Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda Memasuki Perkembangan Baru, Jaket Pelampung Menunggu Identifikasi
- account_circle Tim EkspresPost
- calendar_month
- visibility 15
- print Cetak

Tim SAR Gabungan memperluas pencarian delapan orang yang hilang kontak di Selat Sunda dengan menyisir wilayah laut sekitar Gunung Anak Krakatau.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
-
Operasi SAR tetap berlangsung dengan mengutamakan perluasan pencarian sekaligus keselamatan seluruh personel di lapangan.
-
Temuan jaket pelampung menjadi objek verifikasi, tetapi belum dapat disebut sebagai bukti keberadaan rombongan.
-
Hilangnya rombongan terjadi ketika mereka menuju Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan aktivitas vulkanik.
EKPRESPOST.COM – Apakah jaket pelampung yang ditemukan di Selat Sunda menjadi petunjuk baru keberadaan delapan orang yang hilang?
Mengapa tim SAR belum berani mengaitkan benda tersebut dengan rombongan jurnalis yang kehilangan kontak?
Dan ke mana pencarian akan bergerak jika hasil identifikasi menunjukkan benda itu bukan milik mereka?
Tim SAR gabungan menemukan benda yang diduga jaket pelampung ketika mencari delapan orang yang hilang kontak di Selat Sunda.
Temuan tersebut menjadi perkembangan terbaru, tetapi belum dapat dipastikan berkaitan dengan rombongan yang dicari.
Hingga Jumat, (11/09/2026), operasi pencarian tetap berlangsung melalui jalur laut dan udara.
Temuan Life Jacket Muncul dalam Operasi Pencarian Laut
Benda yang diduga life jacket ditemukan KAL Anyer pada Kamis, (10/09/2026) sekitar pukul 15.32 WIB.
Lokasinya sekitar 7,5 nautical mile di sisi barat Suar Tanjung Koneng Anyar dan sekitar 20 nautical mile dari Gunung Anak Krakatau.
Di sekitar lokasi juga ditemukan benda berwarna putih yang menyerupai pelampung berbentuk botol.
Danlanal Banten Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani mengatakan kedua benda tersebut masih harus melalui proses identifikasi.
“Untuk selanjutnya proses identifikasi,” kata Wawan Subagyo Mardani mengenai temuan objek tersebut.
Karena belum terverifikasi, temuan tersebut belum dapat disebut sebagai bukti keberadaan delapan orang yang hilang.
Delapan Orang Hilang Setelah Kapal Berangkat dari Carita
Rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin, (07/09/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Posisi terakhir diketahui sekitar pukul 14.42 WIB dan komunikasi kemudian terputus sekitar pukul 15.04 WIB.
Lima jurnalis dalam rombongan ialah M. Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudhistiro, Firdaus, dan Donal.
Tiga orang lainnya adalah Warta sebagai kapten kapal, Surakman sebagai awak kapal, dan Heriyanto sebagai pemandu.
Sejak laporan kehilangan kontak diterima, Basarnas bersama unsur gabungan melakukan pencarian melalui laut dan udara.
Area Pencarian Bergerak Mengikuti Perhitungan Arus Laut
Tim SAR telah menyisir sisi selatan Gunung Anak Krakatau hingga sekitar 20 nautical mile dari titik tengah gunung.
Pencarian kemudian diperluas ke arah utara dengan mempertimbangkan arus, pergerakan gelombang, serta arah angin.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan perluasan sektor dilakukan secara bertahap berdasarkan kondisi lapangan.
“Untuk besok, mungkin kita akan memperluas ke sisi utara sesuai dengan perhitungan arus dan pergeseran ombaknya, angin seperti itu,” ujar Al Amrad.
Tim SAR Lampung turut menyisir perairan dari Pulau Sebesi hingga kawasan Krakatau.
Operasi tersebut diperkuat dua RIB untuk memperluas jangkauan pencarian di wilayah Lampung.
