Memuat tanggal... Kirim Rilis
Sabtu, 7 Nov 2026
Trending
Beranda » Ekonomi » SMRA Setelah OTT KPK: Saham Anjlok, Kasus HGB Bergulir, dan Investor Menunggu Kejelasan Korporasi

SMRA Setelah OTT KPK: Saham Anjlok, Kasus HGB Bergulir, dan Investor Menunggu Kejelasan Korporasi

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
  • visibility 63
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. Perkembangan penyidikan KPK dan informasi resmi korporasi menjadi faktor penting yang perlu dipantau.

  2. Penurunan 13,25% sehari sebelumnya belum cukup untuk menyimpulkan dampak jangka panjang terhadap fundamental SMRA.

  3. Reaksi pasar terhadap kasus SMRA berlangsung cepat, tetapi saham kembali menguat pada sesi pertama Rabu.

EKSPRESPOST.COM – Bagaimana pengurusan HGB Summarecon di Kabupaten Bogor berkembang menjadi perkara OTT KPK?

Mengapa permintaan biaya Rp2 miliar kemudian berujung pada dugaan pemberian Rp1,5 miliar?

Dan bagaimana perkara yang menyeret Presiden Direktur Adrianto Pitojo Adhi tersebut memengaruhi saham SMRA serta perhatian investor terhadap korporasi?

Kasus yang menyeret Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Adrianto Pitojo Adhi memasuki babak penting setelah KPK menetapkannya sebagai tersangka.

Adrianto ditangkap dalam OTT KPK pada Senin, (14/09/2026), bersama sejumlah pihak yang berkaitan dengan lingkungan ATR/BPN.

KPK menyebut operasi tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi dalam pengurusan HGB di Kabupaten Bogor.

Saham SMRA Tertekan Ketika Risiko Hukum Menjadi Perhatian

Dampak awal perkara terlihat pada pasar modal ketika saham SMRA turun 13,25% menjadi Rp288 pada Selasa, (15/09/2026).

Sebelumnya, saham tersebut sempat turun 6,02% menjadi Rp312 pada perdagangan sesi pertama.

Pada Rabu, (16/09/2026), saham SMRA mulai pulih dan berada di Rp296 pada penutupan sesi pertama.

Pergerakan tersebut menunjukkan pasar merespons perkembangan hukum secara cepat, meskipun arah jangka panjangnya belum dapat disimpulkan.

Korporasi masih perlu menghadapi proses hukum sekaligus menjaga operasional, penjualan dan kepercayaan pemegang saham.

Karena itu, perkembangan penyidikan KPK serta keterbukaan informasi SMRA menjadi faktor penting untuk melihat dampak lanjutan perkara HGB tersebut.

Sengketa Tanah Menjadi Latar Awal Pengurusan HGB Summarecon Bogor

Menurut konstruksi KPK, perkara tersebut bermula dari persoalan yang berkaitan dengan sertifikat HGB Summarecon.

Sejumlah sertifikat disebut mengalami pemblokiran setelah muncul persoalan hukum yang melibatkan pemilik atau ahli waris.

Pihak yang menjadi perantara Summarecon kemudian meminta bantuan agar proses pembukaan blokir dan pemecahan HGB dapat dilakukan.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo sebelumnya menyatakan perkara tersebut berkaitan dengan proses pengurusan HGB di Kabupaten Bogor.

“Peristiwa tertangkap ini diduga terkait dengan proses pengurusan HGB atau hak guna bangunan di wilayah Kabupaten Bogor,” kata Budi.

KPK Mengungkap Permintaan Rp2 Miliar dan Pemberian Rp1,5 Miliar

Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein kemudian mengungkap konstruksi dugaan pemberian uang dalam perkara tersebut.

Menurut KPK, pihak perantara memperoleh informasi mengenai permintaan biaya pengurusan sebesar Rp2 miliar pada awal Agustus 2026.

Summarecon disebut hanya menyanggupi pemberian sebesar Rp1,5 miliar dalam proses tersebut.

“Namun, pihak Summarecon hanya menyanggupi sejumlah Rp1,5 miliar,” kata Achmad Taufik Husein, Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK.

