tata kelola.

Arah BGN saat ini menunjukkan perubahan sasaran penerima berjalan beriringan dengan upaya memperluas akses ke wilayah yang dinilai membutuhkan layanan lebih besar.****

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “MBG Capai Realisasi Anggaran Rp139,77 Triliun, BGN Jelaskan Target Penerima dan Pembenahan Tata Kelola”?

Kepala BGN Sudaryono menyampaikan perkembangan tersebut dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, (17/9/2026). "Sampai dengan 16 September 2026 berdasarkan data aplikasi SAKTI, penyerapan anggaran program MBG tahun 2026 mencapai 63,89% atau sebesar Rp139,77 triliun dari total pagu Rp218,77 triliun, dengan sisa yang belum terealisasi sebesar Rp79 triliun," kata Sudaryono.

02Siapa pihak utama yang disebut dalam “MBG Capai Realisasi Anggaran Rp139,77 Triliun, BGN Jelaskan Target Penerima dan Pembenahan Tata Kelola”?

Melalui mekanisme tersebut, kepala sekolah nantinya dapat memberikan penilaian serta catatan terkait kualitas menu dan ketepatan waktu pengiriman. "Nantinya kami akan memberikan semacam aplikasi kepada Bapak-Ibu kepala sekolah, seperti di Ojek Online, seperti di GoFood, yang kemudian Bapak-Ibu guru itu bisa ngasih bintang, bisa ngasih catatan terhadap si dapur itu," ujar Sudaryono.

03Kapan peristiwa dalam “MBG Capai Realisasi Anggaran Rp139,77 Triliun, BGN Jelaskan Target Penerima dan Pembenahan Tata Kelola” terjadi?

Data tersebut mencerminkan 63,89 persen dari total pagu MBG sebesar Rp218,77 triliun hingga 16 September 2026.

04Di mana peristiwa dalam “MBG Capai Realisasi Anggaran Rp139,77 Triliun, BGN Jelaskan Target Penerima dan Pembenahan Tata Kelola” berlangsung?

BGN kemudian menyiapkan perluasan layanan ke wilayah 3T dan daerah dengan angka stunting tinggi.

05Mengapa perkembangan dalam “MBG Capai Realisasi Anggaran Rp139,77 Triliun, BGN Jelaskan Target Penerima dan Pembenahan Tata Kelola” terjadi?

BGN menyatakan capaian penerima manfaat tersebut masih sementara karena proses penyesuaian data dan penguatan tata kelola masih berlangsung.

06Bagaimana proses atau peristiwa dalam “MBG Capai Realisasi Anggaran Rp139,77 Triliun, BGN Jelaskan Target Penerima dan Pembenahan Tata Kelola” berlangsung?

BGN menjelaskan mayoritas satuan pendidikan tersebut merupakan sekolah swasta bertaraf internasional dan sekolah yang telah mandiri secara finansial.

07Apa dampak yang disebutkan dalam “MBG Capai Realisasi Anggaran Rp139,77 Triliun, BGN Jelaskan Target Penerima dan Pembenahan Tata Kelola”?

Pemutakhiran Sasaran Mengubah Peta Penerima Program MBG Dalam pemutakhiran data, BGN mengeluarkan 1.653 satuan pendidikan dari daftar penerima manfaat MBG di seluruh Indonesia.

08Angka penting apa yang disebut dalam “MBG Capai Realisasi Anggaran Rp139,77 Triliun, BGN Jelaskan Target Penerima dan Pembenahan Tata Kelola”?

Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mengubah peta sasaran Program Makan Bergizi Gratis ketika penyerapan anggaran telah mencapai Rp139,77 triliun.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau Selat Sunda, PFI Jakarta Bersama Insan Pers Gelar Doa

    Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau Selat Sunda, PFI Jakarta Bersama Insan Pers Gelar Doa

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 14
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau menjadi konteks penting dalam pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal. 02 Erupsi sebelumnya menghasilkan abu vulkanik dan berdampak terhadap operasional sejumlah bandar udara di Indonesia. 03 Pemerintah mengingatkan masyarakat menghindari kawasan Gunung Anak Krakatau tanpa […]

  • Rp120 T Danantara Masuk APBN 2026, Menkeu Purbaya Ungkap Rencana Pemerintah di Tengah Perbedaan Keterangan

    Rp120 T Danantara Masuk APBN 2026, Menkeu Purbaya Ungkap Rencana Pemerintah di Tengah Perbedaan Keterangan

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 11
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Rp120 Triliun Danantara Diproyeksikan Menambah Penerimaan Negara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan Danantara akan memberikan sekitar Rp120 triliun untuk APBN 2026. 02 Namun, perbedaan posisi dengan Danantara membuat status Rp120 triliun perlu dibedakan antara target pemerintah dan penerimaan yang sudah […]

  • Update KM Virgo Transport 8: 115 Dievakuasi, Dede Farandika Disebut oleh Keluarga Berhasil Diselamatkan Nelayan

    Update KM Virgo Transport 8: 115 Dievakuasi, Dede Farandika Disebut oleh Keluarga Berhasil Diselamatkan Nelayan

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 12
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Posko informasi disiapkan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. 02 Basarnas mengerahkan kapal SAR dan helikopter untuk memperluas jangkauan pencarian korban. 03 Operasi pencarian KM Virgo Transport 8 masih berlangsung setelah kapal dilaporkan menghadapi cuaca buruk di Laut […]

  • Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda Memasuki Perkembangan Baru, Jaket Pelampung Menunggu Identifikasi

    Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda Memasuki Perkembangan Baru, Jaket Pelampung Menunggu Identifikasi

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 15
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Operasi SAR tetap berlangsung dengan mengutamakan perluasan pencarian sekaligus keselamatan seluruh personel di lapangan. 02 Temuan jaket pelampung menjadi objek verifikasi, tetapi belum dapat disebut sebagai bukti keberadaan rombongan. 03 Hilangnya rombongan terjadi ketika mereka menuju Gunung Anak Krakatau untuk melakukan […]

  • SapuLangit Media Center Luncurkan 5 Media Online Baru, Fokus Berita Kesehatan, Pariwisata dan Lingkungan Hidup

    SapuLangit Media Center Luncurkan 5 Media Online Baru, Fokus Berita Kesehatan, Pariwisata dan Lingkungan Hidup

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 94
    • 0Komentar

    SapuLangit Media Center memperluas ekosistem media digital dengan meluncurkan lima media baru yang diarahkan pada bidang kesehatan, pariwisata, dan lingkungan hidup.

  • Suahasil Nazara Jadi Menkeu, IHSG dan Rupiah Melemah, Bagaimana Kondisi Fiskal Indonesia Terbaru?

    Suahasil Nazara Jadi Menkeu, IHSG dan Rupiah Melemah, Bagaimana Kondisi Fiskal Indonesia Terbaru?

    • calendar_month 1 jam yang lalu
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 5
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Pergerakan berikutnya menjadi perhatian untuk melihat respons pasar terhadap kebijakan fiskal Suahasil Nazara. 02 Namun, periode tersebut juga diwarnai ketidakpastian global, geopolitik, kebijakan bank sentral dan ekspektasi investor. 03 Data hingga 21 September menunjukkan IHSG dan rupiah melemah setelah pergantian Menteri […]

expand_less