Memuat tanggal... Kirim Rilis
Rabu, 14 Okt 2026
Trending
Beranda » Nasional » BMKG Pastikan Dentuman Bandung Raya Bukan Gempa, Sumber Suara Masih Dikaji Setelah Muncul Berulang Dini Hari

BMKG Pastikan Dentuman Bandung Raya Bukan Gempa, Sumber Suara Masih Dikaji Setelah Muncul Berulang Dini Hari

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
  • visibility 38
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. BMKG memperkuat pemantauan kegempaan, petir, atmosfer, dan magnet bumi untuk mengungkap sumber dentuman Bandung Raya.

  2. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mempercayai spekulasi mengenai penyebab dentuman yang belum terverifikasi.

  3. Informasi resmi BMKG menjadi rujukan utama selama penyelidikan sumber suara dentuman masih berlangsung.

EKSPRESPOST.COM – Mengapa dentuman Bandung muncul ketika Gunung Anak Krakatau sedang mengalami erupsi menerus?

Apakah suara gemuruh dari Selat Sunda benar-benar dapat mencapai Bandung Raya?

Jika bukan gempa, petir, atau cuaca, dari mana sebenarnya dentuman tersebut berasal?

Dentuman Bandung Muncul Saat Anak Krakatau Mengalami Erupsi

Suara dentuman berulang dilaporkan terdengar di Bandung Raya sejak sekitar pukul 00.30 hingga 05.00 WIB.

Pada periode yang berdekatan, Gunung Anak Krakatau juga menunjukkan aktivitas erupsi menerus di Selat Sunda.

Badan Geologi mencatat erupsi menerus Anak Krakatau terjadi mulai pukul 23.07 WIB pada 5 September 2026.

Erupsi tersebut disertai suara gemuruh dan semburan merah menyala yang menyerupai lava fountain.

Kemunculan dua fenomena dalam waktu berdekatan kemudian memunculkan dugaan bahwa keduanya saling berkaitan.

Namun, BMKG menyatakan dugaan tersebut belum didukung bukti yang cukup dari data pemantauan.

BMKG Tidak Menemukan Gempa Sebagai Pemicu Dentuman Bandung

Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Suaidi Ahadi, mengatakan BMKG langsung memeriksa data kegempaan setelah menerima laporan masyarakat.

Hasil pemantauan menunjukkan tidak ada aktivitas seismik di Bandung dan wilayah sekitarnya selama periode dentuman.

“Selain parameter kegempaan, BMKG juga memeriksa kondisi atmosfer serta aktivitas kelistrikan udara di wilayah Jawa Barat,” kata Suaidi.

Pemeriksaan tersebut juga mencakup aktivitas petir menggunakan Lightning Detector untuk melihat kemungkinan gangguan kelistrikan atmosfer.

“Pemantauan Lightning Detector mencatat aktivitas petir di Bandung Raya berada pada intensitas relatif rendah dan tidak signifikan,” ujar Suaidi.

Temuan tersebut membuat gempa dan aktivitas petir tidak dapat dijadikan penjelasan utama dentuman berdasarkan data BMKG.

Arah Angin Memperlemah Dugaan Suara Erupsi Mencapai Bandung

BMKG mencatat kondisi cuaca di Jawa Barat secara umum cerah ketika masyarakat melaporkan suara dentuman.

Arah angin juga konsisten bergerak dari timur menuju barat pada periode kejadian.

Kondisi tersebut dinilai memperkecil kemungkinan gelombang suara erupsi Anak Krakatau merambat menuju Bandung Raya.

Meski Anak Krakatau sedang aktif, BMKG belum menemukan bukti yang menghubungkan aktivitas vulkanik tersebut secara langsung dengan dentuman Bandung.

Sumber suara karena itu masih diduga berasal dari fenomena lain yang belum teridentifikasi secara pasti.

Anomali Sebesi Muncul Ketika Aktivitas Anak Krakatau Berlangsung

Instrumen BMKG di Pulau Sebesi mencatat anomali seismogram pada pukul 23.08 WIB dan 23.32 WIB.

Catatan tersebut menjadi salah satu data penting karena waktunya berdekatan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Namun, anomali tersebut belum dapat dianggap sebagai bukti bahwa erupsi menjadi penyebab suara yang terdengar di Bandung.

Stasiun magnet bumi Sukabumi dan Serang juga merekam gangguan magnetik internal bumi pada periode 4 September hingga 5 September.

