Memuat tanggal... Kirim Rilis
Headline
Trending
Beranda » Nasional » Pergeseran Paradigma Pertahanan, Prabowo Sebut LGBTQ Jadi Ancaman Keamanan Nasional

Pergeseran Paradigma Pertahanan, Prabowo Sebut LGBTQ Jadi Ancaman Keamanan Nasional

  • account_circle Didik Fitrianto
  • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Telegraf — Pemerintah resmi memperluas doktrin keamanan nasional ke ranah nilai dan budaya. Melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 111 Tahun 2025 yang baru saja diterbitkan oleh Presiden Prabowo Subianto, penetrasi penetrasi budaya asing, khususnya yang berkaitan dengan nilai-nilai LGBTQ, kini secara resmi dikategorikan sebagai salah satu bentuk ancaman non-militer terhadap kedaulatan dan keamanan negara.

Langkah ini memicu gelombang respons yang masif dari berbagai lini, mulai dari dukungan penuh otoritas keagamaan dan parlemen, hingga catatan kritis dari para pengamat hukum dan hak asasi manusia.

Perluasan Definisi “Ancaman Negara”

Dalam lanskap pertahanan modern, ancaman tidak lagi sekadar urusan moncong meriam atau infiltrasi siber. Perpres No. 111/2025 ini menandai pergeseran fokus pemerintah ke arah cultural security atau ketahanan budaya. Dokumen tersebut menyebutkan bahwa pelestarian nilai-nilai luhur Pancasila dan moralitas publik merupakan fondasi utama stabilitas nasional. Oleh karena itu, gerakan atau propaganda yang dinilai berpotensi mendegradasi struktur sosial tradisional dan norma agama dipandang sebagai ancaman asimetris yang perlu diintervensi oleh instrumen negara.

Otoritas Keagamaan dan Parlemen Berada di Barisan Depan

Dukungan terhadap kebijakan baru ini mengalir deras dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Perwakilan MUI menyatakan bahwa regulasi ini merupakan langkah korektif yang sudah lama dinantikan untuk melindungi generasi muda dari disorientasi moral.

“Kami mengapresiasi ketegasan pemerintah. Ketahanan nasional tidak bisa dilepaskan dari ketahanan moral dan spiritual bangsa. Perpres ini adalah benteng hukum untuk menjaga identitas ketimuran kita,” ujar perwakilan MUI dalam keterangan resminya.

Senada dengan MUI, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui komisi terkait juga memberikan lampu hijau. Para legislator menilai Perpres ini memberikan dasar hukum yang lebih kuat bagi kementerian dan lembaga terkait, seperti Kementerian Komunikasi dan Digital serta Kementerian Pendidikan, untuk melakukan penyaringan konten dan edukasi yang lebih ketat di masyarakat.

Menakar Implikasi dan Sisi Lain Regulasi

Di sisi lain, para analis hukum tata negara dan aktivis kemanusiaan mengingatkan pentingnya batasan yang jelas dalam implementasi aturan ini. Format berita mendalam ini mencatat beberapa poin krusial yang menjadi perhatian publik.

Definisi yang Presisi

Para ahli hukum menekankan bahwa istilah “budaya LGBTQ sebagai ancaman” memerlukan indikator dan parameter yang sangat jelas di tingkat petunjuk teknis (juknis). Tanpa definisi yang rigid, aturan ini dikhawatirkan dapat memicu pasal karet yang rentan disalahgunakan di lapangan.

Perlindungan Hak Sipil

Pengamat sosial mengingatkan agar implementasi Perpres ini tetap menghormati hak-hak sipil dasar warga negara yang dijamin oleh UUD 1945, serta menghindari tindakan persekusi atau penghakiman massa secara sepihak di ruang publik.

Pendekatan Edukatif vs. Punitif

Banyak pihak menyarankan agar instrumen yang digunakan lebih mengutamakan penguatan ketahanan keluarga dan edukasi budaya secara persuasif, ketimbang penegakan hukum yang bersifat represif.

Menuju Ketahanan Sosial yang Inklusif

Penerbitan Perpres No. 111 Tahun 2025 ini mempertegas arah kebijakan domestik pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto yang cenderung protektif terhadap nilai-nilai tradisional dan kedaulatan budaya.

Tantangan terbesar ke depan berada di tangan kementerian teknis yang bertugas mengeksekusi aturan ini. Menjaga keseimbangan antara menegakkan moralitas publik sebagai pilar keamanan negara, dengan tetap mempertahankan ruang demokrasi dan supremasi hukum yang sehat, akan menjadi ujian sesungguhnya bagi efektivitas regulasi ini.

