Produk Art Toys Indonesia Raup Potensi Transaksi Rp17 Miliar di Korea Selatan
- account_circle Idris Daulat
- calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
- visibility 48
- print Cetak

Produk Art Toys Indonesia Raup Potensi Transaksi Rp17 Miliar di Korea Selatan/Doc/Ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
-
Produk art toys dan jasa kekayaan intelektual (IP) karya kreator Indonesia mencatatkan potensi transaksi hingga USD 1 juta atau sekitar Rp17 miliar dalam ajang URBAN BREAK & TOY CON SEOUL 2026 di Korea Selatan. Angka ini melonjak dua kali lipat dibandingkan partisipasi tahun sebelumnya yang meraih USD 500 ribu, menunjukkan meningkatnya daya saing industri kreatif Indonesia di pasar internasional.
-
Paviliun Indonesia seluas 60 meter persegi memamerkan karya dari 21 kreator terkurasi yang mencakup designer toys, collectible toys, serta jasa desain dan produksi. Keikutsertaan ini merupakan hasil kolaborasi Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, ITPC Busan, dan Artistry Rights Kollektive, yang berhasil mempertemukan para kreator secara langsung dengan sekitar 400 calon pembeli serta mitra bisnis global.
-
Partisipasi Indonesia dalam festival seni urban terbesar di Korea Selatan tersebut dinilai strategis oleh Ditjen PEN Kementerian Perdagangan dan Perwakilan RI untuk memperluas akses ekspor sektor jasa serta memperkuat kemitraan ekonomi bilateral. Minat tinggi dari pasar Korea Selatan sekaligus menjadi peluang dan tantangan bagi para seniman Indonesia untuk terus memenuhi standar industri kreatif global.
EKSPRESPOST.COM – Produk art toys dan kekayaan intelektual (intellectual property/IP) karya kreator Indonesia mencatatkan potensi transaksi hingga USD 1 juta atau sekitar Rp17 miliar dalam ajang URBAN BREAK & TOY CON SEOUL 2026 di Korea Selatan. Nilai tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan partisipasi Indonesia pada tahun sebelumnya yang mencapai USD500 ribu.
Pameran yang berlangsung di Coex, Seoul, pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 itu menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperluas pasar ekspor industri kreatif, khususnya produk art toys, collectible toys, dan jasa kreatif berbasis kekayaan intelektual.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi mengatakan peningkatan potensi transaksi menunjukkan produk kreatif Indonesia semakin diterima di pasar internasional.
“Partisipasi Indonesia dalam URBAN BREAK & TOY CON SEOUL 2026 merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pasar art toys sekaligus mendorong ekspor sektor jasa ke Korea Selatan. Lonjakan potensi transaksi ini menunjukkan produk dan jasa kreatif karya anak bangsa semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar global,” ujarnya.
Keikutsertaan Indonesia merupakan hasil kolaborasi Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Busan, dan Artistry Rights Kollektive.
Dalam pameran tersebut, Paviliun Indonesia seluas 60 meter persegi menampilkan karya 21 kreator yang telah melalui proses kurasi. Selama empat hari penyelenggaraan, para kreator berkesempatan bertemu langsung dengan sekitar 400 calon pembeli dan mitra bisnis dari Korea Selatan maupun negara lain.
Produk yang dipamerkan meliputi designer toys dan collectible toys bernilai seni tinggi yang dipadukan dengan kekayaan intelektual orisinal, sekaligus menawarkan jasa desain dan produksi art toys.
Pendiri Artistry Rights Kollektive Stevanus Lianto mengatakan keikutsertaan dalam pameran tersebut membuka peluang baru bagi seniman Indonesia untuk menjalin kemitraan bisnis internasional.
Menurutnya, tingginya minat calon mitra dari Korea Selatan menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kreator Indonesia untuk memenuhi standar pasar global.
