Memuat tanggal... Kirim Rilis
Langsung ke konten
Selasa, 22 Sep 2026
Trending
Beranda » Nasional » BMKG Pastikan Dentuman Bandung Raya Bukan Gempa, Sumber Suara Masih Dikaji Setelah Muncul Berulang Dini Hari

BMKG Pastikan Dentuman Bandung Raya Bukan Gempa, Sumber Suara Masih Dikaji Setelah Muncul Berulang Dini Hari

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month
  • visibility 18
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. BMKG memperkuat pemantauan kegempaan, petir, atmosfer, dan magnet bumi untuk mengungkap sumber dentuman Bandung Raya.

  2. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mempercayai spekulasi mengenai penyebab dentuman yang belum terverifikasi.

  3. Informasi resmi BMKG menjadi rujukan utama selama penyelidikan sumber suara dentuman masih berlangsung.

EKSPRESPOST.COM – Mengapa dentuman Bandung muncul ketika Gunung Anak Krakatau sedang mengalami erupsi menerus?

Apakah suara gemuruh dari Selat Sunda benar-benar dapat mencapai Bandung Raya?

Jika bukan gempa, petir, atau cuaca, dari mana sebenarnya dentuman tersebut berasal?

Dentuman Bandung Muncul Saat Anak Krakatau Mengalami Erupsi

Suara dentuman berulang dilaporkan terdengar di Bandung Raya sejak sekitar pukul 00.30 hingga 05.00 WIB.

Pada periode yang berdekatan, Gunung Anak Krakatau juga menunjukkan aktivitas erupsi menerus di Selat Sunda.

Badan Geologi mencatat erupsi menerus Anak Krakatau terjadi mulai pukul 23.07 WIB pada 5 September 2026.

Erupsi tersebut disertai suara gemuruh dan semburan merah menyala yang menyerupai lava fountain.

Kemunculan dua fenomena dalam waktu berdekatan kemudian memunculkan dugaan bahwa keduanya saling berkaitan.

Namun, BMKG menyatakan dugaan tersebut belum didukung bukti yang cukup dari data pemantauan.

BMKG Tidak Menemukan Gempa Sebagai Pemicu Dentuman Bandung

Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Suaidi Ahadi, mengatakan BMKG langsung memeriksa data kegempaan setelah menerima laporan masyarakat.

Hasil pemantauan menunjukkan tidak ada aktivitas seismik di Bandung dan wilayah sekitarnya selama periode dentuman.

“Selain parameter kegempaan, BMKG juga memeriksa kondisi atmosfer serta aktivitas kelistrikan udara di wilayah Jawa Barat,” kata Suaidi.

Pemeriksaan tersebut juga mencakup aktivitas petir menggunakan Lightning Detector untuk melihat kemungkinan gangguan kelistrikan atmosfer.

“Pemantauan Lightning Detector mencatat aktivitas petir di Bandung Raya berada pada intensitas relatif rendah dan tidak signifikan,” ujar Suaidi.

Temuan tersebut membuat gempa dan aktivitas petir tidak dapat dijadikan penjelasan utama dentuman berdasarkan data BMKG.

Arah Angin Memperlemah Dugaan Suara Erupsi Mencapai Bandung

BMKG mencatat kondisi cuaca di Jawa Barat secara umum cerah ketika masyarakat melaporkan suara dentuman.

Arah angin juga konsisten bergerak dari timur menuju barat pada periode kejadian.

Kondisi tersebut dinilai memperkecil kemungkinan gelombang suara erupsi Anak Krakatau merambat menuju Bandung Raya.

Meski Anak Krakatau sedang aktif, BMKG belum menemukan bukti yang menghubungkan aktivitas vulkanik tersebut secara langsung dengan dentuman Bandung.

Sumber suara karena itu masih diduga berasal dari fenomena lain yang belum teridentifikasi secara pasti.

Anomali Sebesi Muncul Ketika Aktivitas Anak Krakatau Berlangsung

Instrumen BMKG di Pulau Sebesi mencatat anomali seismogram pada pukul 23.08 WIB dan 23.32 WIB.

Catatan tersebut menjadi salah satu data penting karena waktunya berdekatan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Namun, anomali tersebut belum dapat dianggap sebagai bukti bahwa erupsi menjadi penyebab suara yang terdengar di Bandung.

