Memuat tanggal... Kirim Rilis
Headline
Trending
Beranda » Pers Rilis » Terobosan Teknologi di Balik Smart String Grid-Forming ESS Platform Generasi Baru Huawei

Terobosan Teknologi di Balik Smart String Grid-Forming ESS Platform Generasi Baru Huawei

  • account_circle Tim EkspresPost
  • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LUTERRA, Smart String Grid-Forming ESS Platform terbaru dari Huawei FusionSolar, lahir dari berbagai terobosan teknologi yang dirancang agar pelanggan dapat meningkatkan kinerja sistem penyimpanan energi.

MUNICH, 16 Juli 2026 /PRNewswire/ — Huawei meluncurkan LUTERRA dalam ajang Intersolar Europe di Jerman pada bulan lalu. Menurut President, Smart ESS Business, Huawei Digital Power, Steve Zheng, Huawei berhasil menghadirkan solusi penyimpanan energi baterai yang mudah dipasang, memiliki efisiensi terdepan di industri, serta mendukung aplikasi grid-forming (GFM) pada level pembangkit listrik.

Steve Zheng, President of Smart ESS Business, Huawei Digital Power
Steve Zheng, President of Smart ESS Business, Huawei Digital Power

Teknologi grid-forming Huawei telah terbukti melalui berbagai implementasi di lapangan, termasuk mikrogrid berbasis 100% energi terbarukan dengan skala terbesar di dunia yang berlokasi di kawasan wisata The Red Sea, Arab Saudi. Setelah beroperasi secara stabil selama lebih dari dua tahun, proyek ini membuktikan bahwa koordinasi sumber daya energi grid-forming di berbagai lokasi dapat diterapkan pada skala gigawatt-jam.

Meski tidak banyak proyek yang memiliki skala sebesar proyek The Red Sea—fasilitas yang memiliki pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 400 MW dan Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 1,3 GWh—teknologi Huawei tetap mampu membantu pelanggan meningkatkan pendapatan, throughput, serta integrasi yang lebih optimal dengan PLTS.

Menurut Zheng, berbagai keunggulan seperti round-trip efficiency (RTE) terdepan di industri, kontrol state of charge (SOC) presisi tinggi, serta optimasi cell-to-pack tercapai melalui perpaduan berbagai disiplin ilmu, mulai dari elektrokimia, teknik elektro, elektronika, termodinamika, teknologi kendali, hingga teknologi prediksi.

"Huawei mengendalikan seluruh aspek solusi secara menyeluruh sehingga mampu mencapai efisiensi sebesar 93,1% pada sisi tegangan rendah PCS dengan suhu lingkungan 25°C. Selain itu, tingkat akurasi SOC mencapai 2,5% pada kedua ujung rentang operasional dan 3% pada area plateau," ujar Zheng.

Desain terintegrasi tersebut mencakup pengelolaan termal menyeluruh dari tingkat sel hingga paket baterai, sistem pendingin cair, serta arsitektur switching berbasis silikon karbida (SiC) bertegangan tinggi. Kombinasi ini memberikan keunggulan tersendiri untuk aplikasi Long-Duration Energy Storage (LDES) jika dibandingkan berbagai produk lain yang tersedia di pasar.

"Kami tetap menggunakan arsitektur string serta menerapkan optimizer pada setiap paket baterai dan controller pada setiap rak. Pendekatan yang detail dan efektif ini mampu mengatasi inkonsistensi elektrokimia, termasuk perbedaan karakteristik yang muncul sepanjang siklus hidup baterai," jelas Zheng.

Ia menambahkan, "Solusi generasi terbaru Huawei untuk pertama kalinya meningkatkan tegangan AC hingga 1000V AC dengan memanfaatkan komponen SiC. Langkah ini turut mengurangi kehilangan energi dan meningkatkan efisiensi sistem. Teknologi pendinginan terdistribusi yang cerdas meningkatkan area pelepasan panas. Di sisi lain, kombinasi RTE, konsistensi, tingkat SOC, dan ketersediaan sistem yang tinggi mampu meningkatkan throughput lebih dari 10% dibandingkan solusi konvensional."

Meski mengusung teknologi yang kompleks, Huawei merancang proses instalasi dan logistik agar tetap sederhana. Dalam contoh proyek BESS berkapasitas 1 GWh, LUTERRA Smart String Grid-Forming ESS Platform dapat memangkas waktu pengiriman sedikitnya 30%, menurunkan biaya balance of plant (BOP) minimal 20%, serta mengurangi kebutuhan lahan sebesar satu meter persegi untuk setiap megawatt-jam kapasitas yang terpasang dibandingkan solusi konvensional.

Menurut Zheng, pencapaian tersebut didukung oleh arsitektur Through-Busbar yang telah dipatenkan Huawei. Teknologi ini mendukung proses instalasi yang lebih fleksibel, ekspansi kapasitas yang lebih mudah, serta penyesuaian C-rate untuk proses pengisian dan pelepasan energi sepanjang siklus hidup proyek.