Pencarian Udara Belum Menemukan Tanda Keberadaan Rombongan
Basarnas mengerahkan Helikopter Dauphin AS365 N3+ HR-3604 untuk mendukung pemantauan dari udara.
Helikopter tersebut berangkat dari Lanud Atang Sendjaja pada Kamis, (10/09/2026), dengan rute pemantauan menuju kawasan operasi.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan pemantauan udara belum menemukan tanda keberadaan rombongan.
“Kalau saya pribadi dengan pesawat tadi memang belum melihat,” kata Syafii dalam konferensi pers di Pandeglang.
Selain helikopter, drone disiagakan dari kapal untuk membantu pemantauan visual di area pencarian.
Namun, perubahan arah angin tetap menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan selama operasi berlangsung.
Gunung Anak Krakatau Membatasi Akses Tim SAR
Pemantauan visual terhadap Pulau Sertung belum menunjukkan tanda keberadaan lima jurnalis yang hilang.
Pencarian langsung di Pulau Sertung belum dilakukan karena wilayah tersebut masuk radius tiga kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Kondisi tersebut membuat keselamatan personel menjadi pertimbangan dalam menentukan titik penyisiran.
BNPB juga memperkuat kesiapsiagaan wilayah pesisir Banten untuk menghadapi aktivitas Gunung Anak Krakatau dan potensi bahaya sekundernya.
Hingga Jumat, (11/09/2026), hubungan antara temuan jaket pelampung dan rombongan masih menunggu hasil identifikasi.
Karena itu, operasi SAR tetap dilanjutkan dan area pencarian dapat diperluas apabila temuan tersebut tidak berkaitan dengan rombongan.****
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.
01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda Memasuki Perkembangan Baru, Jaket Pelampung Menunggu Identifikasi”?
Hingga Jumat, (11/09/2026), operasi pencarian tetap berlangsung melalui jalur laut dan udara.
02Siapa pihak utama yang disebut dalam “Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda Memasuki Perkembangan Baru, Jaket Pelampung Menunggu Identifikasi”?
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan perluasan sektor dilakukan secara bertahap berdasarkan kondisi lapangan. “Untuk besok, mungkin kita akan memperluas ke sisi utara sesuai dengan perhitungan arus dan pergeseran ombaknya, angin seperti itu,” ujar Al Amrad.
03Kapan peristiwa dalam “Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda Memasuki Perkembangan Baru, Jaket Pelampung Menunggu Identifikasi” terjadi?
Delapan Orang Hilang Setelah Kapal Berangkat dari Carita Rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin, (07/09/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
04Di mana peristiwa dalam “Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda Memasuki Perkembangan Baru, Jaket Pelampung Menunggu Identifikasi” berlangsung?
Di sekitar lokasi juga ditemukan benda berwarna putih yang menyerupai pelampung berbentuk botol.
05Mengapa perkembangan dalam “Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda Memasuki Perkembangan Baru, Jaket Pelampung Menunggu Identifikasi” terjadi?
Karena belum terverifikasi, temuan tersebut belum dapat disebut sebagai bukti keberadaan delapan orang yang hilang.
06Bagaimana proses atau peristiwa dalam “Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda Memasuki Perkembangan Baru, Jaket Pelampung Menunggu Identifikasi” berlangsung?
Danlanal Banten Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani mengatakan kedua benda tersebut masih harus melalui proses identifikasi. “Untuk selanjutnya proses identifikasi,” kata Wawan Subagyo Mardani mengenai temuan objek tersebut.
07Apa dampak yang disebutkan dalam “Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda Memasuki Perkembangan Baru, Jaket Pelampung Menunggu Identifikasi”?
Selain helikopter, drone disiagakan dari kapal untuk membantu pemantauan visual di area pencarian.
08Angka penting apa yang disebut dalam “Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda Memasuki Perkembangan Baru, Jaket Pelampung Menunggu Identifikasi”?
Lokasinya sekitar 7,5 nautical mile di sisi barat Suar Tanjung Koneng Anyar dan sekitar 20 nautical mile dari Gunung Anak Krakatau.
Penulis Tim EkspresPost
Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.
