Memuat tanggal... Kirim Rilis
Langsung ke konten
Selasa, 22 Sep 2026
Trending
Beranda » Ekonomi » Profil Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pilihan Prabowo Gantikan Purbaya dengan Mandat Menjaga APBN Tetap Sehat

Profil Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pilihan Prabowo Gantikan Purbaya dengan Mandat Menjaga APBN Tetap Sehat

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month
  • visibility 14
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. Karier pemerintahan Suahasil mencakup bidang desentralisasi fiskal, kemiskinan, kebijakan ekonomi, hingga pengelolaan APBN.

  2. Ia pernah menjadi Kepala Badan Kebijakan Fiskal sebelum dipercaya menjadi Wakil Menteri Keuangan.

  3. Pengalaman tersebut membuat Suahasil memahami proses perumusan kebijakan fiskal secara langsung.

  4. Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan pada Senin, (14/09/2026), di Istana Negara.

  5. Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa yang sebelumnya menjabat Menteri Keuangan sejak September 2025.

EKPRESPOST.COM – Apa pesan pertama Presiden Prabowo Subianto kepada Suahasil Nazara setelah menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan?

Mengapa kesehatan dan kredibilitas APBN langsung menjadi perhatian utama setelah pergantian tersebut?

Dan sejauh mana pengalaman Suahasil sebagai Wakil Menteri Keuangan dapat menjawab tantangan pengelolaan fiskal pemerintah?

Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan pada Senin, (14/09/2026), di Istana Negara.

Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa yang sebelumnya menjabat Menteri Keuangan sejak September 2025.

Pengangkatan tersebut resmi berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 97-P/2026 untuk sisa masa jabatan Kabinet Merah Putih 2024-2029.

Pesan Prabowo Mengarah Langsung pada Kesehatan APBN Nasional

Tidak lama setelah pelantikan, Suahasil menyampaikan mandat utama yang diterimanya dari Presiden Prabowo.

Menurut Suahasil, Presiden meminta dirinya menjaga kesehatan sekaligus kredibilitas keuangan negara.

“Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara,” kata Suahasil setelah pelantikan.

Ia menjelaskan bahwa APBN harus mampu menjalankan program-program prioritas pemerintah tanpa kehilangan prinsip kesehatan fiskal.

“APBN sebagai bagian dari keuangan negara harus bisa menjalankan program-program prioritas pemerintah, APBN harus sehat,” ujarnya.

Suahasil kemudian menegaskan bahwa kesehatan APBN harus berjalan bersama kredibilitas dan kepercayaan publik.

“Selain sehat, APBN harus kredibel dan dapat dipercaya,” kata Suahasil.

Pernyataan tersebut menjadi arah awal Suahasil setelah mengambil alih jabatan bendahara negara.

Suahasil Membawa Pengalaman Panjang Dalam Kebijakan Ekonomi Pemerintah

Pengangkatan Suahasil bukanlah perpindahan seorang pejabat dari luar pemerintahan menuju Kementerian Keuangan.

Ia sebelumnya merupakan Wakil Menteri Keuangan yang telah mendampingi pengelolaan fiskal selama beberapa tahun.

Sebelum menjadi Wakil Menteri Keuangan, Suahasil pernah dipercaya memimpin Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan.

Ia mulai menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas Kepala BKF pada Februari 2015 dan dilantik definitif pada Oktober 2016.

Pengalaman tersebut membuat Suahasil terlibat langsung dalam perumusan kebijakan fiskal sebelum menduduki jabatan Wakil Menteri Keuangan.

Pada 2019, Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Wakil Menteri Keuangan untuk mendampingi Menteri Keuangan.

Suahasil kemudian tetap dipercaya berada di Kementerian Keuangan ketika pemerintahan Prabowo membentuk Kabinet Merah Putih.

Latar Akademik Suahasil Berawal dari Universitas Indonesia

Sebelum masuk lebih jauh ke pemerintahan, Suahasil dikenal sebagai akademisi bidang ekonomi di Universitas Indonesia.

Ia memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada 1994 sebelum melanjutkan pendidikan ke Cornell University.

Suahasil mendapatkan gelar MSc dari Cornell University pada 1997 dan PhD dari University of Illinois at Urbana-Champaign pada 2003.