Sementara itu, Duta Besar RI untuk Korea Selatan Cecep Herawan menilai industri kreatif dapat menjadi salah satu penggerak hubungan ekonomi kedua negara. Menurutnya, promosi karya kreatif Indonesia di Korea Selatan berpotensi memperkuat kemitraan strategis sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
Kepala ITPC Busan Husodo Kuncoro Yakti menambahkan pameran tersebut menjadi sarana penting bagi pelaku industri kreatif Indonesia untuk memahami karakter pasar Korea Selatan sekaligus membuka peluang kerja sama jangka panjang.
URBAN BREAK & TOY CON SEOUL merupakan festival seni urban dan pameran art toys terbesar di Korea Selatan. Tahun ini, ajang tersebut diikuti lebih dari 100 seniman dari 15 negara, termasuk Indonesia, Jepang, Taiwan, Tiongkok, Singapura, Malaysia, dan Jerman.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.
01Apa fakta paling penting dari “Produk Art Toys Indonesia Raup Potensi Transaksi Rp17 Miliar di Korea Selatan” yang perlu diketahui pembaca?
Pameran yang berlangsung di Coex, Seoul, pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 itu menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperluas pasar ekspor industri kreatif, khususnya produk art toys, collectible toys, dan jasa kreatif berbasis kekayaan intelektual.
02Siapa pihak utama di balik peristiwa dalam “Produk Art Toys Indonesia Raup Potensi Transaksi Rp17 Miliar di Korea Selatan”, dan apa perannya?
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi mengatakan peningkatan potensi transaksi menunjukkan produk kreatif Indonesia semakin diterima di pasar internasional. "Partisipasi Indonesia dalam URBAN BREAK & TOY CON SEOUL 2026 merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pasar art toys sekaligus mendorong ekspor sektor jasa ke Korea Selatan.
03Kapan peristiwa penting dalam “Produk Art Toys Indonesia Raup Potensi Transaksi Rp17 Miliar di Korea Selatan” terjadi atau dijadwalkan?
Nilai tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan partisipasi Indonesia pada tahun sebelumnya yang mencapai USD500 ribu.
04Di mana peristiwa dalam “Produk Art Toys Indonesia Raup Potensi Transaksi Rp17 Miliar di Korea Selatan” berlangsung dan mengapa lokasinya relevan?
EKSPRESPOST.COM – Produk art toys dan kekayaan intelektual (intellectual property/IP) karya kreator Indonesia mencatatkan potensi transaksi hingga USD 1 juta atau sekitar Rp17 miliar dalam ajang URBAN BREAK & TOY CON SEOUL 2026 di Korea Selatan.
05Bagaimana peristiwa atau proses dalam “Produk Art Toys Indonesia Raup Potensi Transaksi Rp17 Miliar di Korea Selatan” berlangsung?
Dalam pameran tersebut, Paviliun Indonesia seluas 60 meter persegi menampilkan karya 21 kreator yang telah melalui proses kurasi.
06Apa dampak utama “Produk Art Toys Indonesia Raup Potensi Transaksi Rp17 Miliar di Korea Selatan” bagi publik atau pihak terkait?
Keikutsertaan Indonesia merupakan hasil kolaborasi Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Busan, dan Artistry Rights Kollektive.
07Berapa angka penting dalam “Produk Art Toys Indonesia Raup Potensi Transaksi Rp17 Miliar di Korea Selatan” yang membantu memahami skala peristiwa?
Selama empat hari penyelenggaraan, para kreator berkesempatan bertemu langsung dengan sekitar 400 calon pembeli dan mitra bisnis dari Korea Selatan maupun negara lain.
08Apa konteks penting dari “Produk Art Toys Indonesia Raup Potensi Transaksi Rp17 Miliar di Korea Selatan” yang perlu dipahami pembaca?
Lonjakan potensi transaksi ini menunjukkan produk dan jasa kreatif karya anak bangsa semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar global," ujarnya.
Penulis Idris Daulat
Building Media, Narrative & Digital Authority Multi-platform media ecosystem SEO • GEO • AI Search Visibility 📍 Kawat Berita Indonesian - KBI | Hallo Network | AMDI | Matra Magazine | Eksekutif Magazine

