Kuasai 24% Pangsa Pasar KPR Subsidi, Bank BSN Permudah Pengemudi Ojol Hingga Pedagang Kelontong Miliki Rumah Impian
- account_circle Tim EkspresPost
- calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
- visibility 4
- print Cetak

Kuasai 24% Pangsa Pasar KPR Subsidi, Bank BSN Permudah Pengemudi Ojol Hingga Pedagang Kelontong Miliki Rumah Impian/Doc/Ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Telegraf – PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) terus memperluas akses pembiayaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi. Hingga Juli 2026, perseroan menguasai sekitar 24 persen pangsa pasar KPR Subsidi nasional dan menegaskan komitmennya menghadirkan pembiayaan yang inklusif bagi berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pekerja formal, pelaku usaha mikro, hingga pekerja sektor informal seperti pengemudi ojek online (ojol) dan pedagang kelontong.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui partisipasi Bank BSN dalam Peluncuran Akad Massal 62.000 Unit KPR Rumah Subsidi dan Kredit Program Perumahan yang dipusatkan di Batang, Jawa Tengah, Jumat (31/7). Dalam kegiatan itu, Bank BSN melaksanakan akad pembiayaan secara serentak kepada sekitar 5.100 nasabah di seluruh Indonesia dengan total nilai pembiayaan mencapai Rp850 miliar.
Pelaksanaan akad dilakukan melalui seluruh jaringan Bank BSN yang terdiri atas 37 Kantor Cabang (KC) dan 82 Kantor Cabang Pembantu (KCP). Tiga kantor cabang, yakni KC Banda Aceh, KC Malang, dan KC Solo, juga terhubung secara daring dengan lokasi utama acara di Batang.
Agenda nasional tersebut dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, pimpinan BP Tapera, jajaran perbankan, pengembang perumahan, serta ribuan masyarakat penerima manfaat program pembiayaan rumah.
Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor, mengatakan pelaksanaan akad massal menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan para pemangku kepentingan dalam memperluas kesempatan masyarakat memiliki hunian yang layak.
“Pelaksanaan akad ini merupakan momentum yang sangat besar. Angka tersebut bukan sekadar jumlah unit rumah, melainkan menggambarkan keluarga Indonesia yang memperoleh kesempatan untuk membangun kehidupan yang lebih aman, layak, dan sejahtera. Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah, Kementerian PKP, dan BP Tapera,” ujar Alex.
Menurut Alex, pembiayaan berbasis syariah yang dikembangkan Bank BSN dirancang agar dapat diakses seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang profesi. Karena itu, pekerja sektor informal pun memiliki kesempatan yang sama untuk memiliki rumah melalui skema KPR Subsidi.
Hal tersebut tercermin dari kisah dua nasabah Bank BSN yang menjadi representasi penerima manfaat program. Salah satunya adalah Jofan Firdaus, mitra pengemudi ojek online Grab, yang menerima kunci rumah secara simbolis dari jajaran pimpinan dalam acara tersebut.
Sementara itu, Tsara Nafisa, seorang pedagang kelontong yang merupakan nasabah Bank BSN KC Banda Aceh, mendapat kesempatan berdialog secara daring dengan Presiden Prabowo Subianto.
“Dua sosok nasabah kami, Saudara Jofan Firdaus dan Saudari Tsara Nafisa, membuktikan secara nyata bahwa kesempatan memiliki rumah harus terbuka bagi berbagai profesi. Baik pengemudi ojek online maupun pedagang kelontong, semuanya memiliki harapan dan kesempatan yang sama untuk memperoleh hunian yang layak melalui fasilitas BSN,” kata Alex.
Rekam jejak penyaluran pembiayaan perumahan Bank BSN juga terus menunjukkan pertumbuhan. Hingga Juli 2026, perseroan telah menyalurkan sekitar 33.000 unit KPR Subsidi. Sepanjang tahun ini, Bank BSN menargetkan penyaluran mencapai 69.636 unit rumah, meningkat dibandingkan realisasi tahun 2025 yang mencapai 59.463 unit.
Keberhasilan tersebut menempatkan Bank BSN sebagai salah satu penyalur utama KPR Subsidi di Indonesia dengan pangsa pasar sekitar 24 persen. Pencapaian itu didukung jaringan kemitraan yang luas bersama lebih dari 4.000 pengembang perumahan dan lebih dari 3.000 notaris di berbagai daerah.
“Saat ini BSN memegang market share sekitar 24 persen dalam penyaluran KPR Subsidi. Kepercayaan ini menjadi amanah bagi kami untuk terus memperluas akses pembiayaan rumah, meningkatkan kualitas layanan, serta memastikan proses kepemilikan rumah semakin mudah dijangkau oleh masyarakat,” tegas Alex.
Ke depan, Bank BSN menegaskan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan seluruh mitra strategis guna mendukung percepatan Program Tiga Juta Rumah. Perseroan juga berkomitmen menghadirkan layanan pembiayaan syariah yang semakin inklusif agar semakin banyak masyarakat Indonesia dapat mewujudkan impian memiliki rumah yang layak dan terjangkau.Versi ini lebih mengalir seperti berita hard news, dengan fokus pada komitmen BSN memperluas akses KPR Subsidi, sedangkan kisah pengemudi ojol dan pedagang kelontong ditempatkan sebagai penguat nilai berita, bukan sebagai satu-satunya fokus.
- Penulis: Tim EkspresPost