BMKG tidak menemukan aktivitas badai matahari yang berkaitan dengan gangguan magnetik tersebut.

“Namun, BMKG menekankan bahwa seluruh temuan anomali ini belum dapat secara langsung dikaitkan sebagai penyebab pasti suara dentuman tersebut,” ujar Suaidi.

Aktivitas Anak Krakatau Berlanjut, Pemantauan Bandung Diperketat

Badan Geologi menyatakan status aktivitas Gunung Anak Krakatau masih Level III atau Siaga.

Pada 6 September, BMKG meningkatkan pemantauan terhadap erupsi dan dampaknya terhadap atmosfer, penerbangan, serta kawasan Selat Sunda.

Sebaran abu vulkanik bahkan terpantau melingkupi sejumlah wilayah termasuk Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Bengkulu.

BNPB melaporkan perkembangan abu vulkanik tersebut berdampak pada operasional beberapa bandara sebagai langkah keselamatan penerbangan.

Namun, perkembangan erupsi tersebut tetap berbeda dengan pertanyaan mengenai sumber dentuman Bandung yang belum terjawab.

BMKG terus memantau kegempaan, petir, atmosfer, dan magnet bumi sambil berkoordinasi dengan instansi terkait.

Masyarakat Bandung Raya diminta tetap tenang dan menjadikan informasi resmi sebagai rujukan utama.****

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “BMKG Pastikan Dentuman Bandung Raya Bukan Gempa, Sumber Suara Masih Dikaji Setelah Muncul Berulang…”?

Badan Geologi mencatat erupsi menerus Anak Krakatau terjadi mulai pukul 23.07 WIB pada 5 September 2026.

02Siapa pihak utama yang disebut dalam “BMKG Pastikan Dentuman Bandung Raya Bukan Gempa, Sumber Suara Masih Dikaji Setelah Muncul Berulang…”?

BMKG Tidak Menemukan Gempa Sebagai Pemicu Dentuman Bandung Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Suaidi Ahadi, mengatakan BMKG langsung memeriksa data kegempaan setelah menerima laporan masyarakat.

03Kapan peristiwa dalam “BMKG Pastikan Dentuman Bandung Raya Bukan Gempa, Sumber Suara Masih Dikaji Setelah Muncul Berulang…” terjadi?

Dentuman Bandung Muncul Saat Anak Krakatau Mengalami Erupsi Suara dentuman berulang dilaporkan terdengar di Bandung Raya sejak sekitar pukul 00.30 hingga 05.00 WIB.

04Di mana peristiwa dalam “BMKG Pastikan Dentuman Bandung Raya Bukan Gempa, Sumber Suara Masih Dikaji Setelah Muncul Berulang…” berlangsung?

Pada periode yang berdekatan, Gunung Anak Krakatau juga menunjukkan aktivitas erupsi menerus di Selat Sunda.

05Mengapa perkembangan dalam “BMKG Pastikan Dentuman Bandung Raya Bukan Gempa, Sumber Suara Masih Dikaji Setelah Muncul Berulang…” terjadi?

Catatan tersebut menjadi salah satu data penting karena waktunya berdekatan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

06Bagaimana proses atau peristiwa dalam “BMKG Pastikan Dentuman Bandung Raya Bukan Gempa, Sumber Suara Masih Dikaji Setelah Muncul Berulang…” berlangsung?

Pemeriksaan tersebut juga mencakup aktivitas petir menggunakan Lightning Detector untuk melihat kemungkinan gangguan kelistrikan atmosfer. “Pemantauan Lightning Detector mencatat aktivitas petir di Bandung Raya berada pada intensitas relatif rendah dan tidak signifikan,” ujar Suaidi.

07Apa dampak yang disebutkan dalam “BMKG Pastikan Dentuman Bandung Raya Bukan Gempa, Sumber Suara Masih Dikaji Setelah Muncul Berulang…”?

Hasil pemantauan menunjukkan tidak ada aktivitas seismik di Bandung dan wilayah sekitarnya selama periode dentuman. “Selain parameter kegempaan, BMKG juga memeriksa kondisi atmosfer serta aktivitas kelistrikan udara di wilayah Jawa Barat,” kata Suaidi.

08Angka penting apa yang disebut dalam “BMKG Pastikan Dentuman Bandung Raya Bukan Gempa, Sumber Suara Masih Dikaji Setelah Muncul Berulang…”?