Teknologi Grid-Forming yang Menjaga Stabilitas Sistem Kelistrikan Berbasis Inverter

Teknologi grid-forming semakin berperan penting menjaga stabilitas sistem kelistrikan di berbagai negara, terutama seiring meningkatnya pemanfaatan energi terbarukan.

Selama ini, frekuensi dan tegangan sistem listrik sebagian besar terbentuk sebagai hasil dari putaran turbin pembangkit termal. Namun, ketika pembangkit berbasis bahan bakar fosil mulai digantikan atau jumlahnya kalah dominan dibandingkan sumber Variable Renewable Energy (VRE), tantangan baru pun muncul dalam konteks menjaga stabilitas sistem.

Inverter yang memiliki kemampuan grid-forming dapat menyediakan fungsi serupa, termasuk inersia, short-circuit ratio (SCR), serta fitur black start. Karena itu, teknologi GFM dinilai sangat cocok diterapkan pada sistem BESS. Sejumlah negara seperti Inggris, Australia, dan Tiongkok juga mulai mengembangkan sumber daya berbasis grid-forming.

Di Eropa, empat operator sistem transmisi (TSO) Jerman pada awal tahun ini meluncurkan pasar layanan inersia jangka panjang yang dapat diikuti oleh aset BESS berbasis GFM. Sementara itu, ENTSO-E yang mewakili operator sistem transmisi dari 36 negara Eropa telah menyusun pedoman teknis mengenai standar grid-forming.

"Teknologi grid-forming menjadi kunci untuk menjaga stabilitas jaringan listrik yang mengintegrasikan energi terbarukan dalam porsi besar. Teknologi ini telah berkembang dari level peralatan individual menjadi sistem array hingga pembangkit listrik," ujar Zheng.

Huawei mendefinisikan enam fitur utama grid-forming, yakni inersia, short-circuit level, primary frequency regulation, power oscillation damping, black start, serta on/off-grid switching dalam mode virtual synchronous generator (VSG).

"Kami meyakini bahwa terobosan teknologi grid-forming pada level pembangkit listrik merupakan faktor yang sangat penting," lanjutnya.

Dalam sebuah instalasi BESS berkapasitas 100 MW, misalnya, terdapat ribuan perangkat elektronika daya yang harus beroperasi dalam mode GFM secara bersamaan.

"Memastikan seluruh perangkat tersebut bisa bekerja selaras untuk menjaga stabilitas jaringan listrik, melalui kolaborasi antara perangkat keras dan perangkat lunak, merupakan tantangan teknis yang tidak sederhana," kata Zheng, merujuk pada pengalaman implementasi di proyek The Red Sea.

Selain di Arab Saudi, teknologi Huawei juga telah digunakan pada berbagai proyek grid-forming berskala besar di Jerman, Bulgaria, Filipina, dan Tiongkok.

Rencana Pengembangan Produk Huawei Berfokus pada Optimasi Tingkat Array dan Sistem

Huawei mengembangkan solusi penyimpanan energi grid-forming terbesar di industri yang dioptimalkan pada level sistem untuk kebutuhan balance of plant (BOP). Menurut Zheng, strategi pengembangan produk Huawei tidak hanya berfokus pada peningkatan densitas daya dan energi pada satu kontainer BESS, namun juga pada tingkat array maupun pembangkit listrik secara keseluruhan.

"Kinerja pembangkit listrik baru benar-benar optimal jika solusi di tingkat array juga sudah dioptimalkan. Satu kontainer saja belum bisa disebut sebagai sistem penyimpanan energi yang utuh, sama halnya seperti kumpulan sel baterai yang belum tentu membentuk sebuah sistem," ujarnya.

"Karena itu, kami menjadikan setiap array sebagai unit dasar dalam perancangan dan perencanaan solusi, bukan sekadar mengejar densitas daya yang lebih besar pada satu kontainer."

Smart String Grid-Forming ESS Platform mengusung platform tegangan tinggi 1000Vac dua tahap (dual-stage). Sistem penyimpanan energi berbasis grid-forming ini dirancang untuk mengatasi berbagai tantangan operasional penting pada proyek utilitas energi terbarukan dan penyimpanan energi sektor komersial dan industri (C&I), terutama ketika sistem ketenagalistrikan menerapkan standar dukungan jaringan yang semakin ketat.

Huawei's next-generation Smart String Grid-Forming ESS Platform LUTERRA
Huawei’s next-generation Smart String Grid-Forming ESS Platform LUTERRA

"Dari sisi arsitektur, kami menilai, solusi dua tahap menawarkan tingkat keamanan jaringan yang lebih baik dibandingkan arsitektur satu tahap yang umum digunakan saat ini," ujar Zheng.

Ia menjelaskan bahwa pada kondisi high-voltage ride-through (HVRT), arus masuk dapat bergerak bolak-balik antara jaringan listrik dan PCS. Ketika SOC baterai berada pada tingkat rendah, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kegagalan isolasi baterai bahkan menimbulkan risiko keselamatan yang serius.

