Memuat tanggal... Kirim Rilis
Langsung ke konten
Selasa, 22 Sep 2026
Trending
Beranda » Nasional » BMKG Pastikan Dentuman Bandung Raya Bukan Gempa, Sumber Suara Masih Dikaji Setelah Muncul Berulang Dini Hari

BMKG Pastikan Dentuman Bandung Raya Bukan Gempa, Sumber Suara Masih Dikaji Setelah Muncul Berulang Dini Hari

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month
  • visibility 17
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. BMKG memperkuat pemantauan kegempaan, petir, atmosfer, dan magnet bumi untuk mengungkap sumber dentuman Bandung Raya.

  2. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mempercayai spekulasi mengenai penyebab dentuman yang belum terverifikasi.

  3. Informasi resmi BMKG menjadi rujukan utama selama penyelidikan sumber suara dentuman masih berlangsung.

EKSPRESPOST.COM – Mengapa dentuman Bandung muncul ketika Gunung Anak Krakatau sedang mengalami erupsi menerus?

Apakah suara gemuruh dari Selat Sunda benar-benar dapat mencapai Bandung Raya?

Jika bukan gempa, petir, atau cuaca, dari mana sebenarnya dentuman tersebut berasal?

Dentuman Bandung Muncul Saat Anak Krakatau Mengalami Erupsi

Suara dentuman berulang dilaporkan terdengar di Bandung Raya sejak sekitar pukul 00.30 hingga 05.00 WIB.

Pada periode yang berdekatan, Gunung Anak Krakatau juga menunjukkan aktivitas erupsi menerus di Selat Sunda.

Badan Geologi mencatat erupsi menerus Anak Krakatau terjadi mulai pukul 23.07 WIB pada 5 September 2026.

Erupsi tersebut disertai suara gemuruh dan semburan merah menyala yang menyerupai lava fountain.

Kemunculan dua fenomena dalam waktu berdekatan kemudian memunculkan dugaan bahwa keduanya saling berkaitan.

Namun, BMKG menyatakan dugaan tersebut belum didukung bukti yang cukup dari data pemantauan.

BMKG Tidak Menemukan Gempa Sebagai Pemicu Dentuman Bandung

Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Suaidi Ahadi, mengatakan BMKG langsung memeriksa data kegempaan setelah menerima laporan masyarakat.

Hasil pemantauan menunjukkan tidak ada aktivitas seismik di Bandung dan wilayah sekitarnya selama periode dentuman.

“Selain parameter kegempaan, BMKG juga memeriksa kondisi atmosfer serta aktivitas kelistrikan udara di wilayah Jawa Barat,” kata Suaidi.

Pemeriksaan tersebut juga mencakup aktivitas petir menggunakan Lightning Detector untuk melihat kemungkinan gangguan kelistrikan atmosfer.

“Pemantauan Lightning Detector mencatat aktivitas petir di Bandung Raya berada pada intensitas relatif rendah dan tidak signifikan,” ujar Suaidi.

Temuan tersebut membuat gempa dan aktivitas petir tidak dapat dijadikan penjelasan utama dentuman berdasarkan data BMKG.

Arah Angin Memperlemah Dugaan Suara Erupsi Mencapai Bandung

BMKG mencatat kondisi cuaca di Jawa Barat secara umum cerah ketika masyarakat melaporkan suara dentuman.

Arah angin juga konsisten bergerak dari timur menuju barat pada periode kejadian.

Kondisi tersebut dinilai memperkecil kemungkinan gelombang suara erupsi Anak Krakatau merambat menuju Bandung Raya.

Meski Anak Krakatau sedang aktif, BMKG belum menemukan bukti yang menghubungkan aktivitas vulkanik tersebut secara langsung dengan dentuman Bandung.

Sumber suara karena itu masih diduga berasal dari fenomena lain yang belum teridentifikasi secara pasti.

Anomali Sebesi Muncul Ketika Aktivitas Anak Krakatau Berlangsung

Instrumen BMKG di Pulau Sebesi mencatat anomali seismogram pada pukul 23.08 WIB dan 23.32 WIB.

Catatan tersebut menjadi salah satu data penting karena waktunya berdekatan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Namun, anomali tersebut belum dapat dianggap sebagai bukti bahwa erupsi menjadi penyebab suara yang terdengar di Bandung.

Stasiun magnet bumi Sukabumi dan Serang juga merekam gangguan magnetik internal bumi pada periode 4 September hingga 5 September.

