Ekspres TV: Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur: Menatap Capaian Pembangunan Nasional
- account_circle Tim EkspresPost
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 14
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
EKSPRESPOST.COM – Badan Komunikasi Pemerintah merilis gambaran capaian pembangunan nasional dalam rangka peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia dengan mengusung gagasan Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur. Tayangan resmi tersebut merangkum serangkaian program strategis pemerintah yang berfokus pada kemandirian pangan dan energi, pemerataan pendidikan, pemberdayaan ekonomi desa, hingga penataan aset serta keuangan negara.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kemandirian bangsa agar mampu berdiri di atas kaki sendiri. Gagasan ini diturunkan ke dalam tiga pilar utama pembangunan nasional, yakni kedaulatan sektor vital, keadilan sosial melalui layanan dasar, dan kemakmuran masyarakat yang merata.
Penguatan Swasembada Pangan dan Kemandirian Energi
Pada pilar kedaulatan, pemerintah memaparkan proyeksi surplus untuk delapan komoditas pangan utama pada 2026. Hasil produksi nasional mencakup beras sebesar 3,66 juta ton, jagung 1,56 juta ton, gula konsumsi 207,4 ribu ton, cabai besar 588,5 ribu ton, cabai rawit 595,5 ribu ton, bawang merah 63,3 ribu ton, daging ayam ras 876,1 ribu ton, serta telur ayam ras 516,5 ribu ton.
Joko Purnomo, seorang petani asal Desa Purwosari, Ngawi, mengungkapkan bahwa kemudahan akses pupuk, kepastian harga gabah, dan bantuan alat berat sangat membantu petani di daerah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Di bidang energi, Indonesia resmi menerapkan kebijakan mandatori biodiesel B50 secara nasional mulai 1 Juli 2026. Kebijakan ini diproyeksikan memberikan nilai tambah industri sawit sebesar Rp23,49 triliun, menyerap 2,1 juta tenaga kerja, menghemat devisa negara hingga Rp170 triliun, dan mengurangi emisi karbon sebesar 44,46 juta ton CO2. Selain itu, Proyek Strategis Nasional (PSN) Gas Abadi Masela dengan cadangan gas 18,54 TCF dan investasi bernilai USD 20,9 miliar juga terus direalisasikan.
Akses Pendidikan Adil dan Makan Bergizi Gratis
Pada pilar keadilan, fokus utama diarahkan pada sektor pendidikan dan kesejahteraan anak. Kehadiran program Sekolah Rakyat tercatat menjangkau 43.344 siswa di berbagai daerah melalui 93 sekolah permanen, 81 sekolah rintisan tetap, dan 8 sekolah rintisan baru, dengan target mendirikan 500 sekolah hingga 2029.
Citra Nur Ramadhani, siswi dari Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan, menuturkan kenyamanannya belajar di Sekolah Rakyat yang ramah anak dan bebas perundungan. Senada dengan itu, Kristina Beno, murid SMPN IV Muting, Merauke, menyampaikan bahwa kehadiran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) meningkatkan motivasi dan kehadiran siswa di kelas.
Data pemerintah menunjukkan Program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau 56,9 juta penerima manfaat, menyerap 1,3 juta tenaga kerja, dan didukung operasional 27.485 Satuan Pelayanan Pengelolaan Gizi (SPPG). Sementara itu, program revitalisasi sekolah menyasar 16.167 unit sepanjang 2025 dan menargetkan 71.744 sekolah pada 2026, disertai pembagian 288.865 papan interaktif untuk menunjang sarana belajar-mengajar.
Wujud Kemakmuran Rakyat dan Penyelamatan Kekayaan Negara
Pilar kemakmuran mendorong penguatan ekonomi akar rumput melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Saat ini terdapat 3.296 gerai beroperasi optimal dan 20.654 gerai selesai dibangun, menuju target 30.000 gerai beroperasi pada 2026 dari total target nasional 80.000 unit. Di sektor pesisir, program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) telah menyelesaikan 100 unit pembangunan dari target 1.386 unit pada akhir 2026 untuk mendukung produktivitas nelayan lokal.