  • Penulis: Didik Fitrianto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Buka Peluang Baru bagi Industri Farmasi di Kawasan Greater Bay Area dan Asia

    Buka Peluang Baru bagi Industri Farmasi di Kawasan Greater Bay Area dan Asia

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 3
    • 0Komentar

    SHANGHAI, 21 Juli 2026 /PRNewswire/ — Setelah sukses besar dalam penyelenggaraan CPHI & PMEC China pada Juni 2026 yang mencatat rekor jumlah peserta dari pelaku industri sehingga memperkuat kolaborasi di sepanjang rantai pasok farmasi, perhatian industri kini beralih ke Tiongkok bagian selatan. Mempertahankan momentum tersebut, CPHI & PMEC Shenzhen 2026 akan berlangsung pada 16-18 September […]

  • Seegene Dorong Pendekatan Komprehensif dalam Pemeriksaan Infeksi Saluran Reproduksi melalui Global Million Clinical Study (GMCS)

    Seegene Dorong Pendekatan Komprehensif dalam Pemeriksaan Infeksi Saluran Reproduksi melalui Global Million Clinical Study (GMCS)

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Analisis STAgora™ terhadap sekitar 60.000 hasil pemeriksaan selama 42 bulan menunjukkan patogen penyakit menular seksual (STI) terdeteksi pada 82% kasus positif HPV. Temuan tersebut menunjukkan potensi pendekatan pemeriksaan kesehatan komprehensif yang mampu memberikan informasi mengenai HPV dan patogen penyebab STI. Melalui Global Million Clinical Study (GMCS), Seegene akan memvalidasi manfaat klinis dari metode pemeriksaan HPV […]

  • Inisiatif Kerja sama Promosi Warisan Budaya Dunia Diluncurkan di Chongzuo, Tiongkok

    Inisiatif Kerja sama Promosi Warisan Budaya Dunia Diluncurkan di Chongzuo, Tiongkok

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 3
    • 0Komentar

    CHONGZUO, Tiongkok, 16 Juli 2026 /PRNewswire/ — Artikel berita dari china-asean-media.com.  Forum Kerja Sama Pertukaran Budaya ASEAN-Tiongkok 2026 berlangsung di Chongzuo, Daerah Otonom Guangxi Zhuang, Tiongkok. Ajang ini diselenggarakan oleh Bureau of International Exchange and Cooperation, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Tiongkok, serta Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Guangxi. Mengangkat tema "Konservasi Inovatif dan Kerja sama Promosi […]

  • Bambu Lab A2L Kini Hadir di Indonesia: Printer 3D Format Besar yang Mudah Digunakan

    Bambu Lab A2L Kini Hadir di Indonesia: Printer 3D Format Besar yang Mudah Digunakan

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Merek printer 3D No.1 dunia berdasarkan volume penjualan global menghadirkan printer format besar untuk para kreator di Indonesia JAKARTA, Indonesia, 28 Juli 2026 /PRNewswire/ — Bambu Lab, pemimpin global di industri printer 3D konsumen, hari ini mengumumkan bahwa A2L dan A2L Combo kini resmi tersedia di Indonesia melalui retailer resmi lokal. Bambu Lab A2L Combo […]

  • Dukung Pesonas II NTT, Special Olympics Indonesia Gelar Charity Night

    Dukung Pesonas II NTT, Special Olympics Indonesia Gelar Charity Night

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Didik Fitrianto
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Telegraf – Atlet Special Olympics atau atlet disabilitas intelektual akan berlomba dalam even Pekan Olahraga Nasional Special Olympics (Pesonas) II di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 13-18 Oktober 2026 dan Special Olympics World Summer Games (SOWG), Santiago, Chile pada 16-24 Oktober 2027. Namun, partisipasi atlet dalam kedua even ini menghadapi keterbatasan dalam pembiayaan. Untuk […]

  • Jangan Asal Viral, DPR dan Komdigi Ingatkan Pentingnya Privasi di Media Sosia

    Jangan Asal Viral, DPR dan Komdigi Ingatkan Pentingnya Privasi di Media Sosia

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Didik Fitrianto
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Telegraf — Komisi I DPR RI bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Kementerian Komdigi) memperkuat sinergi dalam mempromosikan etika bermedia digital guna menjaga kedaulatan serta menciptakan ruang siber yang aman, produktif, dan harmonis bagi masyarakat. Hal tersebut mengemuka dalam acara Sosialisasi Merajut Nusantara bertajuk “Etika Bermedia Digital” yang digelar secara daring pada Rabu (12/08/2026). Anggota Komisi […]

expand_less