BMKG tidak menemukan aktivitas badai matahari yang berkaitan dengan gangguan magnetik tersebut.

“Namun, BMKG menekankan bahwa seluruh temuan anomali ini belum dapat secara langsung dikaitkan sebagai penyebab pasti suara dentuman tersebut,” ujar Suaidi.

Aktivitas Anak Krakatau Berlanjut, Pemantauan Bandung Diperketat

Badan Geologi menyatakan status aktivitas Gunung Anak Krakatau masih Level III atau Siaga.

Pada 6 September, BMKG meningkatkan pemantauan terhadap erupsi dan dampaknya terhadap atmosfer, penerbangan, serta kawasan Selat Sunda.

Sebaran abu vulkanik bahkan terpantau melingkupi sejumlah wilayah termasuk Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Bengkulu.

BNPB melaporkan perkembangan abu vulkanik tersebut berdampak pada operasional beberapa bandara sebagai langkah keselamatan penerbangan.

Namun, perkembangan erupsi tersebut tetap berbeda dengan pertanyaan mengenai sumber dentuman Bandung yang belum terjawab.

BMKG terus memantau kegempaan, petir, atmosfer, dan magnet bumi sambil berkoordinasi dengan instansi terkait.

Masyarakat Bandung Raya diminta tetap tenang dan menjadikan informasi resmi sebagai rujukan utama.****

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “BMKG Pastikan Dentuman Bandung Raya Bukan Gempa, Sumber Suara Masih Dikaji Setelah Muncul Berulang…”?

Badan Geologi mencatat erupsi menerus Anak Krakatau terjadi mulai pukul 23.07 WIB pada 5 September 2026.

02Siapa pihak utama yang disebut dalam “BMKG Pastikan Dentuman Bandung Raya Bukan Gempa, Sumber Suara Masih Dikaji Setelah Muncul Berulang…”?

BMKG Tidak Menemukan Gempa Sebagai Pemicu Dentuman Bandung Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Suaidi Ahadi, mengatakan BMKG langsung memeriksa data kegempaan setelah menerima laporan masyarakat.

03Kapan peristiwa dalam “BMKG Pastikan Dentuman Bandung Raya Bukan Gempa, Sumber Suara Masih Dikaji Setelah Muncul Berulang…” terjadi?

Dentuman Bandung Muncul Saat Anak Krakatau Mengalami Erupsi Suara dentuman berulang dilaporkan terdengar di Bandung Raya sejak sekitar pukul 00.30 hingga 05.00 WIB.

04Di mana peristiwa dalam “BMKG Pastikan Dentuman Bandung Raya Bukan Gempa, Sumber Suara Masih Dikaji Setelah Muncul Berulang…” berlangsung?

Pada periode yang berdekatan, Gunung Anak Krakatau juga menunjukkan aktivitas erupsi menerus di Selat Sunda.

05Mengapa perkembangan dalam “BMKG Pastikan Dentuman Bandung Raya Bukan Gempa, Sumber Suara Masih Dikaji Setelah Muncul Berulang…” terjadi?

Catatan tersebut menjadi salah satu data penting karena waktunya berdekatan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

06Bagaimana proses atau peristiwa dalam “BMKG Pastikan Dentuman Bandung Raya Bukan Gempa, Sumber Suara Masih Dikaji Setelah Muncul Berulang…” berlangsung?

Pemeriksaan tersebut juga mencakup aktivitas petir menggunakan Lightning Detector untuk melihat kemungkinan gangguan kelistrikan atmosfer. “Pemantauan Lightning Detector mencatat aktivitas petir di Bandung Raya berada pada intensitas relatif rendah dan tidak signifikan,” ujar Suaidi.

07Apa dampak yang disebutkan dalam “BMKG Pastikan Dentuman Bandung Raya Bukan Gempa, Sumber Suara Masih Dikaji Setelah Muncul Berulang…”?

Hasil pemantauan menunjukkan tidak ada aktivitas seismik di Bandung dan wilayah sekitarnya selama periode dentuman. “Selain parameter kegempaan, BMKG juga memeriksa kondisi atmosfer serta aktivitas kelistrikan udara di wilayah Jawa Barat,” kata Suaidi.

08Angka penting apa yang disebut dalam “BMKG Pastikan Dentuman Bandung Raya Bukan Gempa, Sumber Suara Masih Dikaji Setelah Muncul Berulang…”?