Ia kemudian menjadi dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia sejak 1999.

Pada 2009, Suahasil memperoleh gelar guru besar bidang ilmu ekonomi dan mengembangkan karier akademiknya di kampus tersebut.

Pengalaman akademiknya berjalan berdampingan dengan keterlibatan dalam berbagai agenda kebijakan publik dan pemerintahan.

Suahasil pernah menangani isu desentralisasi fiskal, kemiskinan, perlindungan sosial, serta kebijakan ekonomi melalui sejumlah lembaga pemerintah.

Target Pertumbuhan Ekonomi Menambah Kompleksitas Mandat Baru Suahasil

Sebelum menjadi Menteri Keuangan, Suahasil juga berbicara mengenai target pertumbuhan ekonomi pemerintah untuk RAPBN 2027.

Dalam pemberitaan Kementerian Keuangan pada Agustus 2026, ia menyebut target pertumbuhan ekonomi RAPBN 2027 mencapai 6 persen.

Target tersebut menjadi salah satu konteks kebijakan yang kini harus dihadapi Suahasil dalam kapasitas barunya sebagai Menteri Keuangan.

Pada saat yang sama, Suahasil menekankan pentingnya APBN yang sehat, kredibel, dan dapat dipercaya.

Ia menyebut perubahan jabatan tersebut sebagai kelanjutan, bukan perubahan total terhadap pekerjaan Kementerian Keuangan.

“Menurut saya ini bukan perubahan, ini adalah kelanjutan saja, bukan perubahan, kelanjutan,” ujar Suahasil.

Ia menilai posisinya selama ini di lingkungan Kementerian Keuangan menjadi bagian dari kesinambungan tersebut.

Kini, Suahasil harus memastikan APBN tetap menjadi instrumen pembiayaan program pemerintah sekaligus menjaga kredibilitas keuangan negara.

Tugas itu membuat pengalaman panjangnya di bidang fiskal menjadi relevan dengan mandat baru yang diberikan Presiden Prabowo.

Pelantikan pada Senin, (14/09/2026), menjadi awal babak baru Suahasil sebagai Menteri Keuangan sekaligus ujian atas rekam jejaknya dalam kebijakan fiskal.****

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “Profil Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pilihan Prabowo Gantikan Purbaya dengan Mandat Menjaga APBN Tetap…”?

Pesan Prabowo Mengarah Langsung pada Kesehatan APBN Nasional Tidak lama setelah pelantikan, Suahasil menyampaikan mandat utama yang diterimanya dari Presiden Prabowo.

02Siapa pihak utama yang disebut dalam “Profil Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pilihan Prabowo Gantikan Purbaya dengan Mandat Menjaga APBN Tetap…”?

Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan pada Senin, (14/09/2026), di Istana Negara.

03Kapan peristiwa dalam “Profil Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pilihan Prabowo Gantikan Purbaya dengan Mandat Menjaga APBN Tetap…” terjadi?

Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa yang sebelumnya menjabat Menteri Keuangan sejak September 2025.

04Di mana peristiwa dalam “Profil Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pilihan Prabowo Gantikan Purbaya dengan Mandat Menjaga APBN Tetap…” berlangsung?

Suahasil kemudian tetap dipercaya berada di Kementerian Keuangan ketika pemerintahan Prabowo membentuk Kabinet Merah Putih.

05Bagaimana proses atau peristiwa dalam “Profil Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pilihan Prabowo Gantikan Purbaya dengan Mandat Menjaga APBN Tetap…” berlangsung?

Suahasil pernah menangani isu desentralisasi fiskal, kemiskinan, perlindungan sosial, serta kebijakan ekonomi melalui sejumlah lembaga pemerintah.

06Angka penting apa yang disebut dalam “Profil Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pilihan Prabowo Gantikan Purbaya dengan Mandat Menjaga APBN Tetap…”?

