Memuat tanggal... Kirim Rilis
Minggu, 8 Nov 2026
Trending
Beranda » Nasional » BMKG Pastikan Dentuman Bandung Raya Bukan Gempa, Sumber Suara Masih Dikaji Setelah Muncul Berulang Dini Hari

BMKG Pastikan Dentuman Bandung Raya Bukan Gempa, Sumber Suara Masih Dikaji Setelah Muncul Berulang Dini Hari

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
  • visibility 61
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. BMKG memperkuat pemantauan kegempaan, petir, atmosfer, dan magnet bumi untuk mengungkap sumber dentuman Bandung Raya.

  2. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mempercayai spekulasi mengenai penyebab dentuman yang belum terverifikasi.

  3. Informasi resmi BMKG menjadi rujukan utama selama penyelidikan sumber suara dentuman masih berlangsung.

EKSPRESPOST.COM – Mengapa dentuman Bandung muncul ketika Gunung Anak Krakatau sedang mengalami erupsi menerus?

Apakah suara gemuruh dari Selat Sunda benar-benar dapat mencapai Bandung Raya?

Jika bukan gempa, petir, atau cuaca, dari mana sebenarnya dentuman tersebut berasal?

Dentuman Bandung Muncul Saat Anak Krakatau Mengalami Erupsi

Suara dentuman berulang dilaporkan terdengar di Bandung Raya sejak sekitar pukul 00.30 hingga 05.00 WIB.

Pada periode yang berdekatan, Gunung Anak Krakatau juga menunjukkan aktivitas erupsi menerus di Selat Sunda.

Badan Geologi mencatat erupsi menerus Anak Krakatau terjadi mulai pukul 23.07 WIB pada 5 September 2026.

Erupsi tersebut disertai suara gemuruh dan semburan merah menyala yang menyerupai lava fountain.

Kemunculan dua fenomena dalam waktu berdekatan kemudian memunculkan dugaan bahwa keduanya saling berkaitan.

Namun, BMKG menyatakan dugaan tersebut belum didukung bukti yang cukup dari data pemantauan.

BMKG Tidak Menemukan Gempa Sebagai Pemicu Dentuman Bandung

Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Suaidi Ahadi, mengatakan BMKG langsung memeriksa data kegempaan setelah menerima laporan masyarakat.

Hasil pemantauan menunjukkan tidak ada aktivitas seismik di Bandung dan wilayah sekitarnya selama periode dentuman.

“Selain parameter kegempaan, BMKG juga memeriksa kondisi atmosfer serta aktivitas kelistrikan udara di wilayah Jawa Barat,” kata Suaidi.

Pemeriksaan tersebut juga mencakup aktivitas petir menggunakan Lightning Detector untuk melihat kemungkinan gangguan kelistrikan atmosfer.

“Pemantauan Lightning Detector mencatat aktivitas petir di Bandung Raya berada pada intensitas relatif rendah dan tidak signifikan,” ujar Suaidi.

Temuan tersebut membuat gempa dan aktivitas petir tidak dapat dijadikan penjelasan utama dentuman berdasarkan data BMKG.

Arah Angin Memperlemah Dugaan Suara Erupsi Mencapai Bandung

BMKG mencatat kondisi cuaca di Jawa Barat secara umum cerah ketika masyarakat melaporkan suara dentuman.

Arah angin juga konsisten bergerak dari timur menuju barat pada periode kejadian.

Kondisi tersebut dinilai memperkecil kemungkinan gelombang suara erupsi Anak Krakatau merambat menuju Bandung Raya.

Meski Anak Krakatau sedang aktif, BMKG belum menemukan bukti yang menghubungkan aktivitas vulkanik tersebut secara langsung dengan dentuman Bandung.

Sumber suara karena itu masih diduga berasal dari fenomena lain yang belum teridentifikasi secara pasti.

Anomali Sebesi Muncul Ketika Aktivitas Anak Krakatau Berlangsung

Instrumen BMKG di Pulau Sebesi mencatat anomali seismogram pada pukul 23.08 WIB dan 23.32 WIB.

Catatan tersebut menjadi salah satu data penting karena waktunya berdekatan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Namun, anomali tersebut belum dapat dianggap sebagai bukti bahwa erupsi menjadi penyebab suara yang terdengar di Bandung.