Anomali Sebesi Muncul Ketika Aktivitas Anak Krakatau Berlangsung Instrumen BMKG di Pulau Sebesi mencatat anomali seismogram pada pukul 23.08 WIB dan 23.32 WIB.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kronologi Jule Ditangkap Polisi Terkait Vape Etomidate, Dari RR RN Hingga WN Tiongkok dan 99 Cartridge

    Kronologi Jule Ditangkap Polisi Terkait Vape Etomidate, Dari RR RN Hingga WN Tiongkok dan 99 Cartridge

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 16
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Status dan peran setiap orang tetap mengikuti hasil penyidikan serta proses hukum yang berlaku. 02 Polisi menyebut pengungkapan berawal dari dua perempuan hingga berkembang kepada seorang warga negara Tiongkok. 03 Perkara terbaru tidak hanya menyangkut temuan vape pada Jule, tetapi juga […]

  • Ketum Asbanda: KUB BPD Bukan Sekadar Penuhi Modal, Kunci Efisiensi Teknologi dan SDM Perbankan Daerah

    Ketum Asbanda: KUB BPD Bukan Sekadar Penuhi Modal, Kunci Efisiensi Teknologi dan SDM Perbankan Daerah

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Telegraf-Ketua Umum Asbanda sekaligus Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo menilai masa depan Bank Pembangunan Daerah (BPD) sangat ditentukan oleh kemampuan berkolaborasi, bukan berjalan sendiri-sendiri. Menurut Agus, fokus utama pembentukan KUB pada tahap awal bukan mengejar keuntungan maupun ekspansi bisnis, melainkan membangun fondasi organisasi yang kuat agar kolaborasi dapat berjalan secara berkelanjutan. “KUB ini […]

  • Sinergi LMK, RESCUE, dan RSU Andhika Perkuat Edukasi Kesehatan Warga Jagakarsa

    Sinergi LMK, RESCUE, dan RSU Andhika Perkuat Edukasi Kesehatan Warga Jagakarsa

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Idris Daulat
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Telegraf – Forum Komunikasi Lembaga Musyawarah Kelurahan (FK-LMK) Kecamatan Jagakarsa menggelar kegiatan Silaturahmi & Bakti Sosial di Villa 3 A, Ciganjur, Selasa (8/7). Dengan pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah yang didukung oleh RSU Andhika, dihadiri jajaran tokoh masyarakat, RESCUE, pengurus LMK se-Kecamatan Jagakarsa, perwakilan Palang Merah Indonesia (PMI), serta instansi kesehatan setempat, sebagai bagian […]

  • Sandiaga Uno di JEC 2026 Bahas Kunci Bisnis Tumbuh, Super Team, Kolaborasi, dan Kepercayaan Investor Berkelanjutan

    Sandiaga Uno di JEC 2026 Bahas Kunci Bisnis Tumbuh, Super Team, Kolaborasi, dan Kepercayaan Investor Berkelanjutan

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 25
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Pesan Sandiaga Uno di JEC 2026 menyoroti pentingnya meninggalkan pola kerja individual saat bisnis memasuki fase pertumbuhan. 02 Super team menjadi fondasi penting karena bisnis membutuhkan tim berkualitas untuk menciptakan nilai dan pertumbuhan berkelanjutan. 03 JEC 2026 mengusung tema Beyond Border, […]

  • KPK Kembali Tahan Pejabat Bea Cukai, BCW Desak Evaluasi Reformasi DJBC Menjelang Deadline September 2026

    KPK Kembali Tahan Pejabat Bea Cukai, BCW Desak Evaluasi Reformasi DJBC Menjelang Deadline September 2026

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 54
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Kasus Baru Pejabat DJBC Membuka Kembali Evaluasi Reformasi KPK menahan Kepala Kantor Bea dan Cukai Kediri Gatot Heroe Hernanda pada Rabu, (26/8/2026) dalam pengembangan perkara dugaan korupsi. 02 Apa yang sebenarnya harus berubah di Bea Cukai setelah kembali muncul kasus korupsi […]

  • DJP Tetapkan 230 Platform Digital Pemungut PPN, SPP-TDLN Mulai Berlaku Sejak 10 September 2026

    DJP Tetapkan 230 Platform Digital Pemungut PPN, SPP-TDLN Mulai Berlaku Sejak 10 September 2026

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 9
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 DJP telah menunjuk 230 platform digital global sebagai pemungut PPN PMSE di Indonesia hingga September 2026. 02 YouTube, YouTube Music, Spotify, dan platform digital internasional lainnya masuk dalam daftar pemungut PPN. 03 SPP-TDLN mulai diterapkan 10 September 2026 untuk memperluas basis […]

expand_less