Dana Asing Serbu Pasar Saham RI Rp110,9 Triliun, IHSG Punya Peluang Terbang Lebih Tinggi
- account_circle Tim EkspresPost
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 4
- print Cetak

Foto: Infografis/10 Mata Uang Asia Paling Perkasa di 2025: Adu Kuat Israel vs Malaysia/Aristya Rahadian
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
EKSPRESPOST.COM – Pasar saham Indonesia kembali mencuri perhatian investor global. Besarnya dana investor asing yang masuk ke saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi salah satu sinyal bahwa kepercayaan terhadap pasar modal domestik mulai menguat.
Investor asing tercatat membukukan transaksi pembelian saham Indonesia dalam jumlah besar yang mencapai sekitar Rp110,9 triliun. Fenomena tersebut membuka peluang bagi Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG untuk bergerak menuju level yang lebih tinggi, terutama apabila aliran modal asing berlanjut pada semester kedua 2026.
Momentum tersebut muncul ketika IHSG tengah berada dalam fase pemulihan setelah mengalami volatilitas tinggi sejak awal tahun.
Pada perdagangan Kamis, 27 Agustus 2026, IHSG bahkan sempat melonjak 1,81 persen menjadi 6.521, setelah bergerak pada rentang 6.376 hingga 6.521. Nilai transaksi pasar pada hari tersebut mencapai sekitar Rp13,7 triliun.
Investor Asing Kembali Lirik Saham Indonesia
Kembalinya investor asing menjadi perhatian karena aliran modal global selama ini merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi arah IHSG.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar, khususnya perbankan dan komoditas, mulai kembali mendapatkan perhatian investor mancanegara.
Pada periode 3–7 Agustus 2026, misalnya, investor asing mencatatkan pembelian bersih sekitar Rp695,17 miliar. BBRI menjadi salah satu saham yang paling banyak dikoleksi dengan net foreign buy Rp559 miliar.
Selain BBRI, investor asing juga banyak masuk ke saham TINS, DSSA, ANTM, BRPT, BBCA hingga BBNI.
Tren serupa kembali terlihat pada 20 Agustus 2026 ketika investor asing mencatatkan net buy sekitar Rp648,22 miliar pada sesi pertama perdagangan. Saham AMMN menjadi salah satu target utama akumulasi investor global.
Masuknya kembali modal asing menjadi indikator yang cukup penting karena investor institusi global umumnya mempertimbangkan likuiditas, valuasi, pertumbuhan laba perusahaan hingga stabilitas ekonomi sebelum meningkatkan eksposurnya di suatu negara.
Saham Bank Besar Jadi Magnet Dana Asing
Sektor perbankan masih menjadi salah satu magnet utama investor asing.
Saham-saham seperti BBCA, BBRI, BMRI dan BBNI memiliki kapitalisasi pasar besar serta tingkat likuiditas tinggi sehingga kerap menjadi pintu masuk investor institusi global ke pasar saham Indonesia.
Pada perdagangan 28 Agustus 2026, misalnya, BBCA mencatat foreign inflow sekitar Rp322,6 miliar dan BMRI sekitar Rp267,5 miliar.
Fenomena tersebut menunjukkan investor asing masih melihat peluang pada saham-saham berfundamental kuat meskipun pergerakan dana asing secara harian tetap bisa berubah menjadi net sell.
Karena itu, investor sebaiknya tidak hanya melihat transaksi satu hari, melainkan memperhatikan tren aliran dana dalam periode yang lebih panjang.
IHSG Berpeluang Menuju 7.000?
Sejumlah analis sebelumnya melihat ruang kenaikan IHSG masih terbuka apabila kondisi ekonomi domestik dan global tetap kondusif.
Kiwoom Sekuritas memperkirakan IHSG masih berada dalam fase konsolidasi sehat menuju tren bullish.
Setelah mampu melewati area 6.220 dan zona 6.285–6.385, peluang menuju target 7.000 pada akhir 2026 dinilai semakin terbuka. Namun, penguatan kemungkinan berlangsung secara bertahap dan tetap dibayangi volatilitas.
Pergerakan IHSG sepanjang Agustus sendiri telah menunjukkan momentum cukup kuat.
Pada awal Agustus, analis memperkirakan indeks bergerak di kisaran 6.050–6.450. Namun, IHSG kemudian berhasil menembus area 6.500, menunjukkan minat beli yang lebih tinggi dari ekspektasi awal.
Foreign Inflow Bisa Jadi Bahan Bakar IHSG
Aliran modal asing menjadi salah satu katalis yang berpotensi menentukan arah IHSG hingga akhir tahun.
Apabila investor global terus meningkatkan kepemilikan pada saham Indonesia, likuiditas pasar berpotensi meningkat sekaligus memberikan tambahan tenaga bagi saham-saham berkapitalisasi besar.
Founder Republik Investor Hendra Wardana sebelumnya menilai keberlanjutan penguatan IHSG sangat bergantung pada kombinasi sentimen domestik dan global.
Stabilitas ekonomi, kebijakan pemerintah, inflasi, nilai tukar rupiah serta perbaikan kinerja emiten semester II-2026 akan menjadi faktor penting yang dapat menjaga momentum pasar saham.
