Memuat tanggal... Kirim Rilis
Minggu, 8 Nov 2026
Trending
Beranda » Ekonomi » OJK Siapkan Payung Regulasi Baru untuk Modal Minimum dan Likuiditas Konglomerasi Keuangan Terintegrasi

OJK Siapkan Payung Regulasi Baru untuk Modal Minimum dan Likuiditas Konglomerasi Keuangan Terintegrasi

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
  • visibility 58
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


INFO EKSPRES
Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat.

  1. OJK menempatkan penguatan konglomerasi keuangan sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas pengawasan sektor jasa keuangan.

  2. Rancangan POJK modal dan likuiditas terintegrasi akan melengkapi kerangka regulasi konglomerasi yang sudah tersedia.

  3. Bagi industri, perubahan aturan dapat memperjelas kewajiban PIKK dalam mengelola risiko kelompok usaha.

EKSPRESPOST.COM – Mengapa OJK merasa perlu memperkuat aturan konglomerasi keuangan setelah struktur PIKK mulai terbentuk?

Apakah keputusan pembentukan induk saja cukup mengendalikan risiko kelompok usaha keuangan?

Bagaimana standar modal dan likuiditas terintegrasi akan mengubah pengawasan konglomerasi di Indonesia?

Pembentukan PIKK Kini Memasuki Tahap Penguatan Regulasi

OJK menyiapkan regulasi baru untuk memperkuat kerangka pengawasan konglomerasi keuangan yang telah memiliki struktur PIKK.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan terdapat dua rancangan POJK yang sedang disiapkan.

“OJK menyusun POJK tentang kewajiban penyediaan modal minimum terintegrasi bagi konglomerasi keuangan,” ujar Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner OJK.

Aturan kedua berkaitan dengan pengelolaan risiko likuiditas terintegrasi bagi konglomerasi yang diwajibkan membentuk PIKK.

Regulasi Baru Melengkapi Kerangka Konglomerasi Keuangan

Friderica menyebut aturan tersebut akan berlaku bagi konglomerasi yang memiliki kewajiban membentuk Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan.

“Dan juga rancangan POJK tentang likuiditas terintegrasi bagi konglomerasi keuangan yang wajib membentuk PIKK,” kata Friderica.

OJK sebelumnya telah menerbitkan POJK Nomor 30 Tahun 2024 tentang Konglomerasi Keuangan dan Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan.

Regulasi tersebut mulai berlaku 19 Desember 2024 dan menjadi bagian penguatan pengawasan sektor jasa keuangan secara terintegrasi.

Maybank OCBC Dan MUFG Sudah Membentuk Struktur PIKK

Pada 2025, sejumlah kelompok usaha keuangan telah menetapkan bank sebagai PIKK dalam struktur konglomerasi masing-masing.

Bank Maybank Indonesia menjadi PIKK Konglomerasi Keuangan Maybank dengan anggota dari sektor sekuritas, manajemen aset, asuransi, pembiayaan, dan multifinance.

Bank OCBC NISP juga menjadi PIKK Konglomerasi Keuangan OCBC yang menaungi sekuritas, asuransi umum, asuransi jiwa, dan modal ventura.

Bank Danamon Indonesia menjadi PIKK Konglomerasi Keuangan MUFG dengan anggota seperti Adira Dinamika Multi Finance dan Home Credit Indonesia.

DBS Menunjukkan Struktur Konglomerasi Terus Berkembang

Pada 2026, Bank DBS Indonesia membentuk Konglomerasi Keuangan DBS bersama DBS Vickers Sekuritas Indonesia.

Perkembangan tersebut menunjukkan struktur konglomerasi keuangan tidak hanya mencakup perbankan, tetapi juga berbagai sektor jasa keuangan.

Kondisi itu membuat kebutuhan terhadap pengawasan berbasis kelompok usaha semakin penting dalam mengidentifikasi risiko yang dapat menyebar antaranggota.

OJK pada Juli 2026 juga membuka rancangan pengaturan tata kelola terintegrasi bagi PIKK untuk memperoleh masukan publik.

Payung POJK Dibutuhkan untuk Menyatukan Pengawasan

Pembentukan PIKK selama ini masih mengandalkan Keputusan Persetujuan OJK dan Salinan Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK.

OJK kini menyiapkan payung regulasi yang lebih formal melalui kewajiban modal minimum dan pengelolaan likuiditas secara terintegrasi.

Dengan demikian, penguatan konglomerasi tidak berhenti pada pembentukan struktur induk, tetapi mencakup kemampuan menghadapi risiko secara kelompok.

Langkah tersebut memperlihatkan arah pengawasan OJK yang semakin menekankan integrasi tata kelola, permodalan, dan likuiditas konglomerasi.****

FAQ SEPUTAR ARTIKEL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.

01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “OJK Siapkan Payung Regulasi Baru untuk Modal Minimum dan Likuiditas Konglomerasi Keuangan Terintegrasi”?

Maybank OCBC Dan MUFG Sudah Membentuk Struktur PIKK Pada 2025, sejumlah kelompok usaha keuangan telah menetapkan bank sebagai PIKK dalam struktur konglomerasi masing-masing.

02Siapa pihak utama yang disebut dalam “OJK Siapkan Payung Regulasi Baru untuk Modal Minimum dan Likuiditas Konglomerasi Keuangan Terintegrasi”?

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan terdapat dua rancangan POJK yang sedang disiapkan. “OJK menyusun POJK tentang kewajiban penyediaan modal minimum terintegrasi bagi konglomerasi keuangan,” ujar Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner OJK.

03Kapan peristiwa dalam “OJK Siapkan Payung Regulasi Baru untuk Modal Minimum dan Likuiditas Konglomerasi Keuangan Terintegrasi” terjadi?