KPK menyebut uang Rp1,5 miliar diserahkan Adrianto melalui perantara kepada Erwin pada 27 Agustus 2026.

Erwin kemudian disebut menyerahkan Rp200 juta dari jumlah tersebut kepada Sontang Coin Manurung.

Delapan Tersangka Ditahan dalam Perkara HGB Bogor

Sehari setelah OTT, KPK menetapkan delapan tersangka dalam perkara tersebut.

Mereka antara lain Lampri, I Sontang Coin Manurung, Adrianto Pitojo Adhi dan Rizal Pahlevi sebagai pihak swasta atau perantara Summarecon.

Tersangka lainnya adalah Arif Sugiyanto, Fahd El Fouz alias Fahd Arafiq, Erwin dan Muhammad Fakhry.

KPK juga menyebut empat tersangka diduga merupakan orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.

Kedelapan tersangka kemudian ditahan KPK setelah menjalani pemeriksaan terkait konstruksi perkara tersebut.****

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “SMRA Setelah OTT KPK: Saham Anjlok, Kasus HGB Bergulir, dan Investor Menunggu Kejelasan Korporasi”?

Delapan Tersangka Ditahan dalam Perkara HGB Bogor Sehari setelah OTT, KPK menetapkan delapan tersangka dalam perkara tersebut.

02Siapa pihak utama yang disebut dalam “SMRA Setelah OTT KPK: Saham Anjlok, Kasus HGB Bergulir, dan Investor Menunggu Kejelasan Korporasi”?

Sengketa Tanah Menjadi Latar Awal Pengurusan HGB Summarecon Bogor Menurut konstruksi KPK, perkara tersebut bermula dari persoalan yang berkaitan dengan sertifikat HGB Summarecon.

03Kapan peristiwa dalam “SMRA Setelah OTT KPK: Saham Anjlok, Kasus HGB Bergulir, dan Investor Menunggu Kejelasan Korporasi” terjadi?

Adrianto ditangkap dalam OTT KPK pada Senin, (14/09/2026), bersama sejumlah pihak yang berkaitan dengan lingkungan ATR/BPN.

04Di mana peristiwa dalam “SMRA Setelah OTT KPK: Saham Anjlok, Kasus HGB Bergulir, dan Investor Menunggu Kejelasan Korporasi” berlangsung?

KPK menyebut operasi tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi dalam pengurusan HGB di Kabupaten Bogor.

05Mengapa perkembangan dalam “SMRA Setelah OTT KPK: Saham Anjlok, Kasus HGB Bergulir, dan Investor Menunggu Kejelasan Korporasi” terjadi?

Karena itu, perkembangan penyidikan KPK serta keterbukaan informasi SMRA menjadi faktor penting untuk melihat dampak lanjutan perkara HGB tersebut.

06Bagaimana proses atau peristiwa dalam “SMRA Setelah OTT KPK: Saham Anjlok, Kasus HGB Bergulir, dan Investor Menunggu Kejelasan Korporasi” berlangsung?

Pergerakan tersebut menunjukkan pasar merespons perkembangan hukum secara cepat, meskipun arah jangka panjangnya belum dapat disimpulkan.

07Apa dampak yang disebutkan dalam “SMRA Setelah OTT KPK: Saham Anjlok, Kasus HGB Bergulir, dan Investor Menunggu Kejelasan Korporasi”?

Saham SMRA Tertekan Ketika Risiko Hukum Menjadi Perhatian Dampak awal perkara terlihat pada pasar modal ketika saham SMRA turun 13,25% menjadi Rp288 pada Selasa, (15/09/2026).

08Angka penting apa yang disebut dalam “SMRA Setelah OTT KPK: Saham Anjlok, Kasus HGB Bergulir, dan Investor Menunggu Kejelasan Korporasi”?

