Memuat tanggal... Kirim Rilis
Headline
Trending
Beranda » Ekonomi » Inklusi Masih 13,24 Persen, OJK Terus Dorong Literasi Keuangan Syariah

Inklusi Masih 13,24 Persen, OJK Terus Dorong Literasi Keuangan Syariah

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
  • visibility 10
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Telegraf – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia di tengah masih lebarnya kesenjangan antara pemahaman masyarakat dan pemanfaatan produk keuangan syariah.

Upaya tersebut dilakukan melalui penyelenggaraan Expo Keuangan dan Seminar Syariah (EKSiS) 2026 yang berlangsung pada 20–23 Agustus 2026 di Kota Kasablanka, Jakarta. Kegiatan mengusung tema “Tumbuh Bersama, Bermanfaat untuk Semua” dengan melibatkan pelaku industri keuangan syariah dan berbagai pemangku kepentingan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono mengatakan, penguatan keuangan syariah tidak cukup hanya dengan meningkatkan jumlah transaksi. Menurutnya, industri juga harus mampu menghadirkan keadilan, kemitraan, kepercayaan, dan kemaslahatan bagi masyarakat.

“Keuangan syariah bukan hanya tentang bagaimana kita melakukan transaksi, tapi keuangan syariah adalah tentang bagaimana kita membangun keadilan, kemitraan, kepercayaan, dan kemaslahatan,” kata Dicky saat membuka EKSiS 2026, Kamis (20/8/2026).

Dicky menilai pertumbuhan industri keuangan syariah harus diikuti dengan peningkatan kualitas dan perluasan manfaat. Karena itu, keberhasilan industri tidak hanya diukur dari besarnya aset atau pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari sejauh mana produk dan layanan tersebut dapat menjangkau serta memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Industri keuangan harus tumbuh. Tapi tumbuh dengan manfaat yang makin meluas. Tumbuh dengan kualitas,” tegasnya.

Menurut Dicky, EKSiS 2026 diharapkan menjadi jembatan bagi masyarakat dari sekadar memperoleh pengetahuan menuju pemahaman, kemudian menentukan pilihan, hingga memiliki keyakinan dalam menggunakan produk dan layanan keuangan syariah.

Kebutuhan tersebut semakin penting karena hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 mencatat indeks literasi keuangan syariah sebesar 43,07 persen, sementara indeks inklusi keuangan syariah baru mencapai 13,24 persen.

Angka tersebut menunjukkan masih terdapat ruang yang besar untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus memperluas akses dan penggunaan produk serta layanan keuangan syariah.

Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati mengatakan, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah harus mampu memberikan dampak langsung terhadap persoalan ekonomi masyarakat. Menurutnya, sektor tersebut perlu diarahkan untuk mendukung penciptaan lapangan kerja, pengembangan UMKM, dan kewirausahaan generasi muda.

“Ekonomi syariah harus menjadi bagian dari solusi atas persoalan ekonomi kita. Dia harus membantu menciptakan lapangan kerja, membantu UMKM naik kelas, membantu masyarakat memiliki usaha, membantu generasi muda menjadi entrepreneur, dan pada akhirnya membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Anis.

Anis menambahkan, pertumbuhan industri keuangan syariah harus dibarengi dengan penguatan tata kelola, prinsip kehati-hatian, pelindungan konsumen, serta ruang yang lebih besar bagi inovasi.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution menilai pertumbuhan permintaan masyarakat terhadap produk keuangan syariah perlu diimbangi dengan peningkatan inovasi dan kualitas produk yang ditawarkan industri.

“Semakin banyak masyarakat menggunakan produk syariah, semakin besar pula dorongan bagi industri untuk berinovasi. Permintaan dan penawaran terus tumbuh bersama dan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” ujar Farid.

Farid berharap keterlibatan LPS dalam EKSiS 2026 dapat memperluas edukasi keuangan syariah, khususnya kepada generasi muda dan pelaku UMKM, sehingga masyarakat semakin memahami manfaat dan risiko dalam menggunakan layanan keuangan.

Kepala Biro Perekonomian dan Keuangan Setda Provinsi DKI Jakarta Muhammad Herizkianto menambahkan, digitalisasi menjadi salah satu faktor penting untuk memperluas jangkauan edukasi dan informasi keuangan syariah.

“Memanfaatkan teknologi digital memungkinkan informasi dan edukasi keuangan syariah dapat menjangkau masyarakat dengan lebih mudah, cepat, dan luas, kapan pun dan di mana pun,” kata Herizkianto.

EKSiS 2026 berlangsung selama empat hari dengan menghadirkan 34 booth Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) syariah dan enam booth produk halal serta ekosistem syariah. Selain pameran, masyarakat dapat mengikuti berbagai sesi edukasi dan talkshow mengenai keuangan syariah.