Stasiun magnet bumi Sukabumi dan Serang juga merekam gangguan magnetik internal bumi pada periode 4 September hingga 5 September.

BMKG tidak menemukan aktivitas badai matahari yang berkaitan dengan gangguan magnetik tersebut.

“Namun, BMKG menekankan bahwa seluruh temuan anomali ini belum dapat secara langsung dikaitkan sebagai penyebab pasti suara dentuman tersebut,” ujar Suaidi.

Aktivitas Anak Krakatau Berlanjut, Pemantauan Bandung Diperketat

Badan Geologi menyatakan status aktivitas Gunung Anak Krakatau masih Level III atau Siaga.

Pada 6 September, BMKG meningkatkan pemantauan terhadap erupsi dan dampaknya terhadap atmosfer, penerbangan, serta kawasan Selat Sunda.

Sebaran abu vulkanik bahkan terpantau melingkupi sejumlah wilayah termasuk Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Bengkulu.

BNPB melaporkan perkembangan abu vulkanik tersebut berdampak pada operasional beberapa bandara sebagai langkah keselamatan penerbangan.

Namun, perkembangan erupsi tersebut tetap berbeda dengan pertanyaan mengenai sumber dentuman Bandung yang belum terjawab.

BMKG terus memantau kegempaan, petir, atmosfer, dan magnet bumi sambil berkoordinasi dengan instansi terkait.

Masyarakat Bandung Raya diminta tetap tenang dan menjadikan informasi resmi sebagai rujukan utama.****

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “BMKG Pastikan Dentuman Bandung Raya Bukan Gempa, Sumber Suara Masih Dikaji Setelah Muncul Berulang…”?

Badan Geologi mencatat erupsi menerus Anak Krakatau terjadi mulai pukul 23.07 WIB pada 5 September 2026.

02Siapa pihak utama yang disebut dalam “BMKG Pastikan Dentuman Bandung Raya Bukan Gempa, Sumber Suara Masih Dikaji Setelah Muncul Berulang…”?

BMKG Tidak Menemukan Gempa Sebagai Pemicu Dentuman Bandung Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Suaidi Ahadi, mengatakan BMKG langsung memeriksa data kegempaan setelah menerima laporan masyarakat.

03Kapan peristiwa dalam “BMKG Pastikan Dentuman Bandung Raya Bukan Gempa, Sumber Suara Masih Dikaji Setelah Muncul Berulang…” terjadi?

Dentuman Bandung Muncul Saat Anak Krakatau Mengalami Erupsi Suara dentuman berulang dilaporkan terdengar di Bandung Raya sejak sekitar pukul 00.30 hingga 05.00 WIB.

04Di mana peristiwa dalam “BMKG Pastikan Dentuman Bandung Raya Bukan Gempa, Sumber Suara Masih Dikaji Setelah Muncul Berulang…” berlangsung?

Pada periode yang berdekatan, Gunung Anak Krakatau juga menunjukkan aktivitas erupsi menerus di Selat Sunda.

05Mengapa perkembangan dalam “BMKG Pastikan Dentuman Bandung Raya Bukan Gempa, Sumber Suara Masih Dikaji Setelah Muncul Berulang…” terjadi?

Catatan tersebut menjadi salah satu data penting karena waktunya berdekatan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

06Bagaimana proses atau peristiwa dalam “BMKG Pastikan Dentuman Bandung Raya Bukan Gempa, Sumber Suara Masih Dikaji Setelah Muncul Berulang…” berlangsung?

Pemeriksaan tersebut juga mencakup aktivitas petir menggunakan Lightning Detector untuk melihat kemungkinan gangguan kelistrikan atmosfer. “Pemantauan Lightning Detector mencatat aktivitas petir di Bandung Raya berada pada intensitas relatif rendah dan tidak signifikan,” ujar Suaidi.

07Apa dampak yang disebutkan dalam “BMKG Pastikan Dentuman Bandung Raya Bukan Gempa, Sumber Suara Masih Dikaji Setelah Muncul Berulang…”?

Hasil pemantauan menunjukkan tidak ada aktivitas seismik di Bandung dan wilayah sekitarnya selama periode dentuman. “Selain parameter kegempaan, BMKG juga memeriksa kondisi atmosfer serta aktivitas kelistrikan udara di wilayah Jawa Barat,” kata Suaidi.