Sebelumnya, saham tersebut sempat turun 6,02% menjadi Rp312 pada perdagangan sesi pertama.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Final Turnamen Free Fire: Prestasi E-Sport RI Mendunia, Pemain Sebut Tetap Utamakan Sekolah

    Final Turnamen Free Fire: Prestasi E-Sport RI Mendunia, Pemain Sebut Tetap Utamakan Sekolah

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle Idris Daulat
    • visibility 59
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Hari ini, FreeFire tidak hanya mencari juara nasional, tetapi juga merayakan perjalanan para pemain, komunitas, dan talenta lokal Yogyakarta yang membuat… EKSPRESPOST.COM – Ajang turnamen e-sport menjadi pintu masuk generasi Z untuk tampil dan berprestasi hingga tingkat dunia. Para pegiatnya menyatakan […]

  • 110 Juta Ton Bijih Jabal Sayid Madinah, Apa Arti Temuan Rare Earth dan Uranium bagi Arab Saudi?

    110 Juta Ton Bijih Jabal Sayid Madinah, Apa Arti Temuan Rare Earth dan Uranium bagi Arab Saudi?

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 45
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Jabal Sayid mempertemukan agenda pertambangan, hilirisasi mineral, teknologi maju, dan energi nuklir Saudi. 02 Temuan ini memperkuat perhatian terhadap peran Arab Saudi dalam rantai pasok mineral strategis global. 03 Tahap eksplorasi dan pengembangan berikutnya akan menentukan nilai ekonomi sebenarnya dari sumber […]

  • Akses Data Kripto DJP Semakin Terstruktur, SE-9/PJ/2026 Atur Permintaan Informasi dari PJAK Pelapor CARF

    Akses Data Kripto DJP Semakin Terstruktur, SE-9/PJ/2026 Atur Permintaan Informasi dari PJAK Pelapor CARF

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 100
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 SE-9/PJ/2026 memperjelas akses data sekaligus menekankan pentingnya perlindungan informasi keuangan. 02 Informasi yang diterima DJP dari PJAK Pelapor CARF wajib dijaga kerahasiaannya sesuai ketentuan perpajakan. 03 Pengelolaan data juga harus mengikuti standar pengamanan serta ketentuan dalam perjanjian internasional. EKSPRESPOST.COM – Mengapa […]

  • OJK Bentuk Working Group Pembiayaan UMKM, Total Penyaluran Tembus Rp1.948,72 Triliun

    OJK Bentuk Working Group Pembiayaan UMKM, Total Penyaluran Tembus Rp1.948,72 Triliun

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Telegraf – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan membentuk Working Group Akselerasi dan Peningkatan Efektivitas Pembiayaan UMKM bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian UMKM, serta kementerian/lembaga dan industri jasa keuangan untuk mempercepat penyaluran pembiayaan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah tersebut diumumkan dalam pembukaan UMKM Finance Summit 2026 di Jakarta, Selasa (11/8/2026), sebagai […]

  • Kacang Tanah India Masuk Melalui Dumai, 49,85 Ton Diamankan Polda Metro Sebelum Siap Diedarkan di Jakarta

    Kacang Tanah India Masuk Melalui Dumai, 49,85 Ton Diamankan Polda Metro Sebelum Siap Diedarkan di Jakarta

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 49
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Kasus bermula dari informasi dugaan impor ilegal kacang tanah yang kemudian ditindaklanjuti melalui penyelidikan Polda Metro Jaya. 02 Dari Dumai, komoditas tersebut dibawa menuju gudang di Jalan Kertajaya Raya, Penjaringan, Jakarta Utara. 03 Polisi kini berfokus mengurai siapa yang mengendalikan pemasukan, […]

  • Cadev Indonesia Tembus Dolar AS 146 Miliar, Dana Asing Dolar AS 10-11 Miliar Mengalir ke SBN dan SRBI

    Cadev Indonesia Tembus Dolar AS 146 Miliar, Dana Asing Dolar AS 10-11 Miliar Mengalir ke SBN dan SRBI

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 93
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Posisi cadangan devisa Indonesia naik tipis Dolar AS 700 juta sepanjang Agustus 2026. 02 Investor asing mengalirkan sekitar Dolar AS 10-11 miliar ke SBN dan SRBI secara year to date. 03 Bank Indonesia terus mencari cara menarik dana asing tanpa mengubah […]

expand_less