Stasiun magnet bumi Sukabumi dan Serang juga merekam gangguan magnetik internal bumi pada periode 4 September hingga 5 September.

BMKG tidak menemukan aktivitas badai matahari yang berkaitan dengan gangguan magnetik tersebut.

“Namun, BMKG menekankan bahwa seluruh temuan anomali ini belum dapat secara langsung dikaitkan sebagai penyebab pasti suara dentuman tersebut,” ujar Suaidi.

Aktivitas Anak Krakatau Berlanjut, Pemantauan Bandung Diperketat

Badan Geologi menyatakan status aktivitas Gunung Anak Krakatau masih Level III atau Siaga.

Pada 6 September, BMKG meningkatkan pemantauan terhadap erupsi dan dampaknya terhadap atmosfer, penerbangan, serta kawasan Selat Sunda.

Sebaran abu vulkanik bahkan terpantau melingkupi sejumlah wilayah termasuk Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Bengkulu.

BNPB melaporkan perkembangan abu vulkanik tersebut berdampak pada operasional beberapa bandara sebagai langkah keselamatan penerbangan.

Namun, perkembangan erupsi tersebut tetap berbeda dengan pertanyaan mengenai sumber dentuman Bandung yang belum terjawab.

BMKG terus memantau kegempaan, petir, atmosfer, dan magnet bumi sambil berkoordinasi dengan instansi terkait.

Masyarakat Bandung Raya diminta tetap tenang dan menjadikan informasi resmi sebagai rujukan utama.****

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “BMKG Pastikan Dentuman Bandung Raya Bukan Gempa, Sumber Suara Masih Dikaji Setelah Muncul Berulang…”?

Badan Geologi mencatat erupsi menerus Anak Krakatau terjadi mulai pukul 23.07 WIB pada 5 September 2026.

02Siapa pihak utama yang disebut dalam “BMKG Pastikan Dentuman Bandung Raya Bukan Gempa, Sumber Suara Masih Dikaji Setelah Muncul Berulang…”?

BMKG Tidak Menemukan Gempa Sebagai Pemicu Dentuman Bandung Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Suaidi Ahadi, mengatakan BMKG langsung memeriksa data kegempaan setelah menerima laporan masyarakat.

03Kapan peristiwa dalam “BMKG Pastikan Dentuman Bandung Raya Bukan Gempa, Sumber Suara Masih Dikaji Setelah Muncul Berulang…” terjadi?

Dentuman Bandung Muncul Saat Anak Krakatau Mengalami Erupsi Suara dentuman berulang dilaporkan terdengar di Bandung Raya sejak sekitar pukul 00.30 hingga 05.00 WIB.

04Di mana peristiwa dalam “BMKG Pastikan Dentuman Bandung Raya Bukan Gempa, Sumber Suara Masih Dikaji Setelah Muncul Berulang…” berlangsung?

Pada periode yang berdekatan, Gunung Anak Krakatau juga menunjukkan aktivitas erupsi menerus di Selat Sunda.

05Mengapa perkembangan dalam “BMKG Pastikan Dentuman Bandung Raya Bukan Gempa, Sumber Suara Masih Dikaji Setelah Muncul Berulang…” terjadi?

Catatan tersebut menjadi salah satu data penting karena waktunya berdekatan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

06Bagaimana proses atau peristiwa dalam “BMKG Pastikan Dentuman Bandung Raya Bukan Gempa, Sumber Suara Masih Dikaji Setelah Muncul Berulang…” berlangsung?

Pemeriksaan tersebut juga mencakup aktivitas petir menggunakan Lightning Detector untuk melihat kemungkinan gangguan kelistrikan atmosfer. “Pemantauan Lightning Detector mencatat aktivitas petir di Bandung Raya berada pada intensitas relatif rendah dan tidak signifikan,” ujar Suaidi.

07Apa dampak yang disebutkan dalam “BMKG Pastikan Dentuman Bandung Raya Bukan Gempa, Sumber Suara Masih Dikaji Setelah Muncul Berulang…”?

Hasil pemantauan menunjukkan tidak ada aktivitas seismik di Bandung dan wilayah sekitarnya selama periode dentuman. “Selain parameter kegempaan, BMKG juga memeriksa kondisi atmosfer serta aktivitas kelistrikan udara di wilayah Jawa Barat,” kata Suaidi.

