Komisi I DPR dan Komdigi Edukasi Warga Pentingnya Literasi Digital
- account_circle Didik Fitrianto
- calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
- visibility 15
- print Cetak

Ilustrasi literasi digital. UNSPLASH
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Telegraf – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Komisi I DPR RI menggelar seminar edukasi publik bertajuk “Sosialisasi Merajut Nusantara: Aman Bermedia Digital” secara daring melalui platform Zoom, Kamis (13/08/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIT ini digelar guna meningkatkan literasi digital masyarakat sekaligus mendukung percepatan transformasi digital nasional yang aman, sehat, dan produktif.
Anggota Komisi I DPR RI, Ruth Naomi Rumkabu, menegaskan bahwa sikap aman bermedia digital bukan berarti harus menghindari perkembangan teknologi, melainkan memahami cara pemanfaatannya secara tepat dan bertanggung jawab.
“Aman bermedia digital adalah kemampuan menggunakan internet dan media sosial secara bijak. Dengan melindungi data pribadi, menjaga keamanan akun, menyaring informasi, dan bertanggung jawab atas jejak digital, kita dapat menciptakan ruang digital yang positif dan bermanfaat,” ujar Ruth saat membuka pemaparan materi.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi, menyoroti pesatnya transformasi digital yang didorong oleh internet, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), dan platform digital. Menurut Heru, selain membawa kemudahan ekonomi dan pendidikan, era digital juga menyimpan ancaman serius seperti penyebaran hoaks, penipuan daring, serta kebocoran data.
“Masyarakat perlu dibekali etika digital, literasi yang kuat, serta kemampuan menjaga keamanan data pribadi. Pemanfaatan teknologi yang bijak tidak hanya membuat kehidupan lebih efisien, tetapi juga membuka peluang baru bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat,” kata Heru.
Sementara itu, influencer media sosial asal Papua, Jeni Karay, mengingatkan pentingnya perlindungan data pribadi yang ia sebut sebagai “kunci hidup digital”.
“Hampir seluruh aktivitas online membutuhkan informasi diri seperti nama, nomor telepon, hingga lokasi. Jika data pribadi ini jatuh ke tangan yang salah, dampaknya bisa fatal, seperti pencurian akun, pemalsuan identitas, hingga kejahatan siber lainnya,” jelas Jeni.
Webinar yang terbagi dalam empat sesi, pembukaan, pemaparan materi, diskusi interaktif, dan penutup ini mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Selain sebagai sarana komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong warga mengoptimalkan internet untuk edukasi dan pengembangan bisnis.
- Penulis: Didik Fitrianto




