Memuat tanggal... Kirim Rilis
Senin, 9 Nov 2026
Trending
Beranda » Entertainment » Maudy Ayunda Bicara Kesehatan Mental dan Berita Buruk, Kritik Netizen Memunculkan Isu Privilege di Masyarakat

Maudy Ayunda Bicara Kesehatan Mental dan Berita Buruk, Kritik Netizen Memunculkan Isu Privilege di Masyarakat

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
  • visibility 54
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. Kontroversi kini menjadi refleksi mengenai cara membahas kesehatan mental tanpa mengabaikan pengalaman kelompok yang terdampak.

  2. Ia mengatakan kritik tersebut didengar dan dihargai sebagai masukan untuk memahami persoalan dari perspektif yang lebih dalam.

  3. Maudy Ayunda mengakhiri klarifikasinya dengan mengapresiasi publik yang memberikan perspektif lebih luas terhadap konten mindfulness miliknya.

EKSPRESPOST.COM – Apakah menjaga kesehatan mental dengan membatasi berita negatif berarti seseorang sedang mengabaikan persoalan sosial di sekitarnya?

Mengapa pengalaman Maudy Ayunda mengatur konsumsi informasi justru dibaca sebagian publik sebagai bentuk ketidakpekaan?

Dan setelah kritik bermunculan, apakah klarifikasi Maudy berhasil memperjelas batas antara menjaga diri dan tetap peduli terhadap realitas?

Maudy Membagikan Pengalaman Pribadi Menghadapi Arus Informasi Negatif

Video “Mindfulness in the Age of Bad News” diunggah Maudy Ayunda pada Jumat, 21/08/2026 dan kembali menjadi sorotan pada September.

Maudy membahas dampak emosional akibat banyaknya berita negatif yang menurutnya terus muncul selama beberapa bulan hingga sekitar setahun terakhir.

Ia mengatakan informasi tersebut membuatnya kewalahan, emosional, dan pada titik tertentu merasa tidak berdaya menghadapi banyaknya persoalan.

Diet Informasi Menjadi Cara Maudy Mengendalikan Paparan Berita

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Maudy mengatur ulang sumber informasi yang masuk dan memilih bacaan yang lebih lengkap.

Ia juga mengaku berdiskusi dengan orang yang dianggap lebih memahami masalah agar tetap memperoleh informasi tanpa terus-menerus terpapar konten negatif.

Maudy menjelaskan bahwa seseorang tidak harus terus membaca konten ke-10 atau ke-15 mengenai persoalan yang sama setelah memahami apa yang sedang terjadi.

Publik Mempertanyakan Pilihan Menjauh dari Realitas Sosial

Kritik muncul karena sebagian warganet melihat konsep “bad news” berbeda dengan pengalaman masyarakat yang terdampak langsung.

Bagi kelompok tersebut, bencana, kelangkaan kebutuhan, persoalan kebijakan, dan masalah sosial bukan sekadar informasi yang dapat dihentikan melalui pengaturan konsumsi media.

Medcom mencatat sebagian warganet menilai konteks kehidupan nyaman yang terlihat dalam video memperkuat persepsi bahwa pesan tersebut kurang sensitif.

Maudy Mengakui Ada Perspektif Penting yang Terlewat

Maudy kemudian mengakui bahwa kemampuan seseorang untuk mengambil jarak dari pemberitaan merupakan privilege yang tidak dimiliki semua orang.

“Tidak semua orang punya pilihan itu, terutama ketika apa yang terjadi berdampak langsung pada kehidupan, keluarga, pekerjaan, atau komunitasnya,” tulis Maudy Ayunda.

Ia juga menyampaikan permintaan maaf karena bagian tersebut belum cukup dipertimbangkan ketika video awal dibuat.

Mindfulness Menurut Maudy Tidak Berarti Menjauh dari Kepedulian

Maudy menegaskan bahwa gagasan menjaga kesehatan mental tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk menutup mata terhadap berbagai persoalan.

“Aku sama sekali tidak ingin mindfulness menjadi alasan untuk tidak peduli atau menjauh dari realita yang ada,” ujar Maudy Ayunda.

Menurutnya, mindfulness justru dapat membantu seseorang memahami sebab-akibat, tetap hadir, serta lebih peka terhadap orang yang terdampak.

Perdebatan Memperlihatkan 2 Pengalaman Menghadapi Berita Negatif

Media mencatat bahwa membatasi paparan berita negatif memang dapat menjadi strategi konsumsi informasi yang lebih terkontrol.

Namun, berita negatif juga mempunyai fungsi penting karena memberikan informasi mengenai persoalan yang membutuhkan perhatian publik dan respons bersama.

Maudy akhirnya menyatakan menghargai kritik dan perspektif baru yang diberikan publik setelah kontroversi tersebut berkembang luas.

“Aku dengar dan aku hargai feedbacknya. I’m listening and learning,” kata Maudy Ayunda.****

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “Maudy Ayunda Bicara Kesehatan Mental dan Berita Buruk, Kritik Netizen Memunculkan Isu Privilege di…”?

Maudy menjelaskan bahwa seseorang tidak harus terus membaca konten ke-10 atau ke-15 mengenai persoalan yang sama setelah memahami apa yang sedang terjadi.