08Angka penting apa yang disebut dalam “BMKG Pastikan Dentuman Bandung Raya Bukan Gempa, Sumber Suara Masih Dikaji Setelah Muncul Berulang…”?

Anomali Sebesi Muncul Ketika Aktivitas Anak Krakatau Berlangsung Instrumen BMKG di Pulau Sebesi mencatat anomali seismogram pada pukul 23.08 WIB dan 23.32 WIB.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Audi Marissa Gugat Cerai Anthony Xie, Babak Baru Dimulai Setelah Keduanya Memilih Jalan Kehidupan Berbeda

    Audi Marissa Gugat Cerai Anthony Xie, Babak Baru Dimulai Setelah Keduanya Memilih Jalan Kehidupan Berbeda

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 14
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Perkara masih berlanjut di PN Jakarta Selatan setelah sidang perdana ditunda pada 3 September 2026. 02 Anthony Xie menegaskan perubahan hubungan sebagai pasangan tidak mengubah komitmen mereka menjadi orang tua bagi Anzel. 03 Gugatan cerai Audi Marissa menjadi sorotan setelah keduanya […]

  • Purbaya Yudhi Sadewa Resmi Diganti, Ini Fakta Polemik Danantara, Himbara dan 17+8 Sebelum Reshuffle

    Purbaya Yudhi Sadewa Resmi Diganti, Ini Fakta Polemik Danantara, Himbara dan 17+8 Sebelum Reshuffle

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 12
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Transisi tersebut menandai babak baru pengelolaan APBN setelah pergantian Menteri Keuangan. 02 Hingga pelantikan, Suahasil mengatakan belum berkomunikasi dengan Purbaya sebagai pendahulunya di Kementerian Keuangan. 03 Suahasil Nazara menerima telepon dari Istana pada Senin pagi sebelum kemudian menghadap Presiden Prabowo dan […]

  • Ekspres TV: Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur: Menatap Capaian Pembangunan Nasional

    Ekspres TV: Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur: Menatap Capaian Pembangunan Nasional

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Pemerintah merilis capaian program Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur mencakup swasembada pangan, B50, Sekolah Rakyat, MBG, hingga tata kelola BUMN.

  • Wilianto Tanta Kembali Terpilih Ketua Umum PSMTI 2026–2030 dalam Munas VIII Secara Aklamasi di Jakarta Hari Ini

    Wilianto Tanta Kembali Terpilih Ketua Umum PSMTI 2026–2030 dalam Munas VIII Secara Aklamasi di Jakarta Hari Ini

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 31
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Munas VIII PSMTI menetapkan Wilianto Tanta sebagai Ketua Umum 2026–2030 melalui keputusan aklamasi seluruh peserta forum. 02 Wilianto menyebut PSMTI sebagai organisasi independen yang tidak memperoleh anggaran pemerintah untuk operasional organisasi. 03 Menurut Wilianto, kekuatan PSMTI bergantung pada kekompakan dan kontribusi […]

  • Dunia Hiburan Heboh: Desta Tinggalkan Vindes Corp, Ariel Tatum Ganti Nama hingga Kasus Ruben Onsu

    Dunia Hiburan Heboh: Desta Tinggalkan Vindes Corp, Ariel Tatum Ganti Nama hingga Kasus Ruben Onsu

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 43
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Mulai dari keputusan Deddy Mahendra Desta meninggalkan Vindes Corp, perkembangan kasus hukum yang menyeret nama Ruben Onsu, hingga keputusan Ariel Tatum… EKSPRESPOST.COM, JAKARTA – Jagat hiburan Tanah Air kembali diwarnai sederet kabar yang menyita perhatian publik. Mulai dari keputusan Deddy Mahendra […]

  • Sengketa Hak Asuh Anak Ruben Onsu Terus  Berlanjut, Sarwendah Ajukan Rekonvensi dalam Persidangan

    Sengketa Hak Asuh Anak Ruben Onsu Terus Berlanjut, Sarwendah Ajukan Rekonvensi dalam Persidangan

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 12
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Perkara selanjutnya akan ditentukan melalui proses hukum berdasarkan bukti dan argumentasi kedua pihak. 02 Akta 39, waktu anak bersama Ruben, lingkungan pengasuhan, dan TikTok menjadi sejumlah isu dalam gugatan tersebut. 03 Polemik hak asuh anak Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menjadi […]

expand_less