Anomali Sebesi Muncul Ketika Aktivitas Anak Krakatau Berlangsung Instrumen BMKG di Pulau Sebesi mencatat anomali seismogram pada pukul 23.08 WIB dan 23.32 WIB.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Usia 16 Tahun PROPAMI: Menjaga Marwah Profesi untuk Masa Depan Pasar Modal Indonesia

    Usia 16 Tahun PROPAMI: Menjaga Marwah Profesi untuk Masa Depan Pasar Modal Indonesia

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Telegraf – Memasuki usia 16 tahun pada 9 Agustus 2026, Perkumpulan Profesi Pasar Modal Indonesia (PROPAMI) menegaskan kembali komitmennya menjaga profesionalisme, integritas, dan kompetensi sumber daya manusia di industri pasar modal Indonesia. Bagi organisasi yang berdiri sejak 9 Agustus 2010 tersebut, perjalanan enam belas tahun bukan sekadar penanda usia, melainkan momentum untuk memperkuat peran profesi […]

  • Hendri Subiakto Minta UOB Jelaskan Dasar Tagihan, Mengaku Tak Pernah Menjadi Nasabah atau Berutang

    Hendri Subiakto Minta UOB Jelaskan Dasar Tagihan, Mengaku Tak Pernah Menjadi Nasabah atau Berutang

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 81
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Kasus tagihan UOB menjadi perhatian karena Hendri mengaku tidak pernah memiliki akad kredit atau transaksi dengan bank tersebut. 02 Riwayat kartu kredit Citibank selama lebih dari 25 tahun disebut telah berakhir setelah penutupan pada 2022. 03 Klarifikasi UOB diperlukan untuk menjelaskan […]

  • Maudy Ayunda Bicara Kesehatan Mental dan Berita Buruk, Kritik Netizen Memunculkan Isu Privilege di Masyarakat

    Maudy Ayunda Bicara Kesehatan Mental dan Berita Buruk, Kritik Netizen Memunculkan Isu Privilege di Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 31
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Kontroversi kini menjadi refleksi mengenai cara membahas kesehatan mental tanpa mengabaikan pengalaman kelompok yang terdampak. 02 Ia mengatakan kritik tersebut didengar dan dihargai sebagai masukan untuk memahami persoalan dari perspektif yang lebih dalam. 03 Maudy Ayunda mengakhiri klarifikasinya dengan mengapresiasi publik […]

  • Dugaan Isi SDB Hilang di MNC Bank, DPR dan CBA Dorong OJK Ungkap Fakta Melalui Pemeriksaan Menyeluruh

    Dugaan Isi SDB Hilang di MNC Bank, DPR dan CBA Dorong OJK Ungkap Fakta Melalui Pemeriksaan Menyeluruh

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 35
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Komisi XI DPR meminta OJK memeriksa MNC Bank terkait dugaan hilangnya surat berharga dalam Safe Deposit Box. 02 Harris Turino menilai dugaan tersebut menyangkut kepentingan konsumen dan kepercayaan nasabah terhadap keamanan perbankan. 03 Pemeriksaan diminta mencakup akses SDB, CCTV, kunci, sistem […]

  • Kasus Salah Transfer BCA Rp7,96 Juta Menjadi Perhatian, CBA Soroti Mekanisme Perlindungan Nasabah oleh OJK

    Kasus Salah Transfer BCA Rp7,96 Juta Menjadi Perhatian, CBA Soroti Mekanisme Perlindungan Nasabah oleh OJK

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 28
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Putusan sengketa salah transfer Rp7,96 juta menempatkan perlindungan hak nasabah sebagai isu utama dalam perkara Yuliana Febriani. 02 CBA mendorong OJK memperkuat pengawasan agar persoalan perbankan dapat diselesaikan lebih cepat tanpa proses hukum panjang. 03 OJK telah memperkuat instrumen perlindungan konsumen […]

  • Prabowo Buka Muktamar Ke-35 NU, Tokoh Nasional hingga Pimpinan Ormas Hadir di Jombang

    Prabowo Buka Muktamar Ke-35 NU, Tokoh Nasional hingga Pimpinan Ormas Hadir di Jombang

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Idris Daulat
    • visibility 77
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). 02 Dalam prosesi pembukaan, Prabowo didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Rais Aam Pengurus […]

expand_less