Pemerintah juga mencatatkan penertiban 5,9 juta hektare kawasan hutan dan penyelamatan keuangan negara senilai Rp379 triliun sejak Februari 2025, ditambah penerimaan negara dari denda administratif sebesar Rp41,54 triliun. Di sektor badan usaha, pembentukan Danantara Indonesia yang mengelola aset di atas USD 1.000 miliar serta langkah perampingan dari 1.000 lebih BUMN menjadi 200–300 perusahaan terbukti menghemat anggaran Rp50 triliun sekaligus mendongkrak laba BUMN secara signifikan.
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa meskipun perjuangan masih panjang, langkah nyata yang dicapai saat ini merupakan landasan untuk memastikan seluruh hasil pembangunan kembali dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.
01Apa fakta paling penting dari “Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur: Menatap Capaian Pembangunan Nasional” yang perlu diketahui pembaca?
Senada dengan itu, Kristina Beno, murid SMPN IV Muting, Merauke, menyampaikan bahwa kehadiran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) meningkatkan motivasi dan kehadiran siswa di kelas.
02Siapa pihak utama di balik peristiwa dalam “Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur: Menatap Capaian Pembangunan Nasional”, dan apa perannya?
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kemandirian bangsa agar mampu berdiri di atas kaki sendiri.
03Kapan peristiwa penting dalam “Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur: Menatap Capaian Pembangunan Nasional” terjadi atau dijadwalkan?
Di bidang energi, Indonesia resmi menerapkan kebijakan mandatori biodiesel B50 secara nasional mulai 1 Juli 2026.
04Di mana peristiwa dalam “Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur: Menatap Capaian Pembangunan Nasional” berlangsung dan mengapa lokasinya relevan?
Tayangan resmi tersebut merangkum serangkaian program strategis pemerintah yang berfokus pada kemandirian pangan dan energi, pemerataan pendidikan, pemberdayaan ekonomi desa, hingga penataan aset serta keuangan negara.
05Mengapa perkembangan dalam “Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur: Menatap Capaian Pembangunan Nasional” terjadi dan apa alasan yang disebutkan?
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa meskipun perjuangan masih panjang, langkah nyata yang dicapai saat ini merupakan landasan untuk memastikan seluruh hasil pembangunan kembali dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia.
06Bagaimana peristiwa atau proses dalam “Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur: Menatap Capaian Pembangunan Nasional” berlangsung?
Gagasan ini diturunkan ke dalam tiga pilar utama pembangunan nasional, yakni kedaulatan sektor vital, keadilan sosial melalui layanan dasar, dan kemakmuran masyarakat yang merata.
07Apa dampak utama “Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur: Menatap Capaian Pembangunan Nasional” bagi publik atau pihak terkait?
Hasil produksi nasional mencakup beras sebesar 3,66 juta ton, jagung 1,56 juta ton, gula konsumsi 207,4 ribu ton, cabai besar 588,5 ribu ton, cabai rawit 595,5 ribu ton, bawang merah 63,3 ribu ton, daging ayam ras 876,1 ribu ton, serta telur ayam ras 516,5 ribu ton.
08Berapa angka penting dalam “Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur: Menatap Capaian Pembangunan Nasional” yang membantu memahami skala peristiwa?
EKSPRESPOST.COM - Badan Komunikasi Pemerintah merilis gambaran capaian pembangunan nasional dalam rangka peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia dengan mengusung gagasan Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur.
09Apa konteks penting dari “Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur: Menatap Capaian Pembangunan Nasional” yang perlu dipahami pembaca?
Data pemerintah menunjukkan Program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau 56,9 juta penerima manfaat, menyerap 1,3 juta tenaga kerja, dan didukung operasional 27.485 Satuan Pelayanan Pengelolaan Gizi (SPPG).
- Penulis: Tim EkspresPost