OJK menegaskan penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah membutuhkan kolaborasi antara regulator, industri, pemerintah, komunitas, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Pengembangan produk yang kompetitif, perluasan akses layanan, digitalisasi, serta edukasi berbasis komunitas diharapkan dapat mempersempit kesenjangan antara tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia.

  • Penulis: Tim EkspresPost

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bank Jakarta Tinggalkan Pola Sponsor, Bangun Ekosistem Digital Bersama Persija

    Bank Jakarta Tinggalkan Pola Sponsor, Bangun Ekosistem Digital Bersama Persija

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 6
    • 0Komentar

    ⚡Poin UtamaBank Jakarta memperluas kemitraannya dengan Persija Jakarta dari sekadar sponsor menjadi mitra strategis dengan mengintegrasikan layanan keuangan digital ke seluruh ekosistem klub.Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo mengatakan kerja sama tersebut merupakan bentuk kemitraan jangka panjang yang tidak hanya berfokus pada promosi merek, tetapi juga membangun ekosistem keuangan digital yang memberikan manfaat bagi […]

  • Sejumlah tokoh nasional hadir dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Acara berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). Foto: istimewa

    Prabowo Buka Muktamar Ke-35 NU, Tokoh Nasional hingga Pimpinan Ormas Hadir di Jombang

    • calendar_month 15 jam yang lalu
    • account_circle Idris Daulat
    • visibility 17
    • 0Komentar

    ⚡Poin UtamaPresiden Prabowo Subianto secara resmi membuka Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).Dalam prosesi pembukaan, Prabowo didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar, serta Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf […]

  • Ketum Asbanda: KUB BPD Bukan Sekadar Penuhi Modal, Kunci Efisiensi Teknologi dan SDM Perbankan Daerah

    Ketum Asbanda: KUB BPD Bukan Sekadar Penuhi Modal, Kunci Efisiensi Teknologi dan SDM Perbankan Daerah

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Telegraf-Ketua Umum Asbanda sekaligus Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo menilai masa depan Bank Pembangunan Daerah (BPD) sangat ditentukan oleh kemampuan berkolaborasi, bukan berjalan sendiri-sendiri. Menurut Agus, fokus utama pembentukan KUB pada tahap awal bukan mengejar keuntungan maupun ekspansi bisnis, melainkan membangun fondasi organisasi yang kuat agar kolaborasi dapat berjalan secara berkelanjutan. “KUB ini […]

  • Aksi Massa di Belitung Timur Ganggu Operasional, PT Timah Aktifkan Emergency Response

    Aksi Massa di Belitung Timur Ganggu Operasional, PT Timah Aktifkan Emergency Response

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Telegraf – PT Timah (Persero) Tbk mengaktifkan Rencana Tanggap Darurat (Emergency Response Plan) setelah aksi massa yang terjadi di Kabupaten Belitung Timur mengganggu aktivitas operasional perusahaan. Hingga kini, sebagian kegiatan operasional di wilayah Belitung masih belum berjalan normal. Corporate Secretary PT Timah Ruddy Nursalam mengatakan perusahaan telah melakukan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur, mulai dari evakuasi […]

  • Final Turnamen Free Fire: Prestasi E-Sport RI Mendunia, Pemain Sebut Tetap Utamakan Sekolah

    Final Turnamen Free Fire: Prestasi E-Sport RI Mendunia, Pemain Sebut Tetap Utamakan Sekolah

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle MSN
    • visibility 5
    • 0Komentar

    ⚡Poin UtamaHari ini, FreeFire tidak hanya mencari juara nasional, tetapi juga merayakan perjalanan para pemain, komunitas, dan talenta lokal Yogyakarta yang membuat…EKSPRESPOST.COM – Ajang turnamen e-sport menjadi pintu masuk generasi Z untuk tampil dan berprestasi hingga tingkat dunia. Para pegiatnya menyatakan rekrutmen talenta-talenta terbaik tetap menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama. Hal ini mengemuka di gelaran […]

  • 950 Dapur MBG Dituding Bermasalah, BGN Tegaskan Penutupan Permanen

    950 Dapur MBG Dituding Bermasalah, BGN Tegaskan Penutupan Permanen

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle Didik Fitrianto
    • visibility 7
    • 0Komentar

    ⚡Poin UtamaBadan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan mengawasi secara ketat dan mengancam menutup permanen 950 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur penyedia makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga tidak mampu memenuhi Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS). Kepala BGN, Sudaryono, menegaskan bahwa kepemilikan sertifikat SLHS merupakan syarat mutlak dan variabel […]

expand_less