Investor Tetap Perlu Waspada
Meski prospek IHSG terlihat lebih menarik, volatilitas pasar belum sepenuhnya hilang.
Pada perdagangan Jumat, 28 Agustus 2026, IHSG ditutup relatif datar di level 6.518, turun tipis 0,06 persen. Investor asing secara keseluruhan bahkan membukukan net sell sekitar Rp482,24 miliar pada seluruh pasar.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dana asing belum bergerak dalam satu arah.
Investor global masih melakukan rotasi portofolio dengan membeli saham tertentu sambil melepas saham lainnya.
Selain faktor domestik, pasar juga menghadapi sejumlah risiko global menjelang September 2026, mulai dari inflasi, suku bunga bank sentral, tensi geopolitik hingga perubahan arus dana global.
Pasar saham dunia bahkan mengalami penghentian tren inflow selama 13 pekan setelah dana saham global mencatat outflow sekitar US$5,87 miliar pada pekan yang berakhir 26 Agustus 2026.
Dengan kondisi tersebut, potensi kenaikan IHSG tetap terbuka, tetapi perjalanan menuju level lebih tinggi kemungkinan tidak berlangsung mulus.
Masuknya investor asing dalam jumlah besar dapat menjadi bahan bakar tambahan. Namun pada akhirnya, arah pasar tetap ditentukan oleh kombinasi fundamental ekonomi, kinerja emiten, stabilitas rupiah, kebijakan moneter, serta sentimen global.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Ringkasan tanya-jawab berdasarkan isi artikel.
01Apa fakta paling penting dari “Dana Asing Serbu Pasar Saham RI Rp110,9 Triliun, IHSG Punya Peluang Terbang Lebih Tinggi” yang perlu diketahui pembaca?
Fenomena tersebut membuka peluang bagi Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG untuk bergerak menuju level yang lebih tinggi, terutama apabila aliran modal asing berlanjut pada semester kedua 2026.
02Siapa pihak utama di balik peristiwa dalam “Dana Asing Serbu Pasar Saham RI Rp110,9 Triliun, IHSG Punya Peluang Terbang Lebih Tinggi”, dan apa perannya?
Masuknya kembali modal asing menjadi indikator yang cukup penting karena investor institusi global umumnya mempertimbangkan likuiditas, valuasi, pertumbuhan laba perusahaan hingga stabilitas ekonomi sebelum meningkatkan eksposurnya di suatu negara.
03Kapan peristiwa penting dalam “Dana Asing Serbu Pasar Saham RI Rp110,9 Triliun, IHSG Punya Peluang Terbang Lebih Tinggi” terjadi atau dijadwalkan?
Momentum tersebut muncul ketika IHSG tengah berada dalam fase pemulihan setelah mengalami volatilitas tinggi sejak awal tahun.
04Di mana peristiwa dalam “Dana Asing Serbu Pasar Saham RI Rp110,9 Triliun, IHSG Punya Peluang Terbang Lebih Tinggi” berlangsung dan mengapa lokasinya relevan?
Besarnya dana investor asing yang masuk ke saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi salah satu sinyal bahwa kepercayaan terhadap pasar modal domestik mulai menguat.
05Mengapa perkembangan dalam “Dana Asing Serbu Pasar Saham RI Rp110,9 Triliun, IHSG Punya Peluang Terbang Lebih Tinggi” terjadi dan apa alasan yang disebutkan?
Investor Asing Kembali Lirik Saham Indonesia Kembalinya investor asing menjadi perhatian karena aliran modal global selama ini merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi arah IHSG.
06Bagaimana peristiwa atau proses dalam “Dana Asing Serbu Pasar Saham RI Rp110,9 Triliun, IHSG Punya Peluang Terbang Lebih Tinggi” berlangsung?
Fenomena tersebut menunjukkan investor asing masih melihat peluang pada saham-saham berfundamental kuat meskipun pergerakan dana asing secara harian tetap bisa berubah menjadi net sell.
07Apa dampak utama “Dana Asing Serbu Pasar Saham RI Rp110,9 Triliun, IHSG Punya Peluang Terbang Lebih Tinggi” bagi publik atau pihak terkait?
Apabila investor global terus meningkatkan kepemilikan pada saham Indonesia, likuiditas pasar berpotensi meningkat sekaligus memberikan tambahan tenaga bagi saham-saham berkapitalisasi besar.
08Berapa angka penting dalam “Dana Asing Serbu Pasar Saham RI Rp110,9 Triliun, IHSG Punya Peluang Terbang Lebih Tinggi” yang membantu memahami skala peristiwa?
Investor asing tercatat membukukan transaksi pembelian saham Indonesia dalam jumlah besar yang mencapai sekitar Rp110,9 triliun.
09Apa konteks penting dari “Dana Asing Serbu Pasar Saham RI Rp110,9 Triliun, IHSG Punya Peluang Terbang Lebih Tinggi” yang perlu dipahami pembaca?
Pergerakan IHSG sepanjang Agustus sendiri telah menunjukkan momentum cukup kuat.
- Penulis: Tim EkspresPost