Pengangkatan tersebut resmi berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 97-P/2026 untuk sisa masa jabatan Kabinet Merah Putih 2024-2029.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Investasi Keluarga Hartono di Luar Negeri Disorot, Grup Djarum Jelaskan Strategi Bisnis dan Pembiayaannya

    Investasi Keluarga Hartono di Luar Negeri Disorot, Grup Djarum Jelaskan Strategi Bisnis dan Pembiayaannya

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 9
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Keluarga Hartono melalui Grup Djarum disebut berinvestasi sedikitnya Dolar AS 1,4 miliar di luar negeri. 02 Grup Djarum menegaskan sekitar 90% investasi keluarga Hartono masih berada di Indonesia. 03 Manajemen menyebut ekspansi luar negeri sebagai diversifikasi bisnis, bukan aksi capital flight […]

  • Dugaan Isi SDB Hilang di MNC Bank, DPR dan CBA Dorong OJK Ungkap Fakta Melalui Pemeriksaan Menyeluruh

    Dugaan Isi SDB Hilang di MNC Bank, DPR dan CBA Dorong OJK Ungkap Fakta Melalui Pemeriksaan Menyeluruh

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 24
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Komisi XI DPR meminta OJK memeriksa MNC Bank terkait dugaan hilangnya surat berharga dalam Safe Deposit Box. 02 Harris Turino menilai dugaan tersebut menyangkut kepentingan konsumen dan kepercayaan nasabah terhadap keamanan perbankan. 03 Pemeriksaan diminta mencakup akses SDB, CCTV, kunci, sistem […]

  • PWI dan AFPI Perkuat Literasi Pindar, Pers Didorong Jadi Garda Terdepan Edukasi Publik Lawan Pinjol Ilegal

    PWI dan AFPI Perkuat Literasi Pindar, Pers Didorong Jadi Garda Terdepan Edukasi Publik Lawan Pinjol Ilegal

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 14
    • 0Komentar

    JAKARTA, eksprespost.com/ – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bersama Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menggelar Workshop Jurnalistik bertajuk "Pindar untuk Inklusi Keuangan, Jurnalisme Berkualitas untuk Perlindungan Masyarakat". Kegiatan ini sebagai upaya memperkuat literasi keuangan digital serta meningkatkan kapasitas insan pers dalam mengedukasi masyarakat mengenai Pendanaan Daring (Pindar) yang legal dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan […]

  • Nusron Wahid Mundur dari Kepengurusan Golkar, KPK Belum Tetapkan Menteri ATR Sebagai Tersangka

    Nusron Wahid Mundur dari Kepengurusan Golkar, KPK Belum Tetapkan Menteri ATR Sebagai Tersangka

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 23
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Posisi hukum Nusron berbeda dari delapan tersangka yang telah ditetapkan KPK dalam perkara tersebut. 02 Golkar telah mengonfirmasi pengunduran diri, sementara KPK masih mendalami dugaan suap pengurusan HGB di Kabupaten Bogor. 03 Fokus perkembangan terbaru berada pada alasan pengunduran diri Nusron, […]

  • Dana Asing Serbu Pasar Saham RI Rp110,9 Triliun, IHSG Punya Peluang Terbang Lebih Tinggi

    Dana Asing Serbu Pasar Saham RI Rp110,9 Triliun, IHSG Punya Peluang Terbang Lebih Tinggi

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 41
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Investor asing mencatatkan transaksi pembelian saham di BEI hingga Rp110,9 triliun, memberi peluang bagi IHSG untuk menguat lebih tinggi. 02 Saham sektor perbankan dan komoditas seperti BBRI, BBCA, BMRI, dan AMMN menjadi magnet utama perburuan dana investor global. 03 Analis menilai […]

  • Suap HGB Bogor Seret Dirut Summarecon, KPK Dalami Aliran Rp1,5 Miliar dan Jejak Pertanggungjawaban Korporasi

    Suap HGB Bogor Seret Dirut Summarecon, KPK Dalami Aliran Rp1,5 Miliar dan Jejak Pertanggungjawaban Korporasi

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 13
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 KPK masih mendalami kemungkinan manfaat dugaan suap bagi korporasi dan pertanggungjawaban pidananya. 02 Dirut Summarecon Adrianto Pitojo Adhi menjadi tersangka dalam perkara dugaan pemberian uang Rp1,5 miliar. 03 KPK menetapkan delapan tersangka dalam dugaan suap pengurusan HGB Summarecon di Kabupaten Bogor. […]

expand_less