Sementara pada kondisi low-voltage ride-through (LVRT), sistem membutuhkan pasokan daya aktif yang konstan untuk membantu pemulihan jaringan listrik secara cepat. Menurut Zheng, keunggulan-keunggulan tersebut tidak tersedia pada arsitektur satu tahap.

  • Penulis: Tim EkspresPost

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mitrade Perpanjang Kerja Sama Sponsor dengan AFA hingga 2027, Seiring Tingginya Antusiasme Piala Dunia di Asia

    Mitrade Perpanjang Kerja Sama Sponsor dengan AFA hingga 2027, Seiring Tingginya Antusiasme Piala Dunia di Asia

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 3
    • 0Komentar

    JAKARTA, Indonesia, 28 Juli 2026 /PRNewswire/ — Broker CFD global Mitrade memperpanjang kemitraan regional dengan Argentine Football Association (AFA) hingga 2027. Kerja sama ini melanjutkan kolaborasi yang terjalin atas kesamaan nilai, yakni persiapan yang matang, disiplin, dan komitmen untuk meraih kinerja terbaik. Perpanjangan kemitraan tersebut diumumkan setelah berakhirnya FIFA World Cup 26™ yang mencatat sejarah baru […]

  • Freddy Widjaja

    Surati Presiden, Freddy Widjaja Minta Kapolri Buka Lagi Kasus Dugaan Akta Kelahiran Palsu

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Idris Daulat
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Telegraf – Freddy Widjaja meminta Presiden Republik Indonesia memberikan perhatian terhadap laporan dugaan memasukkan keterangan palsu ke dalam akta autentik yang sebelumnya dilaporkannya ke Polda Metro Jaya dan menyeret nama Franky Oesman Widjaja. Permintaan tersebut disampaikan Freddy melalui surat tertanggal 13 Oktober 2025. Dalam surat itu, Freddy meminta perlindungan serta kepastian hukum dan berharap Presiden […]

  • Huawei Luncurkan Strategi “Grid-Forming” Terbaru untuk Mendukung Sistem Kelistrikan Masa Depan di Ajang The Smarter E 2026

    Huawei Luncurkan Strategi “Grid-Forming” Terbaru untuk Mendukung Sistem Kelistrikan Masa Depan di Ajang The Smarter E 2026

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 3
    • 0Komentar

    MUNICH, 17 Juli 2026 /PRNewswire/ — Huawei memperkenalkan strategi terbaru untuk solusi grid-forming terintegrasi untuk sistem kelistrikan masa depan dalam ajang The Smarter E 2026 di Munich. Menurut President, Smart PV & ESS Product Line, Huawei Digital Power, Steven Zhou, Huawei mengembangkan solusi terintegrasi yang mampu memperkuat stabilitas jaringan listrik sekaligus mendukung pemanfaatan energi terbarukan […]

  • Synagie Luncurkan Geene 2.0 – BytePlus, SingData, dan FLY Entertainment Jadi 12 Mitra Pendiri Ekosistem “AI Commerce” Tepercaya

    Synagie Luncurkan Geene 2.0 – BytePlus, SingData, dan FLY Entertainment Jadi 12 Mitra Pendiri Ekosistem “AI Commerce” Tepercaya

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Tim EkspresPost
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Dikembangkan bersama para pemimpin industri AI, data, media, bisnis, dan blockchain, Trusted AI Commerce Intelligence Ecosystem menawarkan cara yang lebih praktis bagi perusahaan untuk mengadopsi AI dengan skala yang lebih luas. SINGAPURA, 23 Juli 2026 /PRNewswire/ — Synagie, merek unggulan milik Synagistics Limited (HKEX: 2562) yang bergerak dalam layanan digital commerce dan teknologi, meluncurkan Geene […]

  • Komisi I DPR dan Komdigi Edukasi Warga Pentingnya Literasi Digital

    Komisi I DPR dan Komdigi Edukasi Warga Pentingnya Literasi Digital

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Didik Fitrianto
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Telegraf – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Komisi I DPR RI menggelar seminar edukasi publik bertajuk “Sosialisasi Merajut Nusantara: Aman Bermedia Digital” secara daring melalui platform Zoom, Kamis (13/08/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIT ini digelar guna meningkatkan literasi digital masyarakat sekaligus mendukung percepatan transformasi digital nasional yang aman, sehat, dan produktif. […]

  • Tentara Angkatan Darat AS berbaris saat latihan militer gabungan Korea Selatan dan Amerika Serikat di Paju, Korea Selatan, Jumat, 13 Januari 2023. (Foto: AP)

    Perang Iran Berdampak ke Asia, AS Batalkan Latihan Militer Ssangyong Bersama Korea Selatan

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Idris Daulat
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Amerika Serikat membatalkan latihan militer Ssangyong bersama Korea Selatan akibat keterbatasan pasukan terkait perang Iran. Simak dampaknya bagi Asia.

expand_less