Sepuluh Hari Pencarian KM Arupadatu I Berakhir, Hinga Kini Lima Jurnalis dan Tiga Awak Belum Ditemukan
- account_circle Tim EkspresPost
- calendar_month
- visibility 14
- print Cetak

Pencarian 5 jurnalis: M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudhistiro, Firdaus Wajidi telah dihentikan. Identifikasi DNA jenazah Enggano masih menunggu hasil pemeriksaan.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
-
Pencarian kini memasuki fase pemantauan sambil menunggu hasil identifikasi dan informasi baru yang dapat diverifikasi.
-
Hingga hari terakhir, belum ditemukan objek yang dapat mengonfirmasi posisi kapal atau delapan orang di dalamnya.
-
Hilangnya KM Arupadatu I menjadi perhatian setelah kapal membawa jurnalis untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
EKSPRESPOST.COM – Seberapa luas sebenarnya wilayah yang sudah disisir untuk menemukan KM Arupadatu I setelah kapal itu hilang kontak di Selat Sunda?
Mengapa pengerahan 523 personel dan 24 kapal belum menghasilkan titik keberadaan kapal?
Dan apa langkah berikutnya setelah operasi pencarian resmi dihentikan pada Kamis, 17/09/2026?
Area Pencarian KM Arupadatu I Meluas Hingga Ribuan Mil Persegi
Basarnas memperluas area pencarian KM Arupadatu I hingga 8.509 nautical mile persegi pada hari ke-10 operasi.
Wilayah tersebut dibagi menjadi 10 sektor untuk memperbesar peluang menemukan kapal dan delapan orang yang hilang kontak.
Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Banten Rizky Dwianto mengatakan perluasan dilakukan pada hari ketiga masa perpanjangan operasi pencarian.
“Diperluas hingga 8.509 NM persegi dengan menyiagakan total 24 unit kapal gabungan di 10 sektor,” kata Rizky Dwianto.
Ratusan Personel dan Puluhan Kapal Dikerahkan dalam Pencarian
Armada pencarian melibatkan empat kapal negara milik Basarnas dari Banten, Lampung, Jakarta, dan Bengkulu.
Unsur lainnya terdiri atas kapal TNI AL, kapal Polairud, serta kapal patroli KPLP yang disebar berdasarkan sektor pencarian.
Secara keseluruhan, 523 personel SAR gabungan ikut menyisir wilayah darat, laut, dan udara selama operasi berlangsung.
Namun, hingga hari terakhir, tidak ditemukan tanda keberadaan KM Arupadatu I maupun penumpang dan awak kapal tersebut.
Tiga Belas Temuan Benda Terapung Tidak Mengarah Kapal
Tim SAR sempat menemukan 13 objek terapung selama proses pencarian di wilayah Selat Sunda.
Objek tersebut antara lain life jacket, terpal, helm, dan galon yang kemudian diperiksa untuk memastikan keterkaitannya dengan kapal yang hilang.
“Bahwa kemudian ada beberapa temuan material atau objek dicatat ada 13 objek yang ditemukan selama operasi,” kata Andra Soni.
Setelah diperiksa dan dikonfirmasi Polairud Polda Banten, seluruh objek tersebut dinyatakan tidak terhubung dengan KM Arupadatu I.
Operasi Dihentikan Karena Pencarian Dinilai Tidak Efektif Lagi
Gubernur Banten Andra Soni mengumumkan penghentian operasi SAR gabungan di Posko Utama SAR Gabungan, Dermaga Marina Carita.
Keputusan tersebut diambil setelah pencarian berlangsung 10 hari, termasuk masa perpanjangan selama tiga hari.
“Sudah tidak efektif maka dengan berat hati pelaksanaan operasi gabungan ini dinyatakan dihentikan,” ujar Andra Soni.
Penghentian operasi aktif dilakukan setelah seluruh sektor pencarian tidak menghasilkan temuan yang dapat mengarahkan tim kepada keberadaan kapal.
Pemantauan Selat Sunda Tetap Dibuka untuk Petunjuk Baru
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad memastikan pemantauan tetap berlangsung setelah operasi pencarian dihentikan.
Pemantauan melibatkan sistem pelaporan pelayaran, Lanal, Polairud, serta kapal yang melintas di Selat Sunda.
“Termasuk aktivitas kapal yang melintas di Selat Sunda yang akan menjadi ujung tombak apabila menemukan informasi lebih lanjut,” ujar Al Amrad.
Jika muncul informasi atau tanda keberadaan KM Arupadatu I yang dapat diverifikasi, operasi SAR dapat dibuka kembali.
Sementara itu, proses pencocokan DNA jenazah tanpa identitas di Pulau Enggano dengan keluarga rombongan masih berlangsung dan belum menghasilkan kepastian identitas.****
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.
01Apa inti peristiwa yang diberitakan dalam “Sepuluh Hari Pencarian KM Arupadatu I Berakhir, Hinga Kini Lima Jurnalis dan Tiga Awak…”?
523 personel SAR gabungan ikut menyisir wilayah darat, laut, dan udara selama operasi berlangsung.
02Siapa pihak utama yang disebut dalam “Sepuluh Hari Pencarian KM Arupadatu I Berakhir, Hinga Kini Lima Jurnalis dan Tiga Awak…”?
Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Banten Rizky Dwianto mengatakan perluasan dilakukan pada hari ketiga masa perpanjangan operasi pencarian. “Diperluas hingga 8.509 NM persegi dengan menyiagakan total 24 unit kapal gabungan di 10 sektor,” kata Rizky Dwianto.
03Di mana peristiwa dalam “Sepuluh Hari Pencarian KM Arupadatu I Berakhir, Hinga Kini Lima Jurnalis dan Tiga Awak…” berlangsung?
Tiga Belas Temuan Benda Terapung Tidak Mengarah Kapal Tim SAR sempat menemukan 13 objek terapung selama proses pencarian di wilayah Selat Sunda.
04Mengapa perkembangan dalam “Sepuluh Hari Pencarian KM Arupadatu I Berakhir, Hinga Kini Lima Jurnalis dan Tiga Awak…” terjadi?
Objek tersebut antara lain life jacket, terpal, helm, dan galon yang kemudian diperiksa untuk memastikan keterkaitannya dengan kapal yang hilang. “Bahwa kemudian ada beberapa temuan material atau objek dicatat ada 13 objek yang ditemukan selama operasi,” kata Andra Soni.
05Bagaimana proses atau peristiwa dalam “Sepuluh Hari Pencarian KM Arupadatu I Berakhir, Hinga Kini Lima Jurnalis dan Tiga Awak…” berlangsung?
Penghentian operasi aktif dilakukan setelah seluruh sektor pencarian tidak menghasilkan temuan yang dapat mengarahkan tim kepada keberadaan kapal.
06Angka penting apa yang disebut dalam “Sepuluh Hari Pencarian KM Arupadatu I Berakhir, Hinga Kini Lima Jurnalis dan Tiga Awak…”?
Area Pencarian KM Arupadatu I Meluas Hingga Ribuan Mil Persegi Basarnas memperluas area pencarian KM Arupadatu I hingga 8.509 nautical mile persegi pada hari ke-10 operasi.
Penulis Tim EkspresPost
Tim redaksi Ekspres Post menyajikan berita nasional, ekonomi, bisnis, politik, hukum, lifestyle, entertainment, sport, nusantara dan internasional dengan mengutamakan akurasi serta kepentingan pembaca.