02Siapa pihak utama yang disebut dalam “Maudy Ayunda Bicara Kesehatan Mental dan Berita Buruk, Kritik Netizen Memunculkan Isu Privilege di…”?

Maudy Membagikan Pengalaman Pribadi Menghadapi Arus Informasi Negatif Video “Mindfulness in the Age of Bad News” diunggah Maudy Ayunda pada Jumat, 21/08/2026 dan kembali menjadi sorotan pada September.

03Mengapa perkembangan dalam “Maudy Ayunda Bicara Kesehatan Mental dan Berita Buruk, Kritik Netizen Memunculkan Isu Privilege di…” terjadi?

Ia juga mengaku berdiskusi dengan orang yang dianggap lebih memahami masalah agar tetap memperoleh informasi tanpa terus-menerus terpapar konten negatif.

04Bagaimana proses atau peristiwa dalam “Maudy Ayunda Bicara Kesehatan Mental dan Berita Buruk, Kritik Netizen Memunculkan Isu Privilege di…” berlangsung?

Bagi kelompok tersebut, bencana, kelangkaan kebutuhan, persoalan kebijakan, dan masalah sosial bukan sekadar informasi yang dapat dihentikan melalui pengaturan konsumsi media.

05Apa dampak yang disebutkan dalam “Maudy Ayunda Bicara Kesehatan Mental dan Berita Buruk, Kritik Netizen Memunculkan Isu Privilege di…”?

Maudy membahas dampak emosional akibat banyaknya berita negatif yang menurutnya terus muncul selama beberapa bulan hingga sekitar setahun terakhir.

06Angka penting apa yang disebut dalam “Maudy Ayunda Bicara Kesehatan Mental dan Berita Buruk, Kritik Netizen Memunculkan Isu Privilege di…”?

Perdebatan Memperlihatkan 2 Pengalaman Menghadapi Berita Negatif Media mencatat bahwa membatasi paparan berita negatif memang dapat menjadi strategi konsumsi informasi yang lebih terkontrol.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ekspres TV: Fasilitas Pascapanen Desa Wonorejo Dorong Ekonomi Petani Hortikultura di Kediri

    Ekspres TV: Fasilitas Pascapanen Desa Wonorejo Dorong Ekonomi Petani Hortikultura di Kediri

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Fasilitas pascapanen Desa Wonorejo di Kediri mengolah buah segar menjadi produk frozen, cegah busuk dan angkat ekonomi petani lokal.

  • Buya Anwar Abbas memperingatkan hilangnya kepercayaan publik terhadap bank berpotensi memicu rush money

    Buya Anwar Abbas memperingatkan hilangnya kepercayaan publik terhadap bank berpotensi memicu rush money

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 71
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Wakil Ketua Umum MUI Buya Anwar Abbas menilai pemblokiran rekening aktivis menjelang aksi demonstrasi masyarakat Pati oleh Bank Mandiri bukan sekadar masalah perbankan, melainkan berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap keamanan simpanan nasabah akibat intervensi kekuasaan. 02 Anwar menjelaskan bahwa industri perbankan […]

  • SOKSI Dorong Reformasi Pengawasan Pita Cukai Setelah Nama Misbakhun Disebut dalam Pemberitaan

    SOKSI Dorong Reformasi Pengawasan Pita Cukai Setelah Nama Misbakhun Disebut dalam Pemberitaan

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 69
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Fokus akhirnya bukan sekadar nama yang disebut, melainkan praktik ilegal, keuntungan ekonomi, jaringan, dan potensi kerugian negara. 02 Informasi media dapat menjadi radar awal, sedangkan data pemerintah dan penegak hukum menjadi dasar verifikasi serta pembuktian. 03 Azis melihat polemik pita cukai […]

  • Satria Muda Tundukkan Dewa United 77-75 dalam Final Dramatis di Bogor

    Satria Muda Tundukkan Dewa United 77-75 dalam Final Dramatis di Bogor

    • calendar_month Senin, 2 Nov 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 14
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 BOGOR — Keunggulan lima poin pada paruh kedua, 15 assist Yudha Saputera, dan ledakan 10 poin beruntun Abraham Damar Grahita pada kuarter terakhir menjadi tiga faktor penting di balik kemenangan Satria Muda Pertamina Bandung atas Dewa United Banten, 77-75, dalam final […]

  • Ekspres TV: Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur: Menatap Capaian Pembangunan Nasional

    Ekspres TV: Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur: Menatap Capaian Pembangunan Nasional

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Pemerintah merilis capaian program Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur mencakup swasembada pangan, B50, Sekolah Rakyat, MBG, hingga tata kelola BUMN.

  • Literasi Keuangan Indonesia Naik Jadi 69,57%, Inklusi Tembus 93,61% Lampaui Target RPJMN

    Literasi Keuangan Indonesia Naik Jadi 69,57%, Inklusi Tembus 93,61% Lampaui Target RPJMN

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Telegraf– Tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia kembali mencatatkan peningkatan pada 2026. Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 menunjukkan indeks literasi keuangan mencapai 69,57 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 93,61 persen, melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang ditetapkan untuk 2029. Hasil survei tersebut diumumkan bersama oleh […]

expand_less