Hyundai-Plan Indonesia Libatkan 69 Relawan Muda, Perkuat Hubungan Indonesia-Korea Lewat Aksi Sosial
- account_circle Atti K.
- calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
- visibility 18
- comment 0 komentar
- print Cetak

Program Director Plan Indonesia, Ida Ngurah (tengah) dengan volunteer indonesia dan korea/Doc/telegraf
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Telegraf – Sebanyak 69 relawan muda dari Korea Selatan dan Indonesia menyelesaikan rangkaian kegiatan Happy Move Global Youth Volunteer di Jakarta sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan antarmasyarakat kedua negara melalui aksi sosial, pertukaran budaya, dan pengembangan kapasitas generasi muda.
Program yang digelar pada 8–14 Agustus 2026 tersebut melibatkan 59 peserta asal Korea Selatan dan 10 peserta Indonesia. Inisiatif kolaborasi Hyundai Motor Group, Plan Indonesia, dan Plan Korea itu ditutup di Kelurahan Rawa Badak Selatan, Jakarta Utara, setelah sepekan para relawan menjalankan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Selama pelaksanaan program, para peserta terlibat dalam edukasi bagi anak-anak, berkolaborasi dengan Karang Taruna, serta mengenal perkembangan teknologi industri otomotif melalui kunjungan ke fasilitas Hyundai di Bekasi. Kegiatan tersebut dirancang untuk mendorong kepemimpinan, kerja sama lintas budaya, sekaligus memperluas wawasan generasi muda terhadap inovasi dan dunia kerja global.
Minister & Consul General Embassy of the Republic of Korea, Chung Hae Kwan, menilai hubungan Indonesia dan Korea Selatan akan semakin kuat apabila didukung oleh interaksi langsung antarmasyarakat. Menurutnya, Program Happy Move menjadi salah satu investasi sosial yang mempererat kepercayaan dan persahabatan generasi muda kedua negara.
“Hal yang paling penting agar kegiatan ini terus berlanjut dan memperkuat ikatan kedua negara adalah kepercayaan dan persahabatan antarmanusia. Itulah yang sedang kalian ciptakan di Indonesia saat ini,” katanya.
Di kesempatan yang sama, Program Director Plan Indonesia, Ida Ngurah, mengatakan Indonesia menjadi negara penyelenggara Happy Move untuk pertama kalinya. Menurut dia, program ini tidak hanya menjadi wadah pengabdian masyarakat, tetapi juga sarana membangun kompetensi global generasi muda melalui pertukaran pengetahuan antara peserta Indonesia dan Korea Selatan.
“Kami ingin ada berbagi ilmu antara anak-anak muda Korea dan Indonesia. Dengan melihat teknologi yang dikembangkan Hyundai, anak-anak Indonesia diharapkan dapat membangun kompetensi yang sama sehingga memiliki kompetensi global yang mampu bersaing di dunia internasional,” ujar Ida.
Direktur Eksekutif Plan Indonesia, Dini Widiastuti, menambahkan bahwa Happy Move menjadi wujud nyata dalam melibatkan kaum muda secara bermakna. Ini merupakan bagian penting dari upaya Plan Indonesia dalam mendorong lahirnya generasi yang mampu menjadi agen perubahan.
“Kaum muda memiliki kapasitas dan perspektif yang penting untuk menjadi bagian dari solusi. Melalui Happy Move, kami ingin menciptakan ruang bagi kaum muda Korea Selatan dan Indonesia untuk belajar dari satu sama lain, bekerja bersama, dan mengalami secara langsung bagaimana kontribusi mereka dapat memberikan manfaat bagi komunitas,” ujar Dini.
Lurah Rawa Badak Selatan, Sutarto, mengapresiasi kontribusi para relawan yang telah berinteraksi langsung dengan masyarakat. Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga membuka ruang pertukaran budaya yang mempererat hubungan Indonesia dan Korea Selatan.
“Kehadiran para relawan dan mitra hari ini bukan sekadar tentang perbaikan fisik atau program kerja sama semata, melainkan tentang persahabatan dan pertukaran budaya yang sangat berharga. Kami berharap tali silaturahmi, hubungan baik, dan semangat kolaborasi yang telah terbangun dapat terus terjaga secara berkelanjutan,” ujar Sutarto.
Melalui Happy Move Global Youth Volunteer, Hyundai Motor Group bersama Plan Indonesia dan Plan Korea berharap kolaborasi lintas negara semacam ini dapat terus diperluas untuk melahirkan generasi muda yang memiliki kepedulian sosial, kemampuan kepemimpinan, serta daya saing global, sekaligus memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Korea Selatan dari tingkat komunitas.
- Penulis: Atti K.