OJK sebelumnya telah menerbitkan POJK Nomor 30 Tahun 2024 tentang Konglomerasi Keuangan dan Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan.

04Mengapa perkembangan dalam “OJK Siapkan Payung Regulasi Baru untuk Modal Minimum dan Likuiditas Konglomerasi Keuangan Terintegrasi” terjadi?

Pembentukan PIKK Kini Memasuki Tahap Penguatan Regulasi OJK menyiapkan regulasi baru untuk memperkuat kerangka pengawasan konglomerasi keuangan yang telah memiliki struktur PIKK.

05Bagaimana proses atau peristiwa dalam “OJK Siapkan Payung Regulasi Baru untuk Modal Minimum dan Likuiditas Konglomerasi Keuangan Terintegrasi” berlangsung?

Regulasi tersebut mulai berlaku 19 Desember 2024 dan menjadi bagian penguatan pengawasan sektor jasa keuangan secara terintegrasi.

06Angka penting apa yang disebut dalam “OJK Siapkan Payung Regulasi Baru untuk Modal Minimum dan Likuiditas Konglomerasi Keuangan Terintegrasi”?

DBS Menunjukkan Struktur Konglomerasi Terus Berkembang Pada 2026, Bank DBS Indonesia membentuk Konglomerasi Keuangan DBS bersama DBS Vickers Sekuritas Indonesia.

FAQ disusun dari informasi yang tersedia dalam artikel.

Penulis

Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.

Rekomendasi Untuk Anda

  • SMRA Setelah OTT KPK: Saham Anjlok, Kasus HGB Bergulir, dan Investor Menunggu Kejelasan Korporasi

    SMRA Setelah OTT KPK: Saham Anjlok, Kasus HGB Bergulir, dan Investor Menunggu Kejelasan Korporasi

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 63
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Perkembangan penyidikan KPK dan informasi resmi korporasi menjadi faktor penting yang perlu dipantau. 02 Penurunan 13,25% sehari sebelumnya belum cukup untuk menyimpulkan dampak jangka panjang terhadap fundamental SMRA. 03 Reaksi pasar terhadap kasus SMRA berlangsung cepat, tetapi saham kembali menguat pada […]

  • Purbaya Yudhi Sadewa Digantikan Suahasil Nazara, Isu Internal Kemenkeu dan Bea Cukai Mendapat Bantahan

    Purbaya Yudhi Sadewa Digantikan Suahasil Nazara, Isu Internal Kemenkeu dan Bea Cukai Mendapat Bantahan

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 89
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Perhatian kini beralih kepada kepemimpinan Suahasil dan kesinambungan pengelolaan keuangan negara. 02 Isu masalah internal Kemenkeu muncul setelah pergantian, tetapi belum memperoleh konfirmasi resmi sebagai penyebab perubahan Menkeu. 03 Pergantian Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara berlangsung cepat melalui pelantikan dan […]

  • Haji Isam Beli Sebesar 30 Persen Bayan Resources, Kesepakatan Saham Low Tuck Kwong Masih Bersyarat

    Haji Isam Beli Sebesar 30 Persen Bayan Resources, Kesepakatan Saham Low Tuck Kwong Masih Bersyarat

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 70
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Perubahan struktur kepemilikan tersebut masih berupa transaksi bersyarat sampai seluruh kondisi pendahuluan dipenuhi. 02 Kesepakatan melibatkan Low Tuck Kwong dan Elaine Low sebagai pihak yang mengalihkan 10.000.000.500 saham BYAN. 03 Haji Isam kini berencana memiliki sekitar 30 persen BYAN melalui PT […]

  • Laba Pupuk Indonesia Tumbuh 252,8 Persen, Transformasi Danantara Perkuat Efisiensi dan Ketahanan Pangan Nasional

    Laba Pupuk Indonesia Tumbuh 252,8 Persen, Transformasi Danantara Perkuat Efisiensi dan Ketahanan Pangan Nasional

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 58
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Pupuk Indonesia mencatat laba bersih Rp8,51 triliun pada semester I 2026, naik 252,8 persen secara tahunan. 02 Pendapatan Pupuk Indonesia tumbuh 51 persen menjadi Rp59,67 triliun, sementara EBITDA naik 140 persen menjadi Rp14,28 triliun. 03 Kinerja tersebut dicapai bersamaan dengan penurunan […]

  • Satria Muda Tundukkan Dewa United 77-75 dalam Final Dramatis di Bogor

    Satria Muda Tundukkan Dewa United 77-75 dalam Final Dramatis di Bogor

    • calendar_month Senin, 2 Nov 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 14
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 BOGOR — Keunggulan lima poin pada paruh kedua, 15 assist Yudha Saputera, dan ledakan 10 poin beruntun Abraham Damar Grahita pada kuarter terakhir menjadi tiga faktor penting di balik kemenangan Satria Muda Pertamina Bandung atas Dewa United Banten, 77-75, dalam final […]

  • Impor Kedelai Masih Diperlukan, Menko Zulhas Ungkap Alasan Harga Produksi Lokal Sulit Bersaing Secara Global

    Impor Kedelai Masih Diperlukan, Menko Zulhas Ungkap Alasan Harga Produksi Lokal Sulit Bersaing Secara Global

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 63
    • 0Komentar

    INFO EKSPRES Ringkasan inti berita untuk membantu pembaca memahami fakta terpenting dengan cepat. 01 Kedelai Menjadi Salah Satu Pekerjaan Rumah Swasembada Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan Indonesia masih mengandalkan impor kedelai untuk memenuhi kebutuhan nasional. 02 Untuk kedelai, Zulhas menyebut Indonesia mengimpor sekitar empat juta dalam konteks kebutuhan yang disampaikannya. 03 Pemerintah pada […]

expand_less