08Angka penting apa yang disebut dalam “BMKG Pastikan Dentuman Bandung Raya Bukan Gempa, Sumber Suara Masih Dikaji Setelah Muncul Berulang…”?

Anomali Sebesi Muncul Ketika Aktivitas Anak Krakatau Berlangsung Instrumen BMKG di Pulau Sebesi mencatat anomali seismogram pada pukul 23.08 WIB dan 23.32 WIB.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Beda Pilihan Politik Haruskah Putus Pertemanan? Gen Z Dihadapkan Dilema Cut Off

    Beda Pilihan Politik Haruskah Putus Pertemanan? Gen Z Dihadapkan Dilema Cut Off

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 121
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Beda pilihan politik tak harus berujung cut off. Gen Z perlu membedakan perbedaan pandangan dengan perilaku yang benar-benar merusak hubungan. 02 Polarisasi bisa makin tajam jika perbedaan politik dianggap sebagai konflik personal. Kondisi ini berisiko menciptakan jarak sosial dan konflik laten. […]

  • Karhutla Kalimantan Jadi Perhatian, Kemenhut Bekukan Izin 26 Korporasi dan Proses Puluhan Kasus

    Karhutla Kalimantan Jadi Perhatian, Kemenhut Bekukan Izin 26 Korporasi dan Proses Puluhan Kasus

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 63
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Pembekuan izin 26 korporasi menjadi bagian dari rangkaian penegakan hukum saat pengendalian karhutla diperketat. 02 Pemerintah mengimbau masyarakat, petani, dan korporasi meningkatkan kewaspadaan selama periode kondisi kering. 03 Risiko karhutla masih menjadi perhatian Kemenhut hingga akhir Oktober atau awal November 2026. […]

  • Menakar 34 Agenda Transformasi Prabowo, Dari Kemandirian Pertahanan hingga Pangan, Energi dan Ekonomi

    Menakar 34 Agenda Transformasi Prabowo, Dari Kemandirian Pertahanan hingga Pangan, Energi dan Ekonomi

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 52
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Berbagai program masih memiliki target dan tahapan implementasi sehingga capaian perlu terus dievaluasi secara objektif. 02 Pemerintah menempatkan kemandirian ekonomi sebagai benang merah berbagai kebijakan strategis nasional. 03 Agenda transformasi Prabowo mencakup pertahanan, fiskal, pangan, energi, kesehatan, pendidikan dan ekonomi rakyat. […]

  • Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda Memasuki Perkembangan Baru, Jaket Pelampung Menunggu Identifikasi

    Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda Memasuki Perkembangan Baru, Jaket Pelampung Menunggu Identifikasi

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 58
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Operasi SAR tetap berlangsung dengan mengutamakan perluasan pencarian sekaligus keselamatan seluruh personel di lapangan. 02 Temuan jaket pelampung menjadi objek verifikasi, tetapi belum dapat disebut sebagai bukti keberadaan rombongan. 03 Hilangnya rombongan terjadi ketika mereka menuju Gunung Anak Krakatau untuk melakukan […]

  • Karhutla Mengancam Taman Nasional, Menhut Tutup Pendakian 9 Kawasan dan Perketat Akses Para Pendaki

    Karhutla Mengancam Taman Nasional, Menhut Tutup Pendakian 9 Kawasan dan Perketat Akses Para Pendaki

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 116
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Pemerintah memperketat akses pendakian di sejumlah kawasan konservasi menyusul meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan. 02 Pendaki mana saja yang harus menunda perjalanan setelah pemerintah menutup sembilan taman nasional karena ancaman karhutla? 03 Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengumumkan penutupan sementara […]

  • Bareskrim Geledah Toko Emas Cikini, Bongkar Dugaan Jaringan Penyelundupan Emas Ilegal Menuju Tiongkok

    Bareskrim Geledah Toko Emas Cikini, Bongkar Dugaan Jaringan Penyelundupan Emas Ilegal Menuju Tiongkok

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 67
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Bareskrim Polri menggeledah toko emas di Cikini terkait dugaan jaringan penyelundupan emas ilegal ke Tiongkok. 02 Lokasi tersebut diduga berkaitan dengan kegiatan produksi dan pemurnian emas sebelum diselundupkan ke luar negeri. 03 Penyidik masih memburu sejumlah pihak, termasuk GCZ yang diduga